Bioskin Indonesi

Bioskin Indonesi
Pelangsing Ampuh, Turun Berat Badan, Diet, Herbal Slim Fruta,
Tampilkan postingan dengan label Sharing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sharing. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Februari 2020

SILENT SHADAQAH





Seorang lelaki masuk ke toko buah, "Berapa harga pisang dan apel sekilo?"

Penjual, "Pisang sekilo Rp 15 rb, kalo apel sekilo Rp 50 rb"

Tidak lama kemudian seorang Ibu yang sepertinya sudah kenal dengan si penjual, masuk kedalam toko.
"Berapa harga satu kilo pisang dan apel ?"

Penjual, "Pisang Rp 5 rb sekilo, klw apel Rp 10 rb sekilo."

Ibu, "Alhamdulillah..."

Merasa dicurangi, lelaki tadi mendekati penjual dengan mata yang memerah karena marah, dan akan ngomel pada penjual, tetapi si penjual segera memberi isyarat mata dan berkata padanya, "tunggu saya sebentar ya pak."

Kemudian si penjual memberikan kepada si Ibu tsb 1 kg pisang dan 1 kg apel dengan total harga Rp 15 rb.

Ibu itu pergi dgn gembira dan berkata, "Alhamdulillah terimakasih Ya Allah... anak-anakku akan bisa makan buah."
 
Setelah Ibu tsb pergi, si penjual meminta maaf pada pembeli lelaki tadi dan berkata,
"Demi Allah, saya tidak mencurangi anda, pak.Tetapi Ibu itu mempunyai empat anak yatim namun dia selalu menolak bantuan apapun dari orang lain, setiap kali kali saya ingin membantunya pasti dia menolak
  
Saya berfikir keras bagaimana caranya saya bisa menolongnya tanpa membuat dia merasa malu, dan saya tidak menemukan cara selain ini, yaitu dengan mengurangi harga untuknya.

"Saya ingin dia tetap merasa tidak membutuhkan bantuan saya, dan saya juga ingin berniaga dengan Allah dan menyenangkan hati mereka.
  
Ibu itu datang kemari seminggu sekali.
Demi Allah yang tiada Tuhan selain-Nya, setiap kali Ibu itu membeli buah dari saya,
hari itu saya selalu mendapatkan untung berlipat-lipat dan mendapatkan Rizqi dari jalan yang tak saya sangka-sangka...."

Seketika itu lelaki pembeli tadi terperangah, tanpa disadari dia meneteskan air mata.
Segera dia salami tangan mulia si penjual dan dia peluk erat tubuhnya.
"Terima kasih mas,  engkau telah mengajariku makna sedekah yang sesungguhnya."

****

Saudaraku...

"Sungguh dalam menolong kebutuhan orang lain, ada kelezatan yang hanya bisa dirasakan oleh orang yang pernah melakukannya"

"Bukalah pintu Rizqi selebar-lebarnya dengan kunci bersedekah...!"

Selamat meraih rizki Allah dhari yang penuh berkah ini, saudara-riku tercinta....

Sabtu, 30 Juni 2018

MUNGKINKAH INI KARENA 1.000 DOA ?

*Sharing dari group WA...

Seminggu lalu saya bertemu dengan Rex Marindo, salah satu founder Warunk Upnormal yang punya 78 cabang dalam 5 tahun, rame dimana-mana siang dan malam. Bahkan dengan jaringan brand lainnya seperti Nasi Goreng Mafia dan Bakso Boedjangan tembus 120 an cabang di seluruh Indonesia, dengan 4000 karyawannya.

Saya bertemu Rex di salah satu cabang Upnormal di Jalan Kaliurang Jogja, mengejutkan bahwa semua usahanya tidak melibatkan utang bank. Bahkan dulu diawal mereka mau ekspansi, ada usulan untuk utang bank dan Rex memilih untuk mundur jika itu dilakukan. Akhirnya mereka memilih menggaet investor untuk dapat membuka banyak cabang, dengan akad kerjasama usaha, tanpa pernah membuka akad riba.

Ada cerita dari Rex yang membuat saya terpana,
“Ketika ngobrol dengan kawan-kawan di Upnormal, kami seperti diingatkan.. apa iya kami bisa melejit seperti sekarang karena 1000 doa yang dulu dibacakan orang-orang..”

Whoottt? 1000 doa?

“Iya mas, ketika 2013 kami memulai Nasi Goreng Mafia di Bandung, hari pertama kami bikin pengumuman.. GRATIS 1000 PORSI NASI GORENG, CUKUP DIBAYAR DENGAN DOA. Jadi bener kami siapkan 1000 porsi untuk sedekah di depan, dan setiap orang yang makan kami beri kertas, dan kami minta mereka membacanya.. Ya Allah semoga usaha nasi goreng ini berkah, laris dan bermanfaat”

Masya ALLAH... 

Ludes hari itu?

“Ludes, gak bersisa.. hari kedua kami jualan seperti biasa, dari omzet ratusan ribu sehari hingga jutaan sehari, grafiknya terus naik. Sampai akhirnya kami sampai di titik ini..”

Giving! Giving! Giving!
Itulah ilmu yang diajarkan Nabi.. kita harus banyak memberi jika mau dibukakan pintu-pintu rezeki. 
Namun sebaliknya, jika hidup selalu pelit, medit, maka rezekipun hanya makcrit !!!

Senin, 30 Januari 2017

Teladan yang mengagumkan dari pribadi yang berintegritas.


Teladan yang mengagumkan dari pribadi yang berintegritas.
Contoh yang Luar biasa

Pada tanggal 20 Januari, seusai inagurasi Donald Trump, keluarga Obama pindah ke rumah sewaan setelah menghabiskan delapan tahun tinggal di Gedung Putih.

Keluarga Obama tidak memiliki rumah hingga saat ini. Juga, Obama membayar sendiri pengeluaran belanja kebutuhan rumah tangganya, mulai dari tapal gigi hingga tisu wc, wasrei dll.  Liburan keluarga juga bukan gratisan.

Demikian pula, seusai upacara, mantan Wakil Presiden Joe Biden, menenteng tas kantornya, dan pulang ke rumahnya di Wilmington dengan menumpang keretaapi Amtrak Acela Express.  Kasihan mereka bukan?

Begitulah teladan pribadi yang berintegritas dari dua mantan pemangku jabatan publik tertinggi dari satu-satunya negara Adi Kuasa.

Biden memangku jabatan publik selama 43 tahun menyusul pemilihan pertama yang dimenangkannya sebagai Senator pada usia 29 tahun. Meskipun telah menjabat 35 tahun dalam Senat plus delapan tahun sebagai Wakil Presiden.

Biden tidak lagi mampu melunasi mahalnya biaya perawatan kanker bagi anaknya.  Siapakah anak Joe Biden?  Seorang Jaksa Agung dari Negara Bagian Delaware. Dia juga veteran perang Irak sebelum menjabat Jaksa Agung.

Biaya perawatan kanker telah menguras seluruh tabungannya.  Datanglah ayahnya untuk membantu. Sayang sekali, jumlahnya tetap tidak memadai.

Ketika Joe merencanakan menjual rumahnya untuk menutup tagihan perawatan anaknya, Presiden Obama rela meminjamkan dana dari tabungan pribadinya.  Dengan demikian sahabatnya tidak perlu menjual rumahnya.

Biden mensharingkan kisah pribadinya yang memilukan hati itu di hadapan para pemirsa TV hingga mencucurkan airmatanya. Sayang sekali putera kesayangannya meninggal sekalipun sang ayah telah memberikan yang terbaik baginya.


Baik Obama maupun Biden tidak menyombongkan uang yang berlimpah, rumah dan mobil yang banyak, dikawal oleh petugas sekuriti yang masif setelah tidak lagi menjabat posisi puncak.  Dengan tegap, mereka berjalan meninggalkan rumah jabatan.  Obama pulang ke rumah sewaan dan Biden pulang menggunakan sarana transportasi umum.