Kumpulan Broadcast | Kumpulan BC | Numpang BC | Kumpulan SMS | Comunitas Online Shop | Tukar PIN BB | Add PIN BB | Invite PIN BB | Kumpulan Iklan | Kumpulan Broadcast BBM | Numpang BC BBM | Kumpulan Cerita Lucu | Kumpulan Cerita Inspiratif | BC Cerita Lucu | BC Iklan | Lowongan Kerja
Minggu, 08 September 2019
RENUNGAN PAGI ๐ SEJARAH PUASA ASYURO
Hari Asyura, hari yang sangat istimewa. Hingga Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan banyak perhatian pada hari itu untuk berpuasa. Dari Ibnu Abbbas Radhiyallahu ‘anhuma, beliau mengatakan,
Saya belum pernah melihat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan perhatian terhadap puasa di satu hari yang beliau istimewakan, melebihi hari asyura, dan puasa di bulan ini, yaitu Ramadhan. (HR. Ahmad 3539 & Bukhari 2006)
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menjanjikan, puasa di hari Asyura, bisa menjadi kaffarah (penebus dosa) setahun yang lalu. Dari Abu Qatadah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya tentang puasa di hari Asyura. Jawab beliau,
َُِّูููุฑُ ุงูุณََّูุฉَ ุงْูู َุงุถَِูุฉَ
Bisa menjadi kaffarah setahun yang lalu. (HR. Ahmad 23200 dan Muslim 2804)
Berdasarkan beberapa hadis di atas, ulama sepakat bahwa puasa pada hari Asyura tidak wajib, dan mayoritas ulama mengatakan hukumnya anjuran.
Tahapan Puasa Asyura
al-Hafidz Ibn Rajab menyebutkan tahapan perjalanan puasa Asyura,
Tahapan pertama, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melakukan puasa Asyura bersama orang musyrikin Mekah.
A’isyah Radhiyallahu ‘anhu menceritakan,
Hari Asyura adalah hari puasanya orang quraisy di masa Jahiliyah. Dan dulu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga berpuasa Asyura. Ketika beliau tiba di Madinah, beliau melakukan puasa itu, dan menyuruh para sahabat untuk melakukan puasa Asyura. (HR. Bukhari 2002 dan Muslim 2693)
Tahapan kedua, ketika Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba di Madinah, beliau melihat orang-orang yahudi melakukan puasa Asyura, akhirnya beliaupun berpuasa dan menyuruh para sahabat untuk berpuasa.
Dari Ibn Abbas radliallahu ‘anhuma, beliau mengatakan:
Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sampai di Madinah, sementara orang-orang yahudi berpuasa Asyura’. Mereka mengatakan: Ini adalah hari di mana Musa menang melawan Fir’aun. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada para sahabat: “Kalian lebih berhak untuk bangga terhadap Musa dari pada mereka (orang yahudi), karena itu berpuasalah.” (HR. Bukhari 4680).
Dan ketika itu, puasa Asyura menjadi puasa wajib bagi kaum muslimin.
Dari Rubayyi’ binti Mu’awwidz radliallahu ‘anha, beliau mengatakan:
Suatu ketika, di pagi hari Asyura’, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus seseorang mendatangi salah satu kampung penduduk Madinah untuk menyampaikan pesan: “Siapa yang di pagi hari sudah makan maka hendaknya dia puasa sampai maghrib. Dan siapa yang sudah puasa, hendaknya dia lanjutkan puasanya.” Rubayyi’ mengatakan: Kemudian setelah itu kami puasa, dan kami mengajak anak-anak untuk berpuasa. Kami buatkan mereka mainan dari kain. Jika ada yang menangis meminta makanan, kami memberikan mainan itu. Begitu seterusnya sampai datang waktu berbuka. (HR. Bukhari 1960)
Tahapan ketiga, ketika ramadhan diwajibkan, hukum puasa Asyura menjadi anjuran dan tidak wajib. A’isyah mengatakan,
Dulu hari Asyura’ dijadikan sebagai hari berpuasa orang Quraisy di masa jahiliyah. Setelah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba di Madinah, beliau melaksanakn puasa Asyura’ dan memerintahkan sahabat untuk berpuasa. Setelah Allah wajibkan puasa Ramadlan, beliau tinggalkan hari Asyura’. Siapa yang ingin puasa Asyura’ boleh puasa, siapa yang tidak ingin puasa Asyura’ boleh tidak puasa. (HR. Bukhari2002 dan Muslim 2693)
Tahapan Keempat, di akhir hayat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau memerintahkan sahabat untuk melakukan puasa tanggal 9 dan tanggal 10 Muharam, untuk membedakan dengan orang yahudi.
Dari Ibn Abbas radliallahu ‘anhuma, beliau menceritakan:
Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan puasa Asyura’ dan memerintahkan para sahabat untuk puasa. Kemudian ada sahabat yang berkata: Ya Rasulullah, sesungguhnya hari Asyura adalah hari yang diagungkan orang yahudi dan nasrani. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tahun depan, kita akan berpuasa di tanggal sembilan.” Namun, belum sampai tahun depan, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallamsudah diwafatkan. (HR. Muslim 2722)
Demikian, Allahu a’lam.
✍๐ป Ustadz Ammi Nur Baits
♻Silahkan share dan raihlah amal jariyah.Semoga memberikan manfaat.
Jazakumullahu khairan
๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐
๐ก Ingin mendapatkan kiriman:
♻ Renungan Pagi
♻ Tadabbur Al Quran
♻ Poster Dakwah
♻ Video Nasihat
๐ Daftarkan dalam broadcast dakwah :
Nama-asal-No.WA ke : 081294400166
๐๐๐๐๐๐๐๐
Narasumber
dr.Faizal Abdillah Shahib
[Direktur Al Quran Memorization Training Centre Indonesia]
Untuk gabung dikomunitas
Tahajud Call Nasional
cp 081394400166
Rabu, 04 September 2019
MORE THAN ENOUGH
Suatu ketika mobil pengangkut madu tiba di sebuah toko...
Orang2 datang berebut untuk membelinya...
Terjadilah antrean panjang di toko pedagang madu...
Tibalah giliran seorang Wanita Tua miskin, dengan tangan gemetar ia menyodorkan gelas yang dibawanya kepada si pedagang madu dan berkata,..
WANITA TUA : Aku tidak mampu membeli madumu, sudilร h engkau bersedekah untukku dengan segelas madu saja...
PEDAGANG MADU : Tidak, aku tidak bisa memberimu segelas madu....
Tetapi kemudian Pedagang madu itu menyuruh pembantunya untuk membawa segentong madu dan mengantarkannya ke rumah Wanita Tua itu....
Wanita Tua menerima-nya dengan mata terbelalak karena tidak percaya apa yang telah terjadi...
Air mata bahagia mengalir deras di pipi keriput-nya...
Seorang laki-laki pembeli yang tadinya antre di belakang Wanita Tua bertanya pada si pedagang madu,..
SEORANG LAKI2 : Tuan, yang diminta wanita itu cuma segelas madu, mengapa engkau malah memberinya segentong madu...?
PEDAGANG MADU : Ia meminta sesuai dengan kebutuhannya , sedangkan aku memberi sesuai kemampuanku ...
Aku mengerjakan itu karena begitulah keadaanku di hadapan Allah selama ini...
Setiap kali aku meminta kepada-NYA apa yang kuinginkan, Ia selalu memberiku berdasarkan keinginan-NYA....
Dan pemberian-NYA bukan hanya sekadar cukup, melainkan SELALU LEBIH dari cukup....
Allah memberi apa yang aku butuhkan, LEBIH dari sekedar apa yang aku inginkan...
Maka Allah akan mencurahkan RahmatNYA sesuai dengan KapasitasNYA...
Barokallahu fiikum ... ๐ง๐ฆ
Rabu, 07 Agustus 2019
°°REZEKI YANG TIDAK DISADARI°°
Dulu, saya mengira sholat dhuha, sholat tahajjud, membaca Al Qur'an dan membaca zikir itu dapat menjadi penyebab terbukanya pintu rezeki (dapat kekayaan harta).
Padahal justru ibadah-ibadah itu sendiri adalah rezeki.
Karena yg saya pahami bahwa rezeki itu adalah berwujud uang, gaji yg besar, banyak order , banyak job, urusan kerjaan lancar, banyak tabungan di bank, punya banyak aset, seperti kendaraan, properti disana-sini
Intinya rezeki itu adalah: "HARTA"
Namun setelah mencari tahu lebih dalam tentang apa makna rezeki dalam Islam, ternyata saya salah besar
Bahwa ternyata, langkah kaki yang dimudahkan untuk hadir ke majelis ilmu, itu adalah rezeki.
Langkah kaki yg dimudahkan untuk shalat berjamaah di masjid adalah rezeki.
Hati yg Allah jaga jauh dari sifat iri hati, dengki, dan kebencian, adalah rezeki.
Punya temen yang sholeh dan saling mengingatkan dalam kebaikan, itu juga rezeki.
Saat keadaan sulit serta penuh keterbatasanpun itu juga rezeki, karena mungkin jika kita dalam keadaan sebaliknya justru akan membuat kita condong bersikap kufur, sombong, angkuh dan bisa lupa diri.
Punya orang tua yang sakit-sakitan, ternyata itu adalah rezeki, karena itu merupakan ladang amal pembuka pintu surga bila kita tulus Ikhlas mengurusnya.
Tubuh yang sehat adalah rezeki.
Bahkan saat diuji dengan sakit, itu juga bentuk lain dari rezeki karena sakit adalah penggugur dosa.
Dan mungkin akan ada jutaan list lainnya bentuk2 rezeki yang kita tidak sadari.
Suami istri dan anak2 sehat itu rezeki, anak-anak dapat bersekolah lancar itu rezeki.
Hidup rukun sama tetangga itu juga rezeki.
Bahkan bila Anda mendapatkan kiriman kajian tausiah keagamaan yg mengajak dan mengingatkan tentang kebajikan, itu juga rezeki, karena Anda akan mendapatkan ilmu darinya.
Justru yang harus kita waspadai adalah ketika hidup kita serba berkecukupan, penuh dengan kemudahan dan kesenangan, padahal begitu banyak hak Allah yang belum mampu atau tidak kita tunaikan.
Astaghfirullah
ۚ ๏ปญَ๏ปฃَ๏บ ูฑ๏ปْ๏บคَ๏ปดَ๏ปฎٰ๏บُ ูฑ๏ป๏บชُّ๏ปงْ๏ปดَ๏บٓ ๏บِ๏ปปَّ ๏ปฃَ๏บَٰ๏ปُ ูฑ๏ปْ๏ปُ๏บฎُ๏ปญ๏บญِ
"Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu" (๐Al-Hadid - 57:20)
Semoga bermanfaat
Barokallohufikum
Kamis, 27 Juni 2019
KARENA APA AIR MATAMU MENANGIS..?
๐๐====๐ธ๐ผ๐ฆ๐ป๐ฆ๐ผ๐ธ===๐๐
Menangis karena Allah terjadi manakala seorang hamba melihat kelalaian pada dirinya atau merasa takut akan kesudahannya yang buruk…
Menangis manakala hamba yang bersangkutan ingat kepada Rabbnya dan takut akan dosa-dosa yang telah dilakukannya…
Abu Sa’id berkata : “Pada suatu hari, aku melihat Manshur bin Zadzan berwudhu. Usai berwudhu, kedua matanya mengucurkan air mata. Ia menangis terus hingga suaranya semakin keras. Aku berkata kepadanya : “Ada apa denganmu, semoga Allah merahmatimu”. Manshur bin Zadzan berkata : “Adakah sesuatu yang lebih besar dari urusanku ? Aku ingin berdiri di depan Dzat yang tidak tidur dan mengantuk. Tapi aku khawatir Dia memalingkan muka dariku”. Demi Allah, aku menangis karena perkataannya itu” (Shifatus Shafwah II/12).
Muhammad bin Naahiah berkata : “Aku shalat shubuh bermakmum di belakang al-Fudhail, dia membaca surat al-Haqqah. Ketika tiba pada bacaan : “Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya” (QS. Al-Haqqah [69]: 30). Al-Fudhail tidak bisa membendung tangisannya” (Siyar A’laam an-Nubalaa’ VIII/444).
Dari Ali bin Zaid, dia berkata : “Suatu malam al-Hasan ada di rumah kami. Pada tengah malam dia menangis. “Wahai Abu Sa’id, semalam engkau telah membuat keluargaku menangis semua”, kataku. Dia berkata : “Wahai Ali, sesungguhnya aku berkata kepada diriku sendiri : “Wahai Hasan, boleh jadi Allah melihatmu karena sebagian musibah yang menimpamu, lalu Dia berfirman : “Berbuatlah sesukamu, karena Aku tidak menerima sedikit pun dari amalmu” (Az-Zuhd no.1608 oleh Imam Ahmad).
Wahai Saudaraku, air mata apakah yang selalu menetes dari mata ini…?
Pernahkah air mata ini menetes karena takut dan harap kepada Allah…?
Pernahkah air mata ini menetes karena sangat rindu ingin bertemu dengan Rasulullah…?
Pernahkah air mata ini menetes karena dosa-dosa dan maksiat yang telah dilakukan…?
Pernahkah air mata ini menetes karena takut orang tua nantinya diazab Allah…?
Pernahkah air mata ini menetes karena takut akan su’ul khatimah…?
Pernahkah air mata ini menetes karena memikirkan alam kubur…?
Pernahkah air mata ini menetes karena memikirkan nasib di akhirat kelak…?
Pernahkah air mata ini menetes karena memikirkan Surga dan Neraka Allah…?
Pernahkah air mata ini menetes karena banyaknya hilang pahala akhirat…?
Pernahkah air mata ini menetes karena banyaknya waktu yang terbuang sia-sia…?
Pernahkah air mata ini menetes karena banyaknya ilmu yang belum diketahui…?
Pernahkah air mata ini menetes karena banyaknya ilmu yang belum diamalkan…?
Pernahkah air mata ini menetes karena jarangnya harta dikeluarkan untuk sedekah…?
Pernahkah air mata ini menetes karena jarangnya hadir di majelis taklim…?
Pernahkah air mata ini menetes karena kehilangan shalat tahajjud di malam hari…?
Pernahkah air mata ini menetes karena kehilangan shalat dua raka’at sebelum shubuh…?
Pernahkah air mata ini menetes karena kehilangan shalat berjamaah di masjid…?
Pernahkah air mata ini menetes karena melihat penderitaan kaum muslimin di tempat lain…?
Abu Musa al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu berkata : “Menangislah kalian…karena sesungguhnya para penghuni Neraka itu menangis padahal tidak ada yang merasa kasihan dengan tangisan mereka, maka menangislah sekarang…karena tangisan kalian saat ini masih dikasihani” (Az-Zuhd no.1101 oleh Imam Ahmad).
Wahai Saudaraku…
Menangislah sebelum menyesal, sebab perjalanan sangatlah jauh dan bekal hanya sedikit…
datangilah majelis tangis…
majelis yang mengingatkan akan negeri akhirat…
majelis yang dapat menyuburkan iman dan taqwa…
majelis yang didalamnya dibacakan ayat-ayat Allah… majelis yang dibacakan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam…yang semua itu menyebabkan air matamu berlinang dan hati ini tunduk, bergetar serta takut kepada Allah ‘Azza wa Jalla…
✍ Ust Najmi Umar Bakkar
https://bbg-alilmu.com/archives/30418
๐๐====๐ธ๐ผ๐ฆ๐ป๐ฆ๐ผ๐ธ===๐๐
Kamis, 13 Juni 2019
Kisah Pemuda, Setan Dan Shalat Shubuh
Seorang lelaki bangun pagi-pagi buta utk sholat subuh di masjid. Dia berpakaian, berwudhu dan berjalan menuju masjid. Ditengah jalan menuju masjid, lelaki tersebut jatuh dan pakaiannya kotor. Dia bangkit, membersihkan bajunya, dan pulang kembali ke rumah. Di rumah,dia berganti baju, berwudhu, dan lagi berjalan menuju masjid. Dalam perjalanan kembali ke masjid, dia jatuh lagi di tempat yg sama! Dia sekali lagi bangkit, membersihkan dirinya dan kembali ke rumah.
Di rumah, dia sekali lagi berganti baju, berwudhu dan berjalan menuju masjid. Di tengah jalan menuju masjid, dia bertemu seorang lelaki yg memegang lampu. Dia menanyakan identiti lelaki tersebut, dan lelaki itu menjawab "Saya melihat anda jatuh 2 kali di perjalanan menuju masjid, jadi saya bawakan lampu untuk menerangi jalan anda". Lelaki pertama mengucapkan terima kasih dan mereka berdua berjalan ke masjid. Saat sampai di masjid, lelaki pertama bertanya kepada lelaki yang membawa lampu untuk masuk dan sholat subuh bersamanya. Lelaki kedua menolak. Lelaki pertama mengajak lagi hingga berkali2 dan lagi jawabannya sama. Lelaki pertama bertanya, kenapa menolak untuk masuk dan sholat. Lelaki kedua menjawab : "Aku adalah Setan". Lelaki itu terkejut dengan jawaban lelaki kedua.
Setan kemudian menjelaskan, "Saya melihat kamu berjalan ke masjid dan sayalah yg membuat kamu terjatuh. Ketika kamu pulang ke rumah, membersihkan badan dan kembali ke masjid, ALLAH memaafkan semua dosa-dosa mu. Saya membuat mu jatuh kedua kalinya, dan bahkan itu pun tidak membuat mu merubah pikiran untuk tinggal di rumah saja, kamu tetap memutuskan kembali masjid. Karena hal itu, ALLAH memaafkan dosa-dosa seluruh anggota keluarga mu. Saya KHAWATIR jika saya membuat mu jatuh untuk ketiga kalinya, jangan-jangan ALLAH akan memaafkan dosa-dosa seluruh penduduk desa mu, jadi saya harus memastikan bahwa anda sampai di masjid dgn selamat".

Jadi, jangan pernah biarkan Setan mendapatkan keuntungan dari setiap aksinya. Jangan melepaskan sebuah niat baik yang hendak kamu lakukan karena kamu tidak pernah tahu ganjaran yg akan kamu dapat, dari segala kesulitan yg kamu temui dalam usaha mu untuk melaksanakan niat baik tersebut.
RAMUAN KHUSUS LELAKI
1. Sudah tahukah KAUM LELAKI bahwa Rasulullah tidak pernah meninggalkan sholat berjamaah, sejak sholat diwajibkan malam Isra' Mi'raj hingga sholat terakhir dalam hidup beliau ?
2. Tahukah KAUM LELAKI bahwa banyak di antara para ulama yang seumur hidupnya tidak pernah sholat fardhu sendirian dan selalu berjamaah sampai akhir hayat mereka ?
3. Tahukah KAUM LELAKI bahwa diantara mereka ada yang rela walaupun harus membayar orang demi menemani sholat berjamaah ?
4. Tahukah KAUM LELAKI bahwa ada sebagian ulama yang pernah menangis selama 40 hari karena merasa rugi yang amat mendalam sebab tertinggal 1 (satu) sholat fardhu berjamaah saja ?
5. Tahukah KAUM LELAKI bahwa bila anda solat berjamaah maka sholat anda dapat dipastikan diterima oleh ุงَُّููู ?
6. Tahukah KAUM LELAKI bahwa khusus utk sholat isya' dan subuh berjamaah berpahala seperti sholat setengah malam dan semalam suntuk ?
7. Tahukah KAUM LELAKI bahwa orang yang sholat subuh berjamaah, maka di hari itu kehidupannya dibawah perlindungan ุงَُّููู !! Artinya, bila ada orang yang mengusiknya maka dia berurusan langsung dengan ุงَُّููู ?
8. Tahukah KAUM LELAKI bahwa karena begitu beratnya hukum solat berjamaah sehingga dalam Madzhab Hanafi difatwa-kan bahwa hukum sholat berjamaah adalah wajib ?
9. Tahukah KAUM LELAKI bahwa dalam madzhab kita asysyafi'i sholat berjamaah hukumnya fardhu kifayah sehingga bila dalam sebuah perkampungan penduduknya tidak ada yang sholat berjamaah, maka sekampung itu berdosa semua karena meninggalkan berjamaah, jd berdosa-nya bukan karena meninggalkan sholat?
10. Tahukah KAUM LELAKI bahwa syaitan akan berleluasa berkuasa di sebuah perkampungan, bila penghuninya tidak ada yang solat berjamaah?
11. Tahukah KAUM LELAKI bahwa dalam suatu hadits, Rasulullah SAW sempat mengancam bahkan Rasulullah SAW mengancam kepada orang yang meninggalkan sholat berjamaah hingga berkeinginan membakar rumah mereka!
12. Tahukah KAUM LELAKI bahwa sahabat Ibnu Mas'ud RA, pernah mengatakan "kami saksikan saat Nabi Muhammad SAW masih hidup tidak seorangpun, ada yang meninggalkan solat berjamaah kecuali hanya orang-2 munafik tulen!"
13. Semoga mendapat hidayah bersama. Yok kita utamakan shalat berjama'ah walau sesibuk apapun... Itu Baru Laki2
Kamis, 02 Mei 2019
PERSIAPAN MENJELANG RAMADHAN
Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakaatuh,
ุฅِّู ุงْูุญَู ْุฏَ ِููู َูุญْู َุฏُُู ََููุณْุชَุนُُِْููู ََููุณْุชَุบِْูุฑُُู ََููุนُْูุฐُ ุจِุงِููู ู ِْู ุดُุฑُْูุฑِ ุฃَُْููุณَِูุง َูุณَّูุฆَุงุชِ ุฃَุนْู َุงَِููุง ู َْู َْููุฏِِู ุงُููู َููุงَ ู ُุถِّู َُูู َูู َْู ُูุถِْْูู َููุงَ َูุงุฏَِู َُูู
ุฃَุดَْูุฏُ ุฃَْู ูุงَ ุฅَِูู ุฅِูุงّ ุงُููู َูุฃَุดَْูุฏُ ุฃَّู ู ُุญَู ّุฏًุง ุนَุจْุฏُُู َูุฑَุณُُُْููู
ุงَُูููู ّ ุตَّู َูุณَّูู ْ ุนَูู ู ُุญَู ّุฏٍ َูุนَูู ุขِِูู ِูุฃَุตْุญَุงุจِِู َูู َْู ุชَุจِุนَُูู ْ ุจِุฅِุญْุณَุงٍู ุฅَِูู َْููู ِ ุงูุฏّْูู، ุฃَู َّุง ุจَุนْุฏُ
Kaum muslimin yang berbahagia,
Syukur Alhamdulillah kita haturkan ke hadhirat Allah, Sang Pemberi petunjuk, Yang menguasai dan mengendalikan seluruh hati manusia. Puji syukur kita haturkan pula kepada Allah, karena dengan rahmat dan hidayahnya, kita bisa merasakan nikmatnya ibadah dan ketaatan kepada-Nya.
InsyaaAllah beberapa hari lagi kita akan berjumpa dengan bulan ramadhan. Bulan mulia, yang penuh berkah. Para hamba dimotivasi untuk banyak mendekatkan diri kepada-Nya. Karena itulah, selayaknya kita menyambut ramadhan dengan kegembiraan dan suka cita.
Dulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi kabar gembira kepada para sahabat akan datangnya ramadhan.
Sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu pernah bercerita,
Ketika datang ramadhan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi kabar gembira kepada para sahabat akan datangnya ramadhan. Beliau bersabda,
َูุฏْ ุฌَุงุกَُูู ْ ุฑَู َุถَุงُู، ุดَْูุฑٌ ู ُุจَุงุฑٌَู، ุงْูุชَุฑَุถَ ุงُููู ุนََُْูููู ْ ุตَِูุงู َُู، ุชُْูุชَุญُ ِِููู ุฃَุจَْูุงุจُ ุงْูุฌََّูุฉِ، َูุชُุบَُْูู ِِููู ุฃَุจَْูุงุจُ ุงْูุฌَุญِูู ِ، َูุชُุบَُّู ِِููู ุงูุดََّูุงุทُِูู، ِِููู ََْูููุฉٌ ุฎَْูุฑٌ ู ِْู ุฃَِْูู ุดَْูุฑٍ، ู َْู ุญُุฑِู َ ุฎَْูุฑََูุง ََููุฏْ ุญُุฑِู َ
“Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan kalian untuk berpuasa. Di bulan ini, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan diikat; di sana terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan, barangsiapa terhalangi untuk mendapat kebaikannya, berarti dia telah terhalangi untuk mendapatkan kebaikan.” (HR. Ahmad dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).
Hadhirin yang kami hormati,
Secara umum, ketika kita menghadapi sebuah ibadah, ada 3 hal yang perlu kita pikirkan,
Pertama, apa yang harus kita persiapkan sebelum ibadah
Kedua, apa yang harus kita lakukan ketika beribadah,
Dan yang ketiga, apa yang harus kita lestarikan pasca-ibadah.
Di kesempatan kali ini, kita akan membicarakan, apa yang seharusnya dipersiapkan seorang muslim sebelum memasuki ramadhan.
Kaum muslimin yang berbahagia,
Ada beberapa hal yang perlu kita persiapkan menjelang ramadhan
Pertama, memperbanyak berdoa
Berdoa memohon kepada Allah, agar Allah mempertemukan kita dengan ramadhan, dalam kondisi sehat jasmani rohani. Sehingga bisa maksimal dalam beribadah ketika ramadhan.
Kita meyakini bahwa satu-satunya yang kuasa mengendalikan diri kita hanya Allah. Dia yang memberi kemudahan bagi para hamba-Nya untuk beribadah kepada-Nya. Baik kemudahan dalam bentuk fisik, seperti kesehatan, kekuatan, dst. Termasuk yang paling penting adalah kemudahan dalam bentuk semangat untuk melakukan ibadah.
Kita tidak akan mampu beribadah, tanpa pertolongan dari-Nya. Karena itu, berdoa dan berdoalah. Memohon kepada Allah agar kita diberi kemudahan untuk mendapatkan kebaikan ramadhan.
Kita bisa simak semangat sahabat dan para tabi’in di masa silam. Mereka sangat antusias menyambut ramadhan. Sehingga mereka gunakan kesempatan doa mereka, untuk memohon kepada Allah agar bisa bertemu ramadhan.
Mu’alla bin Al-Fadhl – ulama tabi’ tabiin –,
ูุงููุง ูุฏุนูู ุงููู ุชุนุงูู ุณุชุฉ ุฃุดูุฑ ุฃู ูุจูุบูู ุฑู ุถุงู ูุฏุนููู ุณุชุฉ ุฃุดูุฑ ุฃู ูุชูุจู ู ููู
“Dulu para sahabat, selama enam bulan sebelum datang Ramadhan, mereka berdoa agar Allah mempertemukan mereka dengan bulan Ramadhan. Kemudian, selama enam bulan sesudah ramadhan, mereka berdoa agar Allah menerima amal mereka selama bulan Ramadhan.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 264)
Diantara doa yang bisa kita tiru adalah doa yang diriwayatkan oleh Yahya bin Abi Katsir – seorang ulama tabi’in –, bahwa sebagian sahabat ketika mendekati datangnya Ramadhan mereka berdoa,
ุงََُّูููู َّ ุณَِّูู ِْููู ุฅَِูู ุฑَู َุถَุงَู َูุณَِّูู ْ ِููู ุฑَู َุถَุงَู َูุชَุณََّูู ُْู ู ِِูู ู ُุชََูุจَّูุงً
“Ya Allah, antarkanlah aku hingga sampai Ramadhan, dan antarkanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadhan.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 264)
Satu harapan yang luar biasa. Betapa mereka menilai, Ramadhan adalah bulan yang sangat istimewa. Sehingga mereka tidak akan menjadikannya kesempatan yang sia-sia.
Kedua, Perbanyak istighfar dan memohon ampun kepada Allah
Semoga istighfar kita bisa melebur dosa kita.
Dosa dan maksiat adalah sumber penyakit bagi hati. Dialah sumber noda bagi hati.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menggambarkan bagaimana bahaya dosa bagi hati manusia,
ุฅَِّู ุงูุนَุจْุฏَ ุฅِุฐَุง ุฃَุฎْุทَุฃَ ุฎَุทِูุฆَุฉً ُِููุชَุชْ ِูู َْููุจِِู ُْููุชَุฉٌ ุณَْูุฏَุงุกُ، َูุฅِุฐَุง َُูู َูุฒَุนَ َูุงุณْุชَุบَْูุฑَ َูุชَุงุจَ ุณَُِูู َْููุจُُู، َูุฅِْู ุนَุงุฏَ ุฒِูุฏَ َِูููุง ุญَุชَّู ุชَุนَُْูู َْููุจَُู، ََُููู ุงูุฑَّุงُู ุงَّูุฐِู ุฐََูุฑَ ุงَُّููู» {ََّููุง ุจَْู ุฑَุงَู ุนََูู ُُูููุจِِูู ْ ู َุง َูุงُููุง َْููุณِุจَُูู}
Sesungguhnya seorang hamba, apabila melakukan perbuatan maksiat maka akan dititikkan dalam hatinya satu titik hitam. Jika dia meninggalkan maksiat itu, memohon ampun dan bertaubat, hatinya akan dibersihakn. Namun jika dia kembali maksiat, akan ditambahkan titik hitam tersebut hingga menutupi hatinya. Itulah yang diistilahkan “ar-raan” yang Allah sebutkan dalam firman-Nya, (yang artinya), ‘Sekali-kali tidak demikian, sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.’ (HR. Turmudzi, Ibnu Majah dan sanadnya dinilai kuat oleh Syuaib Al-Arnauth).
Mulailah bertaubat untuk menghapus kesalahan kita. Jika kesalahan itu harus ditutupi dengan membayar kaffarah, kita siap membayarnya. Jika terkait dengan hak orang lain, kitapun siap dengan meminta maaf kepadanya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menggambarkan,
ุงูุชَّุงุฆِุจُ ู َِู ุงูุฐَّْูุจِ، َูู َْู َูุง ุฐَْูุจَ َُูู
Orang yang bertaubat dari satu perbuatan dosa, seperti orang yang tidak melakukan dosa itu. (HR. Ibn Majah).
Dengan taubat, berarti kita menghilangkan penyakit hati berupa noda dosa dalam diri kita.
Ketiga, mulai membiasakan diri dengan kebaikan
Sesuatu yang dilakukan dengan mendadak, biasanya hasilnya tidak masksimal. Karena manusia jadi baik, tidak bisa dilakukan secara instan. Semuanya butuh proses.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan,
ู َْู َูุณْุชَุนَِّู ُูุนُُِّูู ุงَُّููู ، َูู َْู َูุชَุตَุจَّุฑْ ُูุตَุจِّุฑُْู ุงَُّููู ، َูู َْู َูุณْุชَุบِْู ُูุบِِْูู ุงَُّููู
“Siapa yang melatih diri menjaga kehormatan maka Allah akan jaga kehormatannya, siapa yang melatih diri untuk bersabar, Allah jadikan dia penyabar. Dan siapa yang merasa cukup, Allah akan memberikan kecukupan.” (HR. Bukhari, Abu Daud, dan yang lainnya)
Umumnya, ketika kita memasuki ramadhan, ada 2 amalan besar yang akan dirutinkan masyarakat, berpuasa di siang hari, dan membaca al-Quran tadarusan. Dan keduanya butuh kesabaran.
Anda harus biasakan sejak sekarang. Mulai latihan bersabar dengan banyak membaca al-Quran.
Latihan sabar membaca al-Quran, akan memudahkan kita banyak membaca al-Quran ketika ramadhan. Setidaknya, dalam sehari kita bisa membaca satu juz.
Keempat, Tekad untuk untuk menjadikan ramadhan kesempatan untuk berubah
Kita harus punya target. Ramadhan tahun ini harus mengubah diri saya menjadi lebih baik.
Allah memberikan banyak kemudahan bagi hamba-Nya untuk beribadah selama ramadhan.
Dalam hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ุฅِุฐَุง ุฌَุงุกَ ุฑَู َุถَุงُู ُูุชِّุญَุชْ ุฃَุจَْูุงุจُ ุงْูุฌََّูุฉِ َูุบَُِّููุชْ ุฃَุจَْูุงุจُ ุงَّููุงุฑِ َูุตُِّูุฏَุชِ ุงูุดََّูุงุทُِูู
Ketika datang ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. (HR. Muslim)
Pintu surga dibuka, artinya peluang besar bagi anda yang melakukan ketaatan, untuk diterima amalnya dan mengantarkannya ke dalam surga.
Pintu neraka ditutup, artinya kita berharap semoga kemaksiatan yang kita lakukan, segera diampuni dan tidak mengantarkan kita ke neraka.
Setan-setan dibelenggu, sehingga tidak mudah baginya untuk menggoda manusia. tidak sebagaimana ketika dia dalam kondisi lepas.
Artinya, itu kesempatan terbesar bagi kita untuk berubah. Target ramadhan tahun ini menjadi lebih berkualitas. Jika sebelumnya hanya membaca setengah juz, targetkan agar yang dibaca lebih banyak.
Kelima, Pahami fiqh ramadhan
Tidak ada ruginya orang yang belajar. Karena ilmu adalah pengarah bagi manusia. Dengan ilmu, orang memiliki panduan untuk bisa beramal dengan benar. karena itulah, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu memuji ilmu, diantaranya, ilmu akan menjaga kita. Ali radhiyallahu ‘anhu berpesan kepada muridnya, Kumail bin Ziyad,
ุงْูุนِْูู ُ ุฎَْูุฑٌ ู ِْู ุงْูู َุงِู .ุงْูุนِْูู ُ َูุญْุฑُุณُู ، َูุฃَْูุชَ ุชَุญْุฑُุณُ ุงْูู َุงِู
Ilmu lebih baik dari pada harta, ilmu yang menjagamu dan harta kamu yang jaga. (Hilyah Auliya, 1/79)
Islam mengajarkan agar setiap muslim berbekal ilmu sebelum belajar. Memahami panduannya, sebelum beramal. Allah berfirman,
َูุงุนَْูู ْ ุฃََُّูู َูุง ุฅََِูู ุฅَِّูุง ุงَُّููู َูุงุณْุชَุบِْูุฑْ ِูุฐَْูุจَِู
Pahamilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu. (QS. Muhammad: 19)
Kata imam Bukhari ketika beliau menjelaskan ayat ini,
ุจุงุจ ุงْูุนِْูู ُ َูุจَْู ุงَِْْูููู َูุงْูุนَู َِู
“Penjelasan, bahwa ilmu harus didahulukan sebelum berbicara dan beramal.” (Shahih Bukhari, 1/130)
Beramal dengan ilmu, dalam arti berdasarkan dalil, akan membuat amal kita semakin meyakinkan.
Allahu a’lam.
Semoga Allah membimbing dan memudahkan kita untuk menjalankan ketaatan selama ramadhan…
Amiin..
َูุตََّูู ุงُููู َูุณََّูู َ َูุจَุงุฑََู ุนََูู َูุจَِِّููุง ู ُุญَู َّุฏٍ َูุขِِูู َูุตَุญْุจِِู ุฃَุฌْู َุนَِْูู
Ditulis oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)
Langganan:
Postingan (Atom)




