Menurut Imam Izzuddin bin Abdissalam, wajib memuliakan huruf-huruf tulisan Al-Qur`an dalam mushaf dengan wajib berwudlu ketika menyentuhnya karena huruf huruf itu menjadi dalil terhadap Dzat Allah SWT. Adapun membaca al-Qur`an بظهر الغيب (di luar kepala), maka tidak diwajibkan berwudlu, tetapi disunnahkan berwudlu untuk menghormati dan mengagungkan al-Qur`an.
Pada zaman kemajuan teknologi seperti sekarang ini, tulisan atau suara Al-Qur`an bisa diaplikasi di dalam HP (handphone). Maka tulisan Al-Qur`an di dalam HP itu tidak sama dengan huruf-huruf Al-Qur`an dalam mushaf, karena huruf-huruf dalam mushaf bisa disentuh secara langsung, sedangkan tulisan al-Qur`an di dalam HP merupakan getaran tampilan yang bisa muncul di layar HP ketika dikehendaki dengan meng-klik tombol tertentu, bukan huruf-huruf yang bisa disentuh secara langsung.
Tampilan al-Qur`an di layar monitor HP itu sama dengan mushaf al-Qur`an yang diletakkan di dalam peti kaca di sebuah museum, dan sama juga dengan kaset yang berisi rekaman Al-Qur`an, yang huruf-hurufnya tidak bisa disentuh secara langsung.
Oleh karena itu, membaca Al-Qur`an melalui HP tidak diwajibkan berwudlu, karena tidak bersentuhan dengan huruf-huruf Al-Qur`an secara langsung. Tetapi alangkah lebih baik jika berwudlu untuk menghormati Al-Qur`an.
Dasar Pengambilan Dalil :
اعانة الطالبين جزء أول ص 68:
ولا يخفى أن المصحف اسم للورق المكتوب فيه كلام الله تعالى
الباجوري جزء أول ص 144:
المصحف هو اسم للمكتوب فيه كلام الله بين الدفتين أي بين دفتي المصحف
– إخبار المهتدين عن أخبار المجددين ص 324 :
ويجب احترامها (أي حروف القرآن) لدلالتها على ذاته
Wallahu 'alam.
👳🏼♂ H. Mohammad Danial Royyan, Ketua PCNU Kabupaten Kendal

Tidak ada komentar:
Posting Komentar