Bioskin Indonesi

Bioskin Indonesi
Pelangsing Ampuh, Turun Berat Badan, Diet, Herbal Slim Fruta,

Selasa, 30 April 2019

AKHIRNYA TETANGGAKU KE MASJID JUGA


Kalau ingin pergi ke masjid saya selalu berjalan sedikit memutar. 

Tujuannya, pertama, sunnah.
Kedua, aku ingin melewati rumah Bang Amir (bukan nama sebenarnya)

Bang amir, tetangga dekat, hanya terhalang beberapa rumah saja. Bukan karena ingin riya, tapi berharap ada Syiar. Barang kali saja kalau sering melihat orang ke masjid... hati Bang Amir tersentuh jadi ingin ke masjid juga.

"Bang Amir ... Ayo....!" Sambil kulambaikan tangan ke arah Bang Amir

"Ayo kita ke masjid sama sama...!" Aku bilang sambil senyum.

"Kalau kau mau ke masjid, gak harus ngajak ngajak lah....! Sekalian kasi tau Ustad yang ceramah di masjid,  Jangan suka nyindir 2, kenapa ....?!  Mau sholat... atau nggak, terserah orang aja...!" jawab bang Amir sambil membentak.

Aku tak ingin menanggapinya, tidak ada gunanya. 

Berapa kali ngajak Bang Amir ke masjid tapi gak pernah mau, malah marah-marah 

Tapi hari ini beda ... Bang Amir ada di masjid. 

Aku meneteskan air mata, melihat Bang Amir berada di deretan paling depan.....

Paling depan..... Di depan imam....

Terbujur kaku.....

Di depan jama'ah....

Innalillahi wa inna ilaihi roji'uun ....

Bang Amir..... Bang Amir..... Akhirnya Abang ke masjid juga ....

#Ayo Ke Masjid
#Laki Shalat di Masjid

Kisah Pemuda, Setan Dan Shalat Shubuh

Seorang lelaki bangun pagi-pagi buta utk sholat subuh di masjid. Dia berpakaian, berwudhu dan berjalan menuju masjid. Ditengah jalan menuju masjid, lelaki tersebut jatuh dan pakaiannya kotor. Dia bangkit, membersihkan bajunya, dan pulang kembali ke rumah. Di rumah,dia berganti baju, berwudhu, dan lagi berjalan menuju masjid. Dalam perjalanan kembali ke masjid, dia jatuh lagi di tempat yg sama! Dia sekali lagi bangkit, membersihkan dirinya dan kembali ke rumah.


Di rumah, dia sekali lagi berganti baju, berwudhu dan berjalan menuju masjid. Di tengah jalan menuju masjid, dia bertemu seorang lelaki yg memegang lampu. Dia menanyakan identiti lelaki tersebut, dan lelaki itu menjawab "Saya melihat anda jatuh 2 kali di perjalanan menuju masjid, jadi saya bawakan lampu untuk menerangi jalan anda". Lelaki pertama mengucapkan terima kasih dan mereka berdua berjalan ke masjid. Saat sampai di masjid, lelaki pertama bertanya kepada lelaki yang membawa lampu untuk masuk dan sholat subuh bersamanya. Lelaki kedua menolak. Lelaki pertama mengajak lagi hingga berkali2 dan lagi jawabannya sama. Lelaki pertama bertanya, kenapa menolak untuk masuk dan sholat. Lelaki kedua menjawab : "Aku adalah Setan". Lelaki itu terkejut dengan jawaban lelaki kedua.

Setan kemudian menjelaskan, "Saya melihat kamu berjalan ke masjid dan sayalah yg membuat kamu terjatuh. Ketika kamu pulang ke rumah, membersihkan badan dan kembali ke masjid, ALLAH memaafkan semua dosa-dosa mu. Saya membuat mu jatuh kedua kalinya, dan bahkan itu pun tidak membuat mu merubah pikiran untuk tinggal di rumah saja, kamu tetap memutuskan kembali masjid. Karena hal itu, ALLAH memaafkan dosa-dosa seluruh anggota keluarga mu. Saya KHAWATIR jika saya membuat mu jatuh untuk ketiga kalinya, jangan-jangan ALLAH akan memaafkan dosa-dosa seluruh penduduk desa mu, jadi saya harus memastikan bahwa anda sampai di masjid dgn selamat".

Jadi, jangan pernah biarkan Setan mendapatkan keuntungan dari setiap aksinya. Jangan melepaskan sebuah niat baik yang hendak kamu lakukan karena kamu tidak pernah tahu ganjaran yg akan kamu dapat, dari segala kesulitan yg kamu temui dalam usaha mu untuk melaksanakan niat baik tersebut.

Senin, 29 April 2019

"KHADIJAH" (Tak Tahan Air Mata, Banyak Yang Menangis Membaca Kisah (Istri Rasulullah) ini)

Khadijah

Khadijah Memang Wanita Istimewa

DUA PERTIGA (2/3) wilayah Makkah adalah milik Siti Khadijah, istri pertama Rasulullah SAW. Ia wanita bangsawan yang menyandang kemuliaan dan kelimpahan harta kekayaan. Namun ketika wafat, tak selembar kafan pun dia miliki. Bahkan baju yang dikenakannya di saat menjelang ajal adalah pakaian kumuh dengan 83 tambalan.

“Fatimah putriku, aku yakin ajalku segera tiba,” bisik Khadijah kepada Fatimah sesaat menjelang ajal. “Yang kutakutkan adalah siksa kubur. Tolong mintakan kepada ayahmu, agar beliau memberikan sorbannya yang biasa digunakan menerima wahyu untuk dijadikan kain kafanku. Aku malu dan takut memintanya sendiri”.

Mendengar itu Rasulullah berkata, “Wahai Khadijah, Allah menitipkan salam kepadamu, dan telah dipersiapkan tempatmu di surga”.

Siti Khadijah, Ummul Mu’minin (ibu kaum mukmin), pun kemudian menghembuskan nafas terakhirnya dipangkuan Rasulullah. Didekapnya sang istri itu dengan perasaan pilu yang teramat sangat. Tumpahlah air mata mulia Rasulullah dan semua orang yang ada di situ.

Dalam suasana seperti itu, Malaikat Jibril turun dari langit dengan mengucap salam dan membawa lima kain kafan.

Rasulullah menjawab salam Jibril, kemudian bertanya, “Untuk siapa sajakah kain kafan itu, ya Jibril?”

“Kafan ini untuk Khadijah, untuk engkau ya Rasulullah, untuk Fatimah, Ali dan Hasan,” jawab Jibril yang tiba-tiba berhenti berkata, kemudian menangis.

Rasulullah bertanya, “Kenapa, ya Jibril?”

“Cucumu yang satu, Husain, tidak memiliki kafan. Dia akan dibantai, tergeletak tanpa kafan dan tak dimandikan,” jawab Jibril.

Rasulullah berkata di dekat jasad Khadijah, “Wahai Khadijah istriku sayang, demi Allah, aku tak kan pernah mendapatkan istri sepertimu. Pengabdianmu kepada Islam dan diriku sungguh luar biasa. Allah Mahamengetahui semua amalanmu. Semua hartamu kau hibahkan untuk Islam. Kaum muslimin pun ikut menikmatinya. Semua pakaian kaum muslimin dan pakaianku ini juga darimu. Namun begitu, mengapa permohonan terakhirmu kepadaku hanyalah selembar sorban!?”

Tersedu Rasulullah mengenang istrinya semasa hidup.

Khadijah

Dikisahkan, suatu hari, ketika Rasulullah pulang dari berdakwah, beliau masuk ke dalam rumah. Khadijah menyambut, dan hendak berdiri di depan pintu, kemudian Rasulullah bersabda, “Wahai Khadijah, tetaplah kamu di tempatmu”.

Ketika itu Khadijah sedang menyusui Fatimah yang masih bayi. Saat itu seluruh kekayaan mereka telah habis. Seringkali makanan pun tak punya, sehingga ketika Fatimah menyusu, bukan air susu yang keluar akan tetapi darah. Darahlah yang masuk dalam mulut Fatimah r.a.

Kemudian Rasulullah mengambil Fatimah dari gendongan istrinya, dan diletakkan di tempat tidur. Rasulullah yang lelah sepulang berdakwah dan menghadapi segala caci-maki serta fitnah manusia itu, lalu berbaring di pangkuan Khadijah hingga tertidur.

Ketika itulah Khadijah membelai kepala Rasulullah dengan penuh kelembutan dan rasa sayang. Tak terasa air mata Khadijah menetes di pipi Rasulullah hingga membuat beliau terjaga.

“Wahai Khadijah, mengapa engkau menangis? Adakah engkau menyesal bersuamikan aku?” tanya Rasulullah dengan lembut.

Dahulu engkau wanita bangsawan, engkau mulia, engkau hartawan. Namun hari ini engkau telah dihina orang. Semua orang telah menjauhi dirimu. Seluruh kekayaanmu habis. Adakah engkau menyesal, wahai Khadijah, bersuamikan aku, ?" lanjut Rasulullah tak kuasa melihat istrinya menangis.

“Wahai suamiku, wahai Nabi Allah. Bukan itu yang kutangiskan," jawab Khadijah.
"Dahulu aku memiliki kemuliaan, Kemuliaan itu telah aku serahkan untuk Allah dan RasulNya. Dahulu aku adalah bangsawan, Kebangsawanan itu juga aku serahkan untuk Allah dan RasulNya. Dahulu aku memiliki harta kekayaan, Seluruh kekayaan itupun telah aku serahkan untuk Allah dan RasulNya”.

"Wahai Rasulullah, sekarang aku tak punya apa-apa lagi. Tetapi engkau masih terus memperjuangkan agama ini. Wahai Rasulullah, sekiranya nanti aku mati sedangkan perjuanganmu belum selesai, sekiranya engkau hendak menyeberangi sebuah lautan, sekiranya engkau hendak menyeberangi sungai namun engkau tidak memperoleh rakit atau pun jembatan, maka galilah lubang kuburku, ambillah tulang-belulangku, jadikanlah sebagai jembatan bagimu untuk menyeberangi sungai itu supaya engkau bisa berjumpa dengan manusia dan melanjutkan dakwahmu”.

"Ingatkan mereka tentang kebesaran Allah, Ingatkan mereka kepada yang hak, Ajak mereka kepada Islam, wahai Rasulullah”.

Rasulullah pun tampak sedih. “Oh Khadijahku sayang, kau meninggalkanku sendirian dalam perjuanganku. Siapa lagi yang akan membantuku?”
“Aku, ya Rasulullah!” sahut Ali bin Abi Thalib. jawab, menantu Rasullulah...

Di samping jasad Siti Khadijah, Rasulullah kemudian berdoa kepada Allah.

“Ya Allah, ya ILahi Rabbiy, limpahkanlah rahmat-Mu kepada Khadijahku, yang selalu membantuku dalam menegakkan Islam, Mempercayaiku pada saat orang lain menentangku, Menyenangkanku pada saat orang lain menyusahkanku, Menenteramkanku pada saat orang lain membuatku gelisah”.

Ya ALLAH...
✔ Muliakanlah orang yang membaca dan membagikan status ini
✔ Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid
✔ Lapangkanlah hatinya
✔ Bahagiakanlah keluarganya
✔ Luaskan rezekinya seluas lautan
✔ Mudahkan segala urusannya
✔ Kabulkan cita-citanya
✔ Jauhkan dari segala Musibah
✔ Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar.
✔ Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang
membaca dan membagikan status ini.
Aamiin ya Rabbal'alamin

Sobat sekarang anda memiliki dua pilihan ,
1. Membiarkan sedikit pengetahuan ini hanya dibaca disini
2. Membagikan pengetahuan ini kesemua teman facebookmu , insyallah bermanfaat dan akan menjadi pahala bagimu. Aamiin..

Semoga yg berkomentar Aamiin dijauhkan dari segala penyakit, diberi sehat wal'afiat, rezekinya melimpah ruah, dan keluarganya bahagia Dan bisa masuk Surga melalui pintu mana saja.

Barakallahu fiikum
Semoga bermanfaat ๐Ÿ™

Rabu, 17 Oktober 2018

Bahu Suami pun Bisa Rapuh

┏﷽๐Ÿ ๐Ÿ’ž๐Ÿ“‘━━━━━━━┓

Bahu Suami pun Bisa Rapuh

┗━━━━━━━━━๐Ÿ“‘๐Ÿ’ž๐Ÿ ┛

۩۞۞๐Ÿ’ž๐Ÿก๐Ÿ’ž۞۞۩

๐Ÿ”ตSahabat yang berbahagia, ketika suami sedang mengalami guncangan ekonomi, hal yang perlu kita lakukan adalah merangkulnya. Jangan bebankan dia dengan menuntut ini dan itu. Walaupun kewajiban mencari nafkah adalah tanggungjawabnya.

๐Ÿ”ตBukan hanya wanita saja yang mudah rapuh. Tak dipungkiri bahwa kewajiban suami selain melindungi dan mengayomi istri serta anaknya, juga sebagai pemenuh kebutuhan keluarga atau memberi nafkah. Besarnya tanggungjawab dan beban mental yang ditanggungnya menyebabkan pundak lelakipun mudah rapuh. Walaupun tak diperlihatkan dengan tangisan seperti yang sering wanita lakukan. Jangan dibayangkan rapuhnya lelaki sama seperti wanita. Maka tak jarang yang ditunjukkannya adalah egosentris yang tinggi. Agar tak terlihat kelemahannya di depan istri. Justru inilah yang sering memicu menjadi pertengkaran. Bahkan tak jarang yang berakibat perceraian.

๐Ÿ”ตPada dasarnya, sebagaian wanita itu multi talent. Tercipta dari tulang rusuk. Yang melengkapi tapi bukan sekedar pelengkap. Hanya saja terkadang wanita tak bisa melihat kelebihan yang ada pada dirinya. Dan sayangnya, malah ada yang beranggapan bahwa mereka makhluk yang lemah. Mungkin secara fisik dan tenaga iya, wanita memang lemah. Tapi secara akal dan naluri perempuan lebih unggul. Dan itu bisa menjadi senjata pelunak bagi seorang lelaki.

๐Ÿ”ตSetiap rumahtangga pasti menginginkan kehidupan yang ideal. Suami mampu mencukupi kebutuhan lahir dan batin tanpa ada hambatan. Tak jarang mertua pun mencari menantu ideal yang mapan finansialnya agar terjamin kehidupan anaknya kelak. Tapi yang jarang dipersiapkan justru saat keadaan berbalik seratus delapan puluh derajat dari yang diinginkan. Disinilah terjadinya prahara rumahtangga. Menjadi istri yang lebih bernilai di mata suami justru di saat dia rapuh dan kita mampu menunjukkan ketegaran dan dukungan padanya.

๐Ÿ“‘ Tips sederhana agar bahu suami tak mudah rapuh:

✒1.Dukung apapun keadaannya. Saat sulitnya suami, dia butuh dukungan orang terdekatnya. Yaitu istri.

✒2.Yakinkan dirinya dia tak sendiri. Mendampingi suami yang sedang mengalami kesulitan (dalam kerjaan atau finansial) memang tak mudah. Tapi ketegaran istri memudahkan suami melaluinya.

✒3.Hindari berkeluh kesah. Sebagai istri yang terdampak dari kesulitan suami, tanpa disadari sering mengeluh pada suami. Justru itu yang memperparah keadaan.

✒4.Menjadi jalan keluar kesulitannya. Jika masalah dipekerjaannya, lihat dahulu permasalahannya. Ada kalanya kita diam tanpa berkeluh kesah padanya itu cukup membantunya. Kecuali suami minta pendapat kita. Berikan solusi semampunya. Jika masalah pada pendapatannya, kita bisa membantu sebisa yang kita punya. Jika tidak, mungkin istri dapat membantunya dengan bekerja dari rumah. Misalnya jualan via online, menitipkan kue dan jajanan di warung atau apapun yang bisa diperbuat untuk meringankan bebannya.

✒5.Jangan sekali-kali menyinggung ego suami. Merendahkannya dengan menolak berhubungan intim, mengatai suami dengan bahasa yang kasar dan merendahkan, mengungkit-ungkit bantuan kita padanya. Itu hanya menyebabkan prahara rumahtangga. Tak ada amal yang sia-sia, maka jangan mengharap balasan atau pujian apalagi itu semata untuk keutuhan rumahtangga.

๐Ÿ“„ Nabi Muhammad ๏ทบ bersabda :

๐Ÿ“„ "Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya dan bila dia pergi si istri ini akan menjaga dirinya". (HR. Abu Dawud no. 1417.)

๐Ÿ”ตPernikahan yang diinginkan setiap pasangan adalah langgeng seumur hidup. Menjadi istri yang baik bagi suami adalah ibarat tangan kanan dan kiri. Walaupun tangan kanan sebagai tumpuan, tangan kiri mendukung gerakan tangan kiri. Agar lebih mudah. Rumahtangga yang saling bahu membahu menghadapi tiap terpaan badai, akan menemui pelangi indah di tepian. Dan nilai kebahagiaan tak terletak pada harta semata.
۞Allahu A'lam
➖➖➖➖➖➖
๐Ÿ“ Ust. Miftahuddin

۩۞۞๐Ÿ’ž๐Ÿก๐Ÿ’ž۞۞۩

๐Ÿ“ฑ Distributed by:
WAG: "KELUARGA SAMAWA"

Joint:
๐Ÿ‘‡
https://chat.whatsapp.com/5TKGUsDwx5ABSdgpTyK7hH
 (Khusus Pasutri)

☎Info: 085694506720 (SMS/WA/Telegram)

♻ Silahkan dishare

Senin, 01 Oktober 2018

KETIKA BUMI MULAI BERJALAN.. Pasca Gempa dan Tsunami Palu Donggala

KETIKA BUMI MULAI BERJALAN
✍๐Ÿป Oleh Ustadz Abu Fairuz Ahmad Ridwan, MA

Aku tak pernah menyangka bahwa bumi yang selalu setia dipijak ini mampu bergeser dengan perintah Tuhannya, memperjalankan apapun yang ada di atasnya..

Tiada arti kekokohan bangunan, bahkan pepohonan dan tower pun ikut berjalan...
La haula wala quwwata Illa billahi..

Jalan-jalan beraspal retak-retak, amblas ke dalam, rumah-rumah tinggal puing-puing belaka.

Sobat...
Kan datang masanya engkau tidak lagi melihat hanya rumah dan bangunan yang berjalan, bahkan gunung-gunung pun kan bergerak bergeser dari tempatnya sebelum hancur dalam luluh lantah huru-hara hari kiamat.

(Artinya) “Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.“ 
Qs. An naml: 88

(Artinya) “Dan mereka bertanya kepadamu tentang gunung-gunung, maka katakanlah: "Tuhanku akan menghancurkannya (di hari kiamat) sehancur-hancurnya,
maka Dia akan menjadikan (bekas) gunung-gunung itu datar sama sekali,
tidak ada sedikitpun kamu lihat padanya tempat yang rendah dan yang tinggi-tinggi”. 
Qs. Thoha: 105-107

Ya Allah...
Sudah begitu dekatkah kiamat yang kau janjikan?...

Belum lagi luka mengering dengan gempa di Lombok, kami mengira negeri ini kan kembali aman sebagaimana sediakala, namun...

Kini jerit tangis dan rintihan pilu lebih dahsyat menyayat hati kami, AsmaMu membumbung
”Allahu akbar, Astaghfirullah, Ya Allah” ...

Tunjukkan padaku Tuhan-Tuhan selain Allah yang mampu menyelamatkan manusia dari cemeti azabNya, Tuhan yang binasa tak kuasa selamatkan dirinya dari azab, bagaimana kan mampu selamatkan manusia..?

Kadang pelajaran pahit hidup berupa bala bencana jua yang memaksa kami kembali memuji dan memuja namaMu...

Maafkan kami Tuhan bila dalam kondisi senang dan girang lupa menyebut namaMu, dalam kondisi happy dan lapang, lalai sujud menghambakan diri padaMu....

Ya Allah wafatkan kami dalam ketaatan

http://www.salamdakwah.com/artikel/4939-ketika-bumi-mulai-berjalan


๐Ÿ“ถ Y U K   S H A®E

________
๐ŸŒ S H A R E D   B Y °°

WhatsApp Jember Mengaji

<<< ©O N T A C    A D M I N >>> 

♻I K H W A N ••
 081997896633
♻A K H W A T••
  08179673019

๐ŸŒFanspage FB:
facebook.com/jembermengaji

Minggu, 30 September 2018

INILAH SEJARAH YANG TIDAK BOLEH DI LUPAKAN OLEH KITA SEMUA.. Bahaya Laten PKI



Tgl 31 Oktober;1948 : Muso di Eksekusi di Desa Niten Kecamatan Sumorejo Kabupaten Ponorogo. Sedang MH.Lukman dan Nyoto pergi ke Pengasingan di Republik Rakyat China (RRC).

Akhir November 1948 : Seluruh Pimpinan PKI Muso berhasil di Bunuh atau di Tangkap, dan Seluruh Daerah yg semula di Kuasai PKI berhasil direbut, antara lain : Ponorogo, Magetan, Pacitan, Purwodadi, Cepu, Blora, Pati, Kudus, dan lain'y.

Tgl 19 Desember 1948 : Agresi Militer Belanda kedua ke Yogyakarta.

Tahun 1949 : PKI tetap Tidak Dilarang, sehingga tahun 1949 dilakukan Rekontruksi PKI dan tetap tumbuh berkembang hingga tahun 1965.

Awal Januari 1950 : Pemerintah RI dgn disaksikan puluhan ribu masyarakat yg datang dari berbagai daerah seperti Magetan, Madiun, Ngawi, Ponorogo dan Trenggalek, melakukan Pembongkaran 7 (Tujuh) Sumur Neraka PKI dan mengidentifikasi Para Korban. Di Sumur Neraka Soco I ditemukan 108 Kerangka Mayat yg 68 dikenali dan 40 tidak dikenali, sedang di Sumur Neraka Soco II ditemukan 21 Kerangka Mayat yg semua'y berhasil diidentifikasi. Para Korban berasal dari berbagai Kalangan Ulama dan Umara serta Tokoh Masyarakat.

Tahun 1950 : PKI memulai kembali kegiatan penerbitan Harian Rakyat dan Bintang Merah.

Tgl 6 Agustus 1951 : Gerombolan Eteh dari PKI menyerbu Asrama Brimob di Tanjung Priok dan merampas semua Senjata Api yg ada.

Tahun 1951 : Dipa Nusantara Aidit memimpin PKI sebagai Partai Nasionalis yg sepenuh'y mendukung Presiden Soekarno sehingga disukai Soekarno, lalu Lukman dan Nyoto pun kembali dari pengasingan untuk membantu DN Aidit membangun kembali PKI.

Tahun 1955 : PKI ikut Pemilu Pertama di Indonesia dan berhasil masuk empat Besar setelah MASYUMI, PNI dan NU.

Tgl 8-11 September 1957 : Kongres Alim Ulama Seluruh Indonesia di Palembang–Sumatera Selatan Mengharamkan Ideologi Komunis dan mendesak Presiden Soekarno untuk mengeluarkan Dekrit Pelarangan PKI dan semua Mantel organisasi'y, tapi ditolak oleh Soekarno.

Tahun 1958 : Kedekatan Soekarno dgn PKI mendorong Kelompok Anti PKI di Sumatera dan Sulawesi melakukan koreksi hingga melakukan Pemberontakan terhadap Soekarno. Saat itu MASYUMI dituduh terlibat, karena Masyumi merupakan MUSUH BESAR PKI.

Tgl 15 Februari 1958 : Para pemberontak di Sumatera dan Sulawesi Mendeklarasikan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI), namun Pemberontak kan ini berhasil dikalahkan dan dipadamkan.

Tanggal 11 Juli 1958 : DN Aidit dan Rewang mewakili PKI ikut Kongres Partai Persatuan Sosialis Jerman di Berlin.

Bulan Agustus 1959 : TNI berusaha menggagalkan Kongres PKI, namun Kongres tersebut tetap berjalan karena ditangani sendiri oleh Presiden Soekarno.

Tahun 1960 : Soekarno meluncurkan Slogan NASAKOM (Nasional, Agama dan Komunis) yg didukung penuh oleh PNI, NU dan PKI. Dgn demikian PKI kembali terlembagakan sebagai bagian dari Pemerintahan RI.

Tgl 17 Agustus 1960 : Atas Desakan dan Tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.200 Th.1960 tertanggal 17 Agustus 1960 tentang "PEMBUBARAN MASYUMI (Majelis Syura Muslimin Indonesia)" dgn dalih tuduhan keterlibatan Masyumi dalam Pemberotakan PRRI, padahal hanya karena ANTI NASAKOM.

Medio Tahun 1960 : Departemen Luar Negeri AS melaporkan bahwa PKI semakin kuat dgn keanggotaan mencapai 2 Juta orang.

Bulan Maret 1962 : PKI resmi masuk dalam Pemerintahan Soekarno, DN Aidit dan Nyoto diangkat oleh Soekarno sebagai Menteri Penasehat.

Bulan April 1962 : Kongres PKI.

Tahun 1963 : PKI Memprovokasi Presiden Soekarno untuk Konfrontasi dgn Malaysia, dan mengusulkan dibentuk'y Angkatan Kelima yg terdiri dari BURUH dan TANI untuk dipersenjatai dengan dalih ”Mempersenjatai Rakyat untuk Bela Negara” melawan Malaysia.

Tgl 10 Juli 1963 : Atas Desakan dan Tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.139 th.1963 tertanggal 10 Juli 1963 tentang PEMBUBARAN GPII (Gerakan Pemuda Islam Indonesia), lagi-lagi hanya karena ANTI NASAKOM.

Tahun 1963 : Atas Desakan dan Tekanan PKI terjadi Penangkapan Tokoh-Tokoh Masyumi dan GPII serta Ulama Anti PKI, antara lain : KH.Buya Hamka, KH.Yunan Helmi Nasution, KH.Isa Anshari, KH.Mukhtar Ghazali, KH.EZ. Muttaqien, KH.Soleh Iskandar, KH.Ghazali Sahlan dan KH.Dalari Umar.

Bulan Desember 1964 : Chaerul Saleh Pimpinan Partai MURBA (Musyawarah Rakyat Banyak) yg didirikan oleh mantan Pimpinan PKI, Tan Malaka, menyatakan bahwa PKI sedang menyiapkan KUDETA.

Tgl 6 Januari 1965 : Atas Desakan dan Tekanan PKI terbit Surat Keputusan Presiden RI No.1/KOTI/1965 tertanggal 6 Januari 1965 tentang PEMBEKUAN PARTAI MURBA, dengan dalih telah Memfitnah PKI.

Tgl 13 Januari 1965 : Dua Sayap PKI yaitu PR (Pemuda Rakyat) dan BTI (Barisan Tani Indonesia) Menyerang dan Menyiksa Peserta Training PII (Pelajar Islam Indonesia) di Desa Kanigoro Kecamatan Kras Kabupaten Kediri, sekaligus melecehkan Pelajar Wanita'y, dan jg merampas sejumlah Mushaf Al-Qur’an dan merobek serta menginjak-injak'y.

Awal Tahun 1965 : PKI dgn 3 Juta Anggota menjadi Partai Komunis terkuat di luar Uni Soviet dan RRT. PKI memiliki banyak Ormas, antara lain : SOBSI (Serikat Organisasi Buruh Seluruh Indonesia), Pemuda Rakjat, Gerwani, BTI (Barisan Tani Indonesia), LEKRA (Lembaga Kebudayaan Rakjat) dan HSI (Himpunan Sardjana Indonesia).

Tgl 14 Mei 1965 : Tiga Sayap Organisasi PKI yaitu PR, BTI dan GERWANI merebut Perkebunan Negara di Bandar Betsi, Pematang Siantar, Sumatera Utara, dgn Menangkap dan Menyiksa serta Membunuh Pelda Soedjono penjaga PPN (Perusahaan Perkebunan Negara) Karet IX Bandar Betsi.

Bulan Juli 1965 : PKI menggelar Pelatihan Militer untuk 2000 anggota'y di Pangkalan Udara Halim dgn dalih ”Mempersenjatai Rakyat untuk Bela Negara”.

Tgl 21 September 1965 : Atas desakan dan tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.291 th.1965 tertanggal 21 September 1965 tentang PEMBUBARAN PARTAI MURBA, karena sangat memusuhi PKI.

Tgl 30 September 1965 Pagi : Ormas PKI Pemuda Rakjat dan Gerwani menggelar Demo Besar di Jakarta.

Tgl 30 September 1965 Malam : Terjadi Gerakan G30S/PKI atau disebut jg GESTAPU (Gerakan September Tiga Puluh) : PKI Menculik dan Membunuh 6 (enam) Jenderal Senior TNI AD di Jakarta dan membuang mayat'y ke dalam sumur di LUBANG BUAYA Halim, mereka adalah : Jenderal Ahmad Yani, Letjen R.Suprapto, Letjen MT.Haryono, Letjen S.Parman, Mayjen Panjaitan dan Mayjen Sutoyo Siswomiharjo. PKI jg menculik dan membunuh Kapten Pierre Tendean karena dikira Jenderal Abdul Haris Nasution. PKI pun membunuh AIP KS Tubun seorang Ajun Inspektur Polisi yg sedang bertugas menjaga Rumah Kediaman Wakil PM Dr.J.Leimena yg bersebelahan dgn Rumah Jenderal AH.Nasution. PKI jg menembak Putri Bungsu Jenderal AH.Nasution yg baru berusia 5 (lima) tahun, Ade Irma Suryani Nasution, yg berusaha menjadi Perisai Ayahanda'y dari tembakan PKI, kemudian ia terluka tembak dan akhir'y wafat pd tanggal 6 Oktober 1965.
G30S/PKI dipimpin oleh Letnan Kolonel Untung yang membentuk tiga kelompok gugus tugas penculikan, yaitu : Pasukan Pasopati dipimpin Lettu Dul Arief, dan Pasukan Pringgondani dipimpin Mayor Udara Sujono, serta Pasukan Bima Sakti dipimpin Kapten Suradi. Selain Letkol Untung dan kawan-kawan, PKI didukung oleh sejumlah Perwira ABRI (TNI/Polri) dari berbagai Angkatan, antara lain : Angkatan Darat : Mayjen TNI Pranoto Reksosamudro, Brigjen TNI Soepardjo dan Kolonel Infantri A. Latief. Angkatan Laut : Mayor KKO Pramuko Sudarno, Letkol Laut Ranu Sunardi dan Komodor Laut Soenardi. Angkatan Udara : Men/Pangau Laksda Udara Omar Dhani, Letkol Udara Heru Atmodjo dan Mayor Udara Sujono. Kepolisian : Brigjen Pol. Soetarto, Kombes Pol. Imam Supoyo dan AKBP Anwas Tanuamidjaja.

Tgl 1 Oktober 1965 : PKI di Yogyakarta jg Membunuh Brigjen Katamso Darmokusumo dan Kolonel Sugiono. Lalu di Jakarta PKI mengumumkan terbentuk'y DEWAN REVOLUSI baru yg telah mengambil Alih Kekuasaan.

Tgl 2 Oktober 1965 : Letjen TNI Soeharto mengambil alih Kepemimpinan TNI dan menyatakan Kudeta PKI gagal dan mengirim TNI AD menyerbu dan merebut Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma dari PKI.

Tgl 6 Oktober 1965 : Soekarno menggelar Pertemuan Kabinet dan Menteri PKI ikut hadir serta berusaha Melegalkan G30S, tapi ditolak, bahkan Terbit Resolusi Kecaman terhadap G30S, lalu usai rapat Nyoto pun langsung ditangkap.

Tgl 13 Oktober 1965 : Ormas Anshor NU gelar Aksi unjuk rasa Anti PKI di Seluruh Jawa.

Tgl 18 Oktober 1965 : PKI menyamar sebagai Anshor Desa Karangasem (kini Desa Yosomulyo) Kecamatan Gambiran, lalu mengundang Anshor Kecamatan Muncar untuk Pengajian. Saat Pemuda Anshor Muncar datang, mereka disambut oleh Gerwani yg menyamar sebagai Fatayat NU, lalu mereka diracuni, setelah Keracunan mereka di Bantai oleh PKI dan Jenazah'y dibuang ke Lubang Buaya di Dusun Cemetuk Desa/Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi. Sebanyak 62 (enam puluh dua) orang Pemuda Anshor yg dibantai, dan ad beberapa pemuda yg selamat dan melarikan diri, sehingga menjadi Saksi Mata peristiwa. Peristiwa Tragis itu disebut Tragedi Cemetuk, dan kini oleh masyarakat secara swadaya dibangun Monumen Pancasila Jaya.

Tgl 19 Oktober 1965 : Anshor NU dan PKI mulai bentrok di berbagai daerah di Jawa.

Tgl 11 November 1965 : PNI dan PKI bentrok di Bali.

Tgl 22 November 1965 : DN Aidit ditangkap dan diadili serta di Hukum Mati.

Bulan Desember 1965 : Aceh dinyatakan telah bersih dari PKI.

Tgl 11 Maret 1966 : Terbit Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) dari Presiden Soekarno yg memberi wewenang penuh kepada Letjen TNI Soeharto untuk mengambil langkah Pengamanan Negara RI.
B
Tgl 12 Maret 1966 : Soeharto melarang secara resmi PKI. Bulan April 1966 : Soeharto melarang Serikat Buruh Pro PKI yaitu SOBSI.

Tgl 13 Februari 1966 : Bung Karno masih tetap membela PKI, bahkan secara terbuka di dalam pidatonya di muka Front Nasional di Senayan mengatakan : ”Di Indonesia ini tdk ada partai yg Pengorbanan'y terhadap Nusa dan Bangsa sebesar PKI…”

Tgl 5 Juli 1966 : Terbit TAP MPRS No.XXV Tahun 1966 yang ditanda-tangani Ketua MPRS–RI Jenderal TNI AH.Nasution tentang Pembubaran PKI dan Pelarangan penyebaran Paham Komunisme, Marxisme dan Leninisme.

Bulan Desember 1966 : Sudisman mencoba menggantikan Aidit dan Nyoto untuk membangun kembali PKI, tapi ditangkap dan dijatuhi Hukuman Mati pd tahun 1967.

Tahun 1967 : Sejumlah kader PKI seperti Rewang, Oloan Hutapea dan Ruslan Widjajasastra, bersembunyi di wilayah terpencil di Blitar Selatan bersama Kaum Tani PKI.

Bulan Maret 1968 : Kaum Tani PKI di Blitar Selatan menyerang para Pemimpin dan Kader NU, sehingga 60 (enam puluh) Orang NU tewas dibunuh.

Pertengahan 1968 : TNI menyerang Blitar Selatan dan menghancurkan persembunyian terakhir PKI. Dari tahun 1968 s/d 1998 Sepanjang Orde Baru secara resmi PKI dan seluruh mantel organisasiya dilarang di Seluruh Indonesia dgn dasar TAP MPRS No.XXV Tahun 1966. Dari tahun 1998 s/d 2015

Pasca Reformasi 1998 Pimpinan dan Anggota PKI yg dibebaskan dari Penjara, beserta keluarga dan simpatisanya yg masih mengusung IDEOLOGI KOMUNIS, justru menjadi pihak paling diuntungkan, sehingga kini mereka meraja-lela melakukan aneka gerakan pemutar balikkan Fakta Sejarah dan memposisikan PKI sebagai PAHLAWAN Pejuang Kemerdekaan RI. Sejarah Kekejaman PKI yg sangat panjang, dan jgn biarkan mereka menambah lagi daftar kekejamanya di negeri tercinta ini..

Semoga Tuhan YME senantiasa melindungi kita semua

BAGIKAN SEJARAH INI. JADIKAN PELAJARAN
BUAT GENERASI YG AKAN DATANG

Selasa, 07 Agustus 2018

๐Ÿ•Œ BERTAHAN SHALAT SAAT GEMPA


❓ Di medsos ada perdebatan, boleh tidaknya membatalkan sholat wajib ketika ada gempa.

Mohon penjelasannya ustadz. Jawaban lengkapnya, mohon bisa ditampilkan di konsultasisyariah.com…Agar faedahnya bisa lebih meluas.

✅ Jawab :

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Terdapat kaidah umum yang disampaikan para ulama fiqh. Kaidah itu menyatakan,

ุฏَุฑْุกُ ุงู„ู…َูَุงุณِุฏ ุฃَูˆู„َู‰ ู…ِู† ุฌَู„ุจِ ุงู„ู…َุตَุงู„ِุญ

Menghindari mafsadah (potensi bahaya) lebih didahulukan dari pada mengambil maslahat (kebaikan).

Dalam banyak literatur yang membahas qawaid fiqh, kaidah ini sering disebutkan.

Diantara dalil yang mendukung kaidah ini adalah firman Allah,

ูˆู„ุง ุชَุณُุจُูˆุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ูŠَุฏْุนُูˆู†َ ู…ู† ุฏูˆُู†ِ ุงู„ู„ู‡ِ ูَูŠَุณُุจُّูˆุง ุงู„ู„ู‡َ ุนَุฏْูˆุงً ุจِุบَูŠْุฑِ ุนِู„ْู…ٍ

“Janganlah kamu memaki tuhan-tuhan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa ilmu.” (QS. al-An’am: 108)

Syaikh Dr. Muhammad Shidqi al-Burnu menjelaskan kandungan makna ayat ini,

ูููŠ ุณุจ ุขู„ู‡ุฉ ุงู„ูƒูุงุฑ ู…ุตู„ุญุฉ ูˆู‡ูŠ ุชุญู‚ูŠุฑ ุฏูŠู†ู‡ู… ูˆุฅู‡ุงู†ุชู‡ู… ู„ุดุฑูƒู‡ู… ุจุงู„ู„ู‡ ุณุจุญุงู†ู‡، ูˆู„ูƒู† ู„ู…ุง ุชุถู…ู† ุฐู„ูƒ ู…ูุณุฏุฉ ูˆู‡ูŠ ู…ู‚ุงุจู„ุชู‡ู… ุงู„ุณุจ ุจุณุจ ุงู„ู„ู‡ ุนุฒ ูˆุฌู„ ู†ู‡ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุณุจุญุงู†ู‡ ูˆุชุนุงู„ู‰ ุนู† ุณุจู‡ู… ุฏุฑุกุงً ู„ู‡ุฐู‡ ุงู„ู…ูุณุฏุฉ.

Memaki tuhan orang kafir ada maslahatnya, yaitu merendahkan agama mereka dan tindakan kesyirikan mereka kepada Allah Ta’ala. Namun ketika perbuatan ini menyebabkan potensi bahaya, yaitu mereka membalas makian, dengan menghina Allah, maka Allah melarang memaki tuhan mereka, sebagai bentuk untuk menghindari potensi bahaya. (al-Wajiz fi Idhah Qawaid Fiqh, hlm. 265).

Karena pertimbangan inilah, pelaksaan kewajiban yang sifatnya muwassa’ (waktunya longgar), harus ditunda untuk melakukan kewajiban yang waktunya terbatas.

Shalat wajib termasuk wajib muwassa’ (waktunya longgar). Shalat isya rentang waktunya sejak hilangnya awan merah di ufuk barat, hingga tengah malam. Sehingga, kalaupun seseorang tidak bisa menyelesaikan di awal malam, dia bisa tunda di waktu setelahnya.

Sementara menyelamatkan nyawa juga kewajiban. Karena secara sengaja berdiam di tempat yang berbahaya, hukumnya haram. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ู„ุงَ ุถَุฑَุฑَ ูˆَู„ุงَ ุถِุฑَุงุฑَ

“Tidak boleh melakukan sesuatu yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.” (HR. Imam Ahmad 2863, Ibnu Mรขjah 2341 dan dihasankan Syuaib al-Arnauth)

Ketika terjadi gempa, sementara posisi kita sedang shalat, di sana terjadi pertentangan antara maslahat dengan mafsadah.

Mempertahankan shalat, itu maslahat, sehingga jamaah bisa segera menyelesaikan kewajibannya. Namun di sana ada potensi bahaya, karena jika bangunan itu roboh, bisa mengancam nyawa jamaah.

Mana yang harus didahulukan?

Kaidah di atas memberikan jawaban, menghindari potensi bahaya lebih didahulukan, dari pada mempertahankan maslahat. Apalagi shalat termasuk kewajiban yang waktunya longgar.

Wajib Menyelamatkan Nyawa dengan Membatalkan Shalat

Karena itulah, para ulama menegaskan wajib mendahulukan penyelamatan nyawa, dari para shalat wajib. Kita simak keterangan mereka,

1⃣ Keterangan Hasan bin Ammar al-Mishri – ulama Hanafiyah –

ููŠู…ุง ูŠูˆุฌุจ ู‚ุทุน ุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆู…ุง ูŠุฌูŠุฒู‡ ูˆุบูŠุฑ ุฐู„ูƒ…  ูŠุฌุจ ู‚ุทุน ุงู„ุตู„ุงุฉ ุจุงุณุชุบุงุซุฉ ู…ู„ู‡ูˆู ุจุงู„ู…ุตู„ูŠ

Penjelasan tentang apa saja yang mewajibkan orang untuk membatalkan shalat dan apa yang membolehkannya… wajib membatalkan shalat ketika ada orang dalam kondisi darurat meminta pertolongan kepada orang yang shalat… (Nurul Idhah wa Najat al-Arwah, hlm. 75)

2⃣ Keterangan al-Izz bin Abdus Salam – ulama Syafi’iyah – wafat 660 H.

Dalam kitabnya Qawaid al-Ahkam, beliau menjelaskan,

ุชَู‚ْุฏِูŠู…ُ ุฅู†ْู‚َุงุฐِ ุงู„ْุบَุฑْู‚َู‰ ุงู„ْู…َุนْุตُูˆู…ِูŠู†َ ุนَู„َู‰ ุฃَุฏَุงุกِ ุงู„ุตَّู„َูˆَุงุชِ، ู„ِุฃَู†َّ ุฅู†ْู‚َุงุฐَ ุงู„ْุบَุฑْู‚َู‰ ุงู„ْู…َุนْุตُูˆู…ِูŠู†َ ุนِู†ْุฏَ ุงู„ู„َّู‡ِ ุฃَูْุถَู„ُ ู…ِู†ْ ุฃَุฏَุงุกِ ุงู„ุตَّู„َุงุฉِ، ูˆَุงู„ْุฌَู…ْุนُ ุจَูŠْู†َ ุงู„ْู…َุตْู„َุญَุชَูŠْู†ِ ู…ُู…ْูƒِู†ٌ ุจِุฃَู†ْ ูŠُู†ْู‚ِุฐَ ุงู„ْุบَุฑِูŠู‚َ ุซُู…َّ ูŠَู‚ْุถِูŠ ุงู„ุตَّู„َุงุฉَ…

Harus mendahulukan upaya penyelamatan orang yang tenggelam, dari pada pelaksanaan shalat. karena menyelamatkan nyawa orang yang tenggelam, lebih afdhal di sisi Allah dibandingkan melaksanaan shalat. Disamping menggabungkan kedua maslahat ini sangat mungkin, yaitu orang yang tenggelam diselamatkan dulu, kemudian shalatnya diqadha. (Qawaid al-Ahkam fi Mashalih al-Anam, 1/66).

Beliau berbicara tentang penyelamatan nyawa orang lain. dia didahulukan dibandingkan pelaksanaan shalat wajib. Tentu saja, menyelamatkan diri sendiri harus didahulukan dibandingkan shalat.

3⃣ Keterangan al-Buhuti – ulama hambali – (wafat 1051 H),

ูˆูŠุฌุจ ุฅู†ู‚ุงุฐ ุบุฑูŠู‚ ูˆู†ุญูˆู‡ ูƒุญุฑูŠู‚ ููŠู‚ุทุน ุงู„ุตู„ุงุฉ ู„ุฐู„ูƒ ูุฑุถุงً ูƒุงู†ุช ุฃูˆ ู†ูู„ุงً، ูˆุธุงู‡ุฑู‡ ูˆู„ูˆ ุถุงู‚ ูˆู‚ุชู‡ุง ู„ุฃู†ู‡ ูŠู…ูƒู† ุชุฏุงุฑูƒู‡ุง ุจุงู„ู‚ุถุงุก ุจุฎู„ุงู ุงู„ุบุฑูŠู‚ ูˆู†ุญูˆู‡، ูุฅู† ุฃุจู‰ ู‚ุทุนู‡ุง ู„ุฅู†ู‚ุงุฐ ุงู„ุบุฑูŠู‚ ูˆู†ุญูˆู‡ ุฃุซู… ูˆุตุญุช ุตู„ุงุชู‡

Wajib menyelamatkan orang tenggelam atau korban kebakaran, sehingga harus membatalkan shalat, baik shalat wajib maupun sunah. Dan yang kami pahami, aturan ini berlaku meskipun waktunya pendek. Karena shalat tetap bisa dilakukan dengan cara qadha, berbeda dengan menolong orang tenggelam atau semacamnya. Jika dia tidak mau membatalkan shalatnya untuk menyelamatkan orang yang tenggelam atau korban lainnya, maka dia berdosa meskpiun shalatnya sah. (Kasyaf al-Qi’na, 1/380).

Karena itulah, bagi mereka yang sedang shalat jamaah, kemudian terjadi gempa, sikap yang tepat bukan bertahan shalat namun segera dibatalkan. Karena ini potensi bahaya yang seharusnya dihindari. Terlebih, shalat bisa ditunda setelah situasi memungkinkan.

Demikian, Allahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

๐Ÿ“‹ https://konsultasisyariah.com/32140-shalat-saat-gempa.html