Bioskin Indonesi

Bioskin Indonesi
Pelangsing Ampuh, Turun Berat Badan, Diet, Herbal Slim Fruta,
Tampilkan postingan dengan label Memaafkan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Memaafkan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 Juni 2018

Pesan Buya Hamka yang Sangat Bagus untuk Kita,,


1. Jika Kita Memelihara Kebencian/Dendam, maka seluruh 'Waktu & Pikiran' yg kita miliki akan habis begitu saja & kita tidak akan pernah menjadi 'Orang Yang Produktif'.

2. Kekurangan Orang Lain adalah Ladang Pahala' bagi kita untuk :
» Memaafkannya,
» Mendoakannya,
» Memperbaikinya, dan
» Menjaga Aib-nya.

3. Bukan Gelar, Jabatan dan kekayaan yg menjadikan 'Orang Menjadi Mulia', Jika kualitas pribadi kita buruk, semua itu hanyalah 'Topeng Tanpa Wajah'.

4. Ciri Seseorang (Pemimpin ) itu " Baik' akan Tampak dari :
» Kematangan Pribadi,
» Buah Karya,
» serta Integrasi antara 'Kata & Perbuatan'-nya.

5. Jika Kita Belum bisa membagikan Harta atau membagikan Kekayaan,  maka Bagikanlah 'Contoh Kebaikan' karena Hal itu akan 'Menjadi Tauladan'.

6. Jangan Pernah Menyuruh Orang lain utk Berbuat Baik, Sebelum Menyuruh Diri Sendiri',
Awali segala sesuatunya untuk kebaikan dari Diri Kita Sendiri.

7. Pastikan Kita sudah melakukan yg terbaik & 'Beramal' hari ini, Baik dengan :
» Materi,
» dengan Ilmu,
» dengan Tenaga,
» atau Minimal dgn
'Senyuman yg Tulus'...

8. Para Pembohong akan
'Dipenjara oleh Kebohongannya' sendiri.
Orang yg Jujur akan
'Menikmati Kemerdekaan' dalam Hidupnya.

9. Bila Memiliki 'Banyak Harta', maka Kita lah yg akan 'Menjaga Harta'.
Namun Jika Kita Memiliki 'Banyak Ilmu', maka Ilmu lah yg akan 'Menjaga Kita'.

10. Bila 'Hati Kita Bersih', 
Tak ada Waktu untuk :
» Berpikir Licik,
» Curang,
» atau Dengki,
sekalipun terhadap Orang lain.

11. Bekerja Keras adalah 'Bagian Dari Fisik', Bekerja Cerdas merupakan 'Bagian Dari Otak', sedangkan Bekerja Ikhlas adalah
'Bagian Dari Hati'.

12. Jadikanlah setiap 'Kritik' bahkan 'Penghinaan' yg kita terima sebagai 'Jalan Untuk Memperbaiki Diri'.

13.Kita tdk pernah tahu Kapan 'Kematian' akan 'Menjemput Kita, tapi yg Kita Tahu  adalah kematian itu pasti datang & seberapa Banyak Bekal rohani yg Kita Miliki untuk Menghadapinya...

Renungkanlah🙏❤🙏

Selasa, 19 Juni 2018

MAAF ADALAH PINTU KEBAHAGIAAN KITA SENDIRI


Tak terasa, hari ini adalah hari ketiga Lebaran. Tak terasa satu tahun berlalu. Dan selama satu tahun tentu saja banyak yang kita alami. Kita berinteraksi dengan banyak orang, anak, istri, suami, boss, customer, anak buah , peer di kantor, tetangga, teman-teman kita, sanak saudara ...dst. 

Namanya juga  berinteraksi, ada yang membawa pengaruh positive (dan membuat kita tersenyum bahagia), ada juga yang membawa pengaruh negative (kesal, sebel, kecewa, frustasi, pengin teriak, pengin nangis, gedheg ...dst).

Padahal pada hari raya Idul Fitri ini  biasanya kita bersalam-salaman dan mestinya kita saling memaafkan? Benarkah?
Jangan-jangan hanya tangan kita yang bersalaman, hanya mulut kita yang mengucap kata maaf dan hanya bibir kita yang tersenyum? 
Jangan-jangan kita belum benar-benar memaafkan?

Dan saya mengerti , karena memang ada kesalahan yang sulit sekali dimaafkan!

Kebetulan hari ini saya akan menceritakan tentang dua teman saya.
Yang pertama, sebut saja, namanya Bastian. Bastian merasa dibenci oleh boss nya, (sebut saja namanya Larry), diperlakukan dengan tidak adil oleh  bossnya, dan konflik terus menerus dengan bossnya.
Bastian benci banget sama bossnya, dan bersumpah bahwa dia tidak akan pernah memaafkan Larry.

Problemnya Bastian terus menerus bekerja di situ, dan dia terus menerus membenci Larry dan tidak memaafkan Larry.  Apa akibatnya? Bastian pun stress terus dan tidak pernah bahagia. 
Sampai kemudian, tiga tahun kemudian, Larry (si boss) keluar dari perusahaan itu.
Dan barulah Bastian merasakan sedikit lega dan mulai merasa bahagia, pada akhirnya!
Tetapi, apakah kita harus menderita dulu tiga tahun, dan menyerahkan orang lain untuk mengontrol kebahagiaan kita? Bukankah mestinya kita yang mengontrol kebahagiaan kita sendiri?

Teman saya yang lain bernama Grace, yang kebetulan juga anakbuahnya Larry, dan juga dibenci oleh Larry, dan diperlakukan tidak adil
oleh Larry. Ternyata Larry ini hanya suka pada orang-orang “bawaannya” dia yang dia bawa dari perusahaan yang lama.
Tetapi bedanya Grace dan Bastian adalah ...
Grace santai-santai saja dan bersikap profesional.
Grace hanya mencoba melalukan yang terbaik dan bekerja keras untuk pekerjaannya.
 Bahwa Larry berkata kasar dan tidak fair kepadanya, Grace tidak begitu perduli.
Kata Grace,”Saya mengontrol kebahagiaan saya sendiri. Saya tidak akan menyerahkan kebahagiaan saya kepada Larry, kepada boss saya atau siapapun juga. Saya MEMILIH untuk bahagia! Saya memaafkan Larry demi kebahagiaan saya sendiri!”

Dan ternyata dengan prinsip itu, Grace santai-santai saja,
dia tidak begitu perduli dengan perlakuan Larry.
Dia telan saja perlakuan itu, tetapi Grace terus menerus mencoba
melakukan yang terbaik.
Akibatnya, Grace jauh lebih bahagia daripada Bastian, dia tidak  begitu memperdulikan perlakuan Larry kepadanya, 
padahal mereka berada dalam situasi yang sama dengan boss yang sama dengan perusahaan yang sama!
Dan pada saat Larry keluar,
Grace juga happy, tetapi memang Grace sudah happy dari dulu , dia tidak kehilangan 3 tahun seperti Bastian!

Dan ternyata ,
it is your choice to forgive someone or not,
and it is also your  choice to be happy or not.
Often your  choice to forgive someone will define your happiness.

Ternyata, merupakan pilihan kita sendiri untuk memaafkan orang lain atau tidak,
dan juga merupakan pilihan anda sendiri untuk merasa bahagia atau tidak.
Seringkali pilihan kita untuk memaafkan seseorang ternyata akan menentukan kebahagiaan kita.

Hidup ini adalah pilihan.
Kita bisa saja terus menerus berada di situasi negative.
Kita bisa terus menerus mengisi pikiran kita dengan dendam dan kemarahan.

Kita juga  bisa memilih untuk melepaskan diri dari semua feeling negative: kesakitan, kesedihan, kemarahan dan dendam.

Dan tentu saja yang paling penting, kita bisa memutuskan untuk memaafkan seseorang (bahkan yang tidak pernah meminta maaf!).
Karen memaafkan mereka (siapapun orangnya) adalah langkah awal bagi kita untuk mengobati hati kita dan membersihkan hati kita dari semua perasaan: marah, sedih,
kecewa, frustasi dan dendam!


Saya percaya proses
memaafkan adalah juga proses untuk belajar dan bertambah dewasa!

Karena ternyata, memaafkan orang lain itu adalah kunci untuk berdamai dengan diri kita sendiri, dan pintu untuk membuka kebahagiaan kita sendiri.

Maka maafkanlah,
siapapun yang (anda rasa) pernah bersalah kepada anda, bukan demi mereka tetapi demi kedamaian dan kebahagiaan anda sendiri!

Salam Hangat

Pambudi Sunarsihanto

Rabu, 26 Juli 2017

Sungguh Dunia itu hanya 3 hari



Masjid Babussalam Bunga Rampai

Berita ttg kematian terus bermunculan ada yg mati karena kecelakaan ada krn sakit ada yg tiba2 mati tanpa diketahui sababnya semuanya tinggalkan dunia ini dan mereka semua dikuburkan dan itu pasti .
Hariku dan harimu pasti akan tiba persiapkanlah bekal untuk perjalanan yang tak dapat kembali
Wahai saudaraku, jangan menunda taubat dengan alasan karena masih muda.
Maaf.. Kuburan bukanlah tempat untuk orang dewasa saja
Sungguh Dunia itu hanya 3 hari :
Hari Kemarin : kita hidup disitu, dan tdk akan kembali lagi
Hari ini : kita jalani namun tak berlangsung lama
Besok : kita tidak akan tahu apa yg akan terjadi
Maka saling memaafkan dan sedekahlah
Karena : aku, engkau dan mereka

-------akan pergi--------
Ya Allah kami memohon pada Mu husnulkhatimah dan beruntung dengan mendapatkan surga dan selamat dari api nerakaAameen ya robbal Aalameen
Saudara ku yang mulia :
Barangsiapa yang hidup dalam suatu kebiasaan maka ia akan mati dengan kebiasaan itu.
Dan barangsiapa yang mati dalam suatu keadaan maka ia akan dibangkitkan dalam 
keadaan tersebut
Semoga bermanfaat & menjadi renungan diri

Selasa, 23 Mei 2017

MAAFKAN....

Pada suatu hari, Rasulullah SAW sedang berkumpul dengan para sahabatnya.
Di tengah perbincangan dengan para sahabatnya, tiba-tiba Rasulullah saw. tertawa ringan sampai-sampai terlihat gigi beliau yang putih dan rapih.
Umar r.a. yang berada di di situ, bertanya,  "Demi engkau, ayah dan ibuku sebagai tebusannya, apa yang membuatmu tertawa, wahai Rasulullah?"

Rasulullah SAW menjawab,
"Aku diberitahu bahwa pada hari kiamat nanti, ada dua orang yang duduk bersimpuh sambil menundukkan kepala mereka di hadapan Allah. Salah satunya mengadu kepada Allah sambil berkata, ‘Ya Rabb, ambilkan kebaikan dari orang ini untukku karena dulu ia pernah berbuat zalim kepadaku’.

Allah SWT berfirman, "Bagaimana mungkin saudaramu ini bisa melakukan itu, karena tidak ada kebaikan di dalam dirinya?"

Orang itu berkata,  "Ya Rabb, kalau begitu, biarlah dosa-dosaku dipikul olehnya."

Sampai di sini, mata Rasulullah SAW berkaca-kaca. Beliau Rasulullah SAW tidak mampu menahan tetesan airmatanya. Beliau menangis...
Lalu, beliau Rasulullah berkata,
"Hari itu adalah hari yang begitu mencekam, di mana setiap manusia ingin agar ada orang lain yang memikul dosa-dosa nya."

Rasulullah SAW  melanjutkan kisahnya.

Lalu Allah berfirman kepada orang yang mengadu tadi,
"Angkat kepalamu..!"

Orang itu mengangkat kepalanya, lalu ia berkata,
"Ya Rabb, aku melihat di depanku ada istana2 sangat megah yang terbuat dari emas, dan di dalamnya terdapat singgasana yang terbuat dari emas dan perak bertatahkan berlian, intan dan permata.
Istana-istana itu untuk Nabi yang mana, ya Rabb?
Untuk orang jujur yang mana, ya Rabb?
Untuk syuhada yang mana, ya Rabb?’

Allah berfirman,
"Istana-istana itu diberikan kepada orang yang mampu membayar harganya."

Orang itu berkata,
"Siapakah yang bakal mampu membayar harganya, ya Rabb?"

Allah berfirman,
"Engkau juga mampu membayar harganya.

Orang itu terheran-heran, sambil berkata,
"Dengan cara apa aku membayarnya, ya Rabb?"

Allah berfirman,
"Caranya, engkau maafkan saudaramu yang duduk di sebelahmu, yang kau adukan kezalimannya kepada-Ku."

Orang itu berkata,
"Ya Rabb, kini aku memaafkannya."

Allah berfirman,
"Kalau begitu, pegang tangan saudaramu itu, dan ajak ia masuk surga bersamamu."

Setelah menceritakan kisah itu, Rasulullah saw. bersabda,
"Bertakwalah kalian kepada Allah dan hendaknya kalian saling berdamai, sesungguhnya Allah mendamaikan persoalan yang terjadi di antara kaum muslimin."

(Kisah di atas terdapat dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Hakim, dengan sanad yang shahih.)

***
Pekerjaan hati yg nilainya tinggi di hadapan Allah adalah minta maaf, memberi maaf, dan saling memaafkan.

Semoga lelah hati kita selama ini menjadi manfaat dihari perhitungan

 .........
Kalau ada kesalahan dari saya sekeluarga baik yg sengaja atau tidak disengaja mohon di maafkan...barakallah fiikum