Bioskin Indonesi

Bioskin Indonesi
Pelangsing Ampuh, Turun Berat Badan, Diet, Herbal Slim Fruta,
Tampilkan postingan dengan label Astaghfirullah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Astaghfirullah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Februari 2017

Melawan Keangkuhan, Arogansi, Egoisme, dan KeZaliman


Ketika Fir'aun tidak lagi bisa dihadapi dengan sikap lembut, diajak bicara baik-baik dengan kata-kata santun....

Ketika segala bentuk hujjah dan argumentasi yang tidak terbantah tidak diindahkan, apalagi menyadarkan Fir'aun dari keangkuhan, arogansi, egoisme, dan kezaliman....

Ketika upaya Islah atau perbaikan sekian lama Musa AS malah dituding sebagai rongrongan kekuasaan dan biang perpecahan bangsa....

Ketika semua itu dilakukan Fir'aun karena merasa dirinya memegang penuh kendali kekuasaan dan kekayaan, plus dukungan elit yang begitu kuat....

Maka, di babak akhir pergulatan haq dan batil itu, Musa AS meluncurkan pesan-pesan terakhir yang sangat pedas dalam untaian doa untuk sang tiran, zalim nan durjana:

وَقَالَ مُوسٰى رَبَّنَآ إِنَّكَ ءَاتَيْتَ فِرْعَوْنَ وَمَلَأَهُۥ زِينَةً وَأَمْوٰلًا فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا رَبَّنَا لِيُضِلُّوا عَن سَبِيلِكَ ۖ رَبَّنَا اطْمِسْ عَلٰىٓ أَمْوٰلِهِمْ وَاشْدُدْ عَلٰى قُلُوبِهِمْ فَلَا يُؤْمِنُوا حَتّٰى يَرَوُا الْعَذَابَ الْأَلِيم

"Wahai Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah memberi Fir'aun dan elite pendukungnya (mala') perhiasan dan harta kekayaan di kehidupan dunia. Wahai Tuhanku, dengan begitu merekapun sesat dan menyesatkan manusia dari jalan-Mu. Wahai Tuhanku, musnahkanlah harta kekayaan mereka. Jadikanlah hati mereka selalu panik dan gelisah. Sehingga mereka tidak akan beriman sampai melihat azab yang sangat pedih." (QS Yunus: 88)

*

Ya Allah, pagi ini, di tanah suci-Mu, di dekat rumah-Mu, hamba memohon kepada-Mu dengan doa Nabi-Mu, Musa AS, agar Engkau lakukan hal itu kepada si penista Kitab-Mu, penzalim hamba-hamba-Mu dan para elite pendukungnya di negeri kami...ya Allah, musnahkanlah harta mereka, gelisahkanlah hati mereka, sehingga mereka tidak akan beriman sampai melihat azab-Mu yang sangat pedih...



Oleh: Ustadz Asep Sobari, Lc
Masjidil Haram
05 Februari 2017

Jumat, 03 Februari 2017

ASTAGHFIRULLAH


Imam Ahmad bin Hambal Rahimakumullah (murid Imam Syafi'i) dikenal juga sebagai Imam Hambali. Dimasa akhir hidupnya beliau bercerita;

Suatu waktu (ketika saya sudah usia tua) saya tidak tau kenapa ingin sekali menuju satu kota di Irak. Padahal tidak ada janji sama orang dan tidak ada keperluan.

Akhirnya Imam Ahmad pergi sendiri menuju ke kota Bashrah. Beliau bercerita;
Begitu tiba disana waktu Isya', saya ikut shalat berjamaah isya di masjid, hati saya merasa tenang, kemudian saya ingin istirahat.

Begitu selesai solat dan jamaah bubar, imam Ahmad ingin tidur di masjid, tiba-tiba penjaga masjid datang menemui imam Ahmad sambil bertanya; "knapa Kamu disini, syaikh?."

----------- Penjelasan -------------

Kata "syaikh" boleh digunakn untuk 3 panggilan:
1⃣untuk orang tua, 2⃣orang kaya ataupun 3⃣orang yg berilmu. 
Panggilan Syaikh dikisah ini panggilan sebagai orang tua, karena penjaga tu mmanggil hnya sebagai orang tua.
---------------------------------

Penjaga msjd itu tidak tau yang lelaki itu adalah Imam Ahmad. Dan Imam Ahmad pun tidak memperkenalkan dirinya. 

Di Irak, semua orang kenal siapa imam Ahmad, seorang ulama besar & ahli hadits, sejuta hadits dihafalnya, sangat shalih & zuhud. Zaman itu tidak ada kamera/gambar sehingga orang tidak tau wajahnya, cuma namanya sudah terkenal.

Imam Ahmad menjawab,  "Saya ingin istirahat, saya musafir."
Kata penjaga tu, "Tidak boleh, tidak boleh tidur di masjid."

Imam Ahmad bercerita,
"Saya diusir oleh orang itu disuruh keluar dari masjid, Setelah keluar masjid, dikuncinya pintu masjid. Lalu saya ingin tidur di birai masjid."

Ketika sudah berbaring di birai masjid Pnjaganya datang lagi, marah-marah kepada Imam Ahmad. "Kamu nak apa lagi syaikh?"_ Kata pnjaga itu. 
Sy nak tidur, saya musafir"_ kata imam Ahmad.

Lalu pnjaga msjd berkata;
"Di dalam masjid tidak boleh, di birai masjid juga gak boleh."_ Imam Ahmad diusir. Imam Ahmad bercerita, _"saya diusir sampai jalanan."

Disamping masjid ada penjual roti (rumah kecil sekaligus untuk membuat & menjual roti). Penjual roti ini sedang membuat adonan, sambil melihat kejadian imam Ahmad diusir oleh pnjaga msjd tadi. 

Ketika imam Ahmad sampai di jalanan, penjual roti itu memanggil dari jauh; "Mari syaikh, anda boleh nginap di tempat saya, saya punya tempat, meskipun kecil."

Kata imam Ahmad, "Baik". Imam Ahmad masuk ke rumahnya, duduk dibelakang penjual roti yg sedang membuat roti (dengan tetap tidak memperkenalkan siapa dirinya, hanya bilang sebagai musafir).

Penjual roti ini punya perilaku baik dan mmuliakn tetamu. kalau imam Ahmad mngajak bersembang, pasti dijawabnya. Kalau tidak, dia terus membuat adonan roti sambil (terus-menerus) melafazkn ISTIGHFAR. "Astaghfirullah"

Saat meletakkan garam, astaghfirullah, memecah telur_astaghfirullah_ ,  mencampur gandum astaghfirullah . Dia senantiasa mengucapkan istighfar.  Sebuah kebiasaan mulia. Imam Ahmad terus memerhatiknnya .

Lalu imam Ahmad bertanya, "sudah berapa lama kamu lakukan ini?"

Orang itu menjawab; 
"Sudah lama sekali syaikh, saya menjual roti sudah 30 tahun, jadi semenjak itu saya lakukan."

Imam Ahmad bertanya;
"Apa hasil dari perbuatanmu ini?"

Orang itu menjawab;
"(lantaran wasilah istighfar) tidak ada hajat/keinginan yg saya minta, kecuali PASTI dikabulkan Allah. semua yg saya minta ya Allah...., pasti saya akan dapat"

Rasulullah
 صلى الله عليه وسلم 
pernah bersabda;

"Siapa yg menjaga istighfar, maka Allah akan menjadikan jalan keluar baginya dari semua masalah dan Allah akan berikan rizki dari jalan yg tidak disangka-sangkanya."

Lalu orang itu melanjutkan, "Semua dikabulkan Allah kecuali satu, masih satu yg belum Allah beri."

Imam Ahmad penasaran lantas bertanya;
"Apa itu?"

Kata orang itu;
"Saya minta kepada Allah supaya dipertemukan dengan imam Ahmad."

Seketika itu juga imam Ahmad bertakbir, _"Allahu Akbar..!  Allah telah mendatangkan saya jauh dari Bagdad pergi ke Bashrah dan bahkan - sampai diusir oleh pnjaga masjid - Sampai ke jalanan ternyata karena ISTIGHFARMU."

Penjual roti itu terperanjat, memuji Allah, ternyata yg didepannya adalah Imam Ahmad.

Ia pun langsung memeluk & mencium tangan Imam Ahmad.

(SUMBER: Kitab Manakib Imam Ahmad)

Wallohu a'lam

Saudaraku & Sahabatku tercinta..... Mulai detik ini - marilah senantiasa kita hiasi lisan kita dengan ISTIGHFAR - bilamana dan di manapun kita berada.

-----------------------
Jangan biarkan postingan ini terputus, 

...dan JANGAN SAMPAI ilmu yang SANGAT PENTING ini TIDAK DI-AMALKAN OLEH MASING-MASING DIRI KITA

Semoga Allah merahmati kita semua, Aamiin