Bioskin Indonesi

Bioskin Indonesi
Pelangsing Ampuh, Turun Berat Badan, Diet, Herbal Slim Fruta,

Rabu, 21 Februari 2018

Nasehat Bagi Yang Masih "MALAS" atau bahkan "ENGGAN" tuk Datang ke Majelis Ilmu






Pandai-pandailah mengatur waktu yang Allah Ta’ala berikan kepada kita.

Janganlah kalian menjadi "orang-orang yang merugi", seperti yang dikatakan Allah dalam Firman-Nya ๐Ÿ“– [lihat QS. Al-Asr]

๐Ÿ‘‰ Berikanlah bagian untuk menuntut "Ilmu Syar’i".

Sisihkanlah satu atau dua hari dalam seminggu untuk menghadiri Majelis Ilmu jika tidak mampu melakukannya sesering mungkin.

Jangan biarkan hari-hari kita penuh dengan kesibukan, namun kosong dari menuntut Ilmu dan berdzikir kepada Allah Ta’ala.

๐Ÿ‘‰ Ingat, bahwa orang yang tidak meghadiri Majelis Ilmu dan tidak mau menuntut "Ilmu Syar’i", maka ia akan merugi di dunia dan di akhirat.

Rasulullah ๏ทบ bersabda:
“Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu agama, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju Surga...”
๐Ÿ“œ [HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi dari Abu Ad-Darda’ radhiyallahu’anhu, Shahihul Jaami’: 6297]

Beliau ๏ทบ juga bersabda:
"Tidaklah suatu kaum berkumpul di satu rumah Allah, mereka membacakan kitabullah dan mempelajarinya, kecuali turun kepada mereka ketenangan, dan rahmat menyelimuti mereka, para malaikat mengelilingi mereka dan Allah memuji mereka di hadapan makhluk yang ada di dekatnya. Barangsiapa yang kurang amalannya, maka nasabnya tidak mengangkatnya."
๐Ÿ“œ [Hadits ini merupakan potongan dari hadits yang diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah oleh: HR. Muslim, Abu Daud, dan Ibnu Majah]

Beliau ๏ทบ juga menganjurkan kita untuk menghadiri majelis ilmu dengan sabdanya:
Jika kalian melewati taman syurga maka berhentilah. Mereka bertanya, "Apakah taman syurga itu?" Beliau menjawab, "Halaqoh dzikir (Majelis Ilmu)."
๐Ÿ“œ [Riwayat At Tirmidzi dan dishahihkan Syeikh Salim bin Ied Al Hilali dalam Shahih Kitabul Adzkar 4/ 4]



โ„น Berikut beberapa faidah keutamaan  menghadiri Majelis Ilmu:

• Mengamalkan perintah Allah Subhanahu wa Ta'ala, dan Rasulullah ๏ทบ, serta mencontoh jalan hidup para salafusshalih.
• Mendapatkan ketenangan.
• Mendapatkan rahmat Allah Subhanahu wa Ta'ala.
• Dipuji Allah di hadapan para malaikat.
• Mengambil satu jalan mendapatkan warisan para Rasul.
• Mendapatkan ilmu dan adab dari seorang alim.



Seseorang (yang hatinya lurus) akan iri apabila melihat orang-orang yang lebih muda darinya lebih bersemangat dan lebih awal mendatangi Majelis Ilmu.

Ia akan merasa iri pada saat melihat anak-anak kecil dan para pemuda telah hafal Al-Qur'an.

Ia menyesali masa mudanya yang tidak dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menghafal dan menuntut "Ilmu Syar'i".

➡ Akibatnya, ketika ia berkeinginan menghafal dan menuntut ilmu di masa tuanya, banyak kesibukan dan banyak teman-temannya yang menyita waktunya siang dan malam, hanya untuk sesuatu yang tidak membawanya lebih mendekatkan diri kepada Allah Azza wa Jalla.

al-Hasan al-Bashri (wafat th. 110 H) -rahimahullaah- mengatakan,
“Belajar hadits di waktu kecil bagai mengukir di atas batu.”
๐Ÿ“ƒ [Jaami’ Bayaanil ‘Ilmi wa Fadhlihi (I/ 357, no. 482)]

Oleh karena itu, sebelum kita disibukkan oleh orang lain, direpotkan berbagai urusan, dan menyesal seperti orang yang mengalaminya, maka manfaatkanlah masa muda untuk menuntut "Ilmu Syar’i".



Ini bukan berarti orang yang sudah tua boleh berputus asa dalam menuntut ilmu, namun seluruh umur yang kita miliki adalah kesempatan untuk menuntut ilmu karena ia adalah ibadah.

Allah Ta’ala berfirman,

ูˆَุงุนْุจُุฏْ ุฑَุจَّูƒَ ุญَุชَّู‰ٰ ูŠَุฃْุชِูŠَูƒَ ุงู„ْูŠَู‚ِูŠู†ُ

“Dan beribadahlah kepada Rabb-mu hingga datangnya keyakinan (kematian).”
๐Ÿ“– [Al-Hijr: 99]

Oleh karena itu, para remaja maupun orang tua, laki-laki maupun wanita, segeralah bertaubat kepada Allah Ta’ala atas segala apa yang telah luput dan berlalu.

Sekarang mulailah menuntut ilmu, menghadiri Majelis Ta’lim (Majelis yang isi kajiannya "Ilmu Syar'i"), belajar dengan benar dan sungguh-sungguh, dan menggunakan kesempatan sebaik-baiknya sebelum ajal tiba.

Ketika ditanyakan kepada Imam Ahmad, “Sampai kapankah seseorang menuntut ilmu?” Beliau pun menjawab, “Sampai meninggal dunia (mati).”
๐Ÿ“ƒ [Al-‘Ilmu Fadhluhu wa Syarafuhu (hal. 77)]

Baarokallohu Fiikum



๐Ÿ“ Admin MCS

•════เฎœ✽✿۩❁۩✿✽เฎœ════•

๐Ÿ•‹ Menebar Cahaya Sunnah

【Channel Telegram】

@MenebarCahayaSunnahMCS
Klik ⤵
https://t.me/MenebarCahayaSunnahMCS

•════เฎœ✽✿۩❁۩✿✽เฎœ════•

๐Ÿ”ˆ Silahkan disebar kiriman ini tanpa merubah isinya. Semoga bermanfaat dan menjadi amal jariyah. Jazaakumullohu Khoyron.

Senin, 19 Februari 2018

AKHIRNYA : JANGAN GOLPUT


ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู…
Komite Fatwa Perhimpunan Al-Irsyad
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ูˆุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ู‰ ุฑุณูˆู„ู‡ ุงู„ุฃู…ูŠู† ูˆุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ุฃุฌู…ุนูŠู†، ูˆุจุนุฏ
Hukum berpartisipasi dalam PILKADA
Dan anjuran menggunakan Hak Pilih

1. Pada dasarnya sistim Demokrasi bukan berasal dari Islam dan kemudharatannya lebih besar daripada manfaatnya. Di dalamnya terdapat banyak hal-hal yang menyelisihi syariat, baik pada fondasinya maupun bangunannya.

2. Adapun berpartisipasi menggunakan hak pilih dalam pemilihan, maka hal ini dianjurkan oleh banyak ulama ahlussunnah, diantaranya; Syaikh Abdullah Bin Baz, Syaikh Muhammad Nasiruddin Al Albani, Syaikh Muhammad Bin Sholih Al Utsaimin, Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad, Syaikh Al Luhaidan, Syaikh Abdul Aziz Alu Syaikh Mufti Kerajaan Saudi Arabia, Syaikh Nashir Asy Syatsri, Syaikh Ali Hasan Al Halabi, Syaikh Masyhur Hasan Salman, Syaikh Muhammad Musa Alu Nashr, Syaikh Ibrahim Ar Ruhaily, Syaikh Abdul Malik Ramadhani Al Jazairi, Al Lajnah Ad Daimah, dll.

3. Menggunakan hak pilih berdasarkan kaidah ุงุฑْุชِูƒَุงุจُ ุฃَุฎَูِّ ุงู„ุถَّุฑَุฑَูŠْู†, tidak termasuk mendukung sistim demokrasi.

4. Menggunakan hak pilih berdasarkan kaidah ุงุฑْุชِูƒَุงุจُ ุฃَุฎَูِّ ุงู„ุถَّุฑَุฑَูŠْู† tidak berarti bertanggungjawab terhadap hukum-hukum atau peraturan-peraturan yang timbul di kemudian hari.

5. Menggunakan hak pilih berdasarkan kaidah ุงุฑْุชِูƒَุงุจُ ุฃَุฎَูِّ ุงู„ุถَّุฑَุฑَูŠْู†, bahkan termasuk usaha untuk menempuh manhaj yang benar, karena mengikuti fatwa para ulama. Sebagai logika; Nabi shallallahu’alaihi wa sallam membiarkan seorang badui yang kencing di masjid, meskipun hal itu termasuk kemudharatan karena menajiskan masjid, bahkan Nabi mencegah para sahabat yang hendak melarang arab badui tersebut -meneruskan- kencingnya, karena justru akan menimbulkan kemudharatan yang lebih besar. Jika ia tetap dilarang kencing-padahal sudah terlanjur mengeluarkan air kencingnya-, maka bisa jadi air kencingnya akan semakin berhamburan atau menyebar di masjid. Pada peristiwa ini, tidak boleh dikatakan bahwa Nabi mendukung kencing di masjid (penajisan masjid) dan tidak boleh pula dikatakan bahwa Nabi bertanggungjawab terhadap akan ternajisinya masjid yang merupakan dampak kencing di masjid.

6. Menggunakan hak pilih berdasarkan kaidah ุงุฑْุชِูƒَุงุจُ ุฃَุฎَูِّ ุงู„ุถَّุฑَุฑَูŠْู† hanya dimaksudkan untuk dan dalam rangka mengurangi keburukan-keburukan yang akan terjadi disebabkan sistim demokrasi. Dengan syarat kuatnya prasangka pemilih bahwa seseorang yang dipilih adalah orang yang paling memberikan maslahat yang dapat menolong manusia untuk kembali kepada Allah.

7. Bagi kaum muslimin untuk mengikuti fatwa para ulama, karena mereka lebih matang keilmuannya, dan lebih mengetahui maslahat umum.

8. Anjuran menggunakan hak pilih bukan berarti anjuran untuk terlibat langsung dalam kancah perpolitikan.

9. Menganjurkan kepada kaum muslimin baik yang menggunakan hak pilih atau yang tidak menggunakannya agar selalu bersatu dan menjaga ukhuwah islamiyah serta menjauhi perdebatan yang hanya melemahkan kaum muslimin.

10. Mengajak kepada kaum muslimin untuk selalu kembali dan mendakwahkan tauhid, bertawakal kepada Allah serta bertakwa kepada-Nya, apapun yang terjadi dan siapapun pemimpinnya, karena takwa kepada Allah-lah yang akan memberikan solusi.

Majlis Fatwa DPP PERHIMPUNAN AL-IRSYAD
Ust Dr Firanda Andirja ( ketua )
Ust. Nafe Zaenuddin, Lc ( sekretaris)
Ust. Nizar Saad Jabal ( anggota )

Aku Pesan Satu Kamar Di Neraka!_

Kisah nyata


Suatu hari, seorang gadis yang terpengaruh dengan cara hidup masyarakat Barat menaiki sebuah bis mini untuk menuju ke tujuan di wilayah Iskandariah (Egypt)

Malangnya walaupun tinggal di bumi yang terkenal dengan tradisi keislaman, pakaian gadis tersebut sangat menyolok mata. Bajunya agak tipis dan seksi hampir terlihat segala yang patut disembunyikan bagi seorang perempuan dari pandangan lelaki yang bukan mahramnya.

Usia nya sekitar 20 tahun. 

Di dalam bis itu ada seorang tua yang dipenuhi uban dan  menegurnya.

“Wahai pemudi
Alangkah baiknya jika kamu berpakaian yang baik, yang sesuai dengan ketimuran dan adat serta agama Islam kamu, itu lebih baik daripada kamu berpakaian begini yang pastinya menjadi mangsa pandangan liar kaum lelaki…”, nasehat orang tua itu

Namun, nasehat itu dijawab nya dengan jawaban mengejek, 

“Siapakah kamu hai orang tua? 

Apakah di tangan kamu ada kunci surga? Atau adakah kamu memiliki sejenis kuasa yang menentukan aku bakal berada di surga atau neraka?

Setelah menghamburkan kata-kata yang sangat mengiris perasaan orang tua itu, gadis itu tertawa mengejek panjang. Tidak cukup dengan itu, si gadis lantas coba memberikan telepon genggamnya kepada orang tua tadi sambil melafadzkan kata-kata yang lebih dahsyat,

“Ambil handphone-ku ini dan hubungilah Allah serta tolong pesankan sebuah kamar di neraka jahannam untukku,” katanya lagi lantas ketawa terkekeh-kekeh tanpa mengetahui bahwasanya dia sedang mempertikaikan hukum Allah dengan  biadab.

Orang tua tersebut sangat terkejut mendengar jawaban dari si gadis manis itu. Sayang wajahnya yang ayu tidak sama dengan perilakunya yang buruk. 

Penumpang-penumpang yang lain turut terdiam ada yang menggelengkan kepala kebingungan.

Semua yang di dalam bis tidak menghiraukan gadis yang masih muda yang tidak menghormati hukum itu dan mereka tidak mau menasehatinya karena khawatir dia akan menghina agama lebih parah lagi. 

Sepuluh menit kemudian bis pun tiba di perhentian. Gadis seksi bermulut lancang tersebut didapati tertidur di muka pintu bis. Pemandu bis termasuk para penumpang yang lain membangunkannya tapi gadis tersebut tidak sadarkan diri. Tiba-tiba orang tua tadi memeriksa nadi si gadis. Sedetik kemudian dia menggelengkan kepalanya. Gadis itu telah kembali menemui Rabbnya dalam keadaan yang tidak disangka. Para penumpang menjadi cemas dengan berita yang menggemparkan itu.

Dalam suasana kalang kabut itu, tiba-tiba tubuh gadis itu terjatuh ke pinggir jalan. Orang-orang segera berbuat untuk menyelamatkan jenazah tersebut. Tapi sekali lagi mereka terkejut. Sesuatu yang aneh menimpa jenazah yang terbujur kaku di jalan raya. Mayatnya menjadi hitam seolah-olah dibakar api. Dua, tiga orang yang coba mengangkat mayat tersebut juga keheranan karena tangan mereka terasa panas dan hampir terbakar begitu menyentuh tubuh si mayat. Akhirnya mereka memanggil pihak keamanan untuk mengurusi mayat itu. 

Apakah keinginannya memesan sebuah kamar di neraka dikabulkan Allah? Naudzubillah…, 

Sesungguhnya Allah itu Maha Berkuasa di atas segala sesuatu.

*

Saudara-saudariku,

Alangkah baiknya jika kisah nyata ini kita jadikan bahan renungan dan pelajaran kita sebagai seorang muslim. Jangan sekali-kali kita mempermainkan hukum Allah maupun sunnah Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam dengan senda gurau atau dengan mengejek.

Semoga bermanfaat..

Dishare/dinukil Oleh: Ustadz Fahruddin Nu'man, Lc ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡

Sabtu, 10 Februari 2018

"ORANG BAIK" ITU BANYAK TEMAN, TETAPI "PENYERU KEBAIKAN" AKAN BANYAK MUSUH ๐ŸŒพ


Imam Ibnu Qudamah pernah ditanya, "Apa bedanya Orang Baik (Shalih) dan Penyeru Kebaikan (Mushlih)?"

Beliau menjawab:

 ุงู„ุตุงู„ุญ ุฎูŠุฑู‡ ู„ู†ูุณู‡ ูˆุงู„ู…ุตู„ุญ ุฎูŠุฑู‡ ู„ู†ูุณู‡ ูˆู„ุบูŠุฑู‡.

1.Orang Baik (Shalih), melakukan kebaikan untuk dirinya, sedangkan Penyeru Kebaikan (Muslih) mengerjakan kebaikan untuk dirinya dan untuk orang lain.

ุงู„ุตุงู„ุญ  ุชุญุจُู‡ ุงู„ู†ุงุณ. ูˆุงู„ู…ุตู„ุญ ุชุนุงุฏูŠู‡ ุงู„ู†ุงุณ .

2. Orang Baik, dicintai manusia, Penyeru Kebaikan dimusuhi manusia.

Beliau ditanya lagi oleh muridnya, "Kenapa demikian?"

Jawabnya:

ุงู„ุญุจูŠุจ ุงู„ู…ุตุทูู‰(ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…) ู‚ุจู„ ุงู„ุจุนุซุฉ ุฃุญุจู‡ ู‚ูˆู…ู‡  ู„ุฃู†ู‡ ุตุงู„ุญ .

Rasulullah sebelum diutus sebagai Rasul, beliau dicintai oleh kaumnya karena beliau adalah orang baik.

ูˆู„ูƒู† ู„ู…ุง ุจุนุซู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุตุงุฑ ู…ุตู„ุญًุง ูุนุงุฏูˆู‡ ูˆู‚ุงู„ูˆุง ุณุงุญุฑ ูƒุฐุงุจ ู…ุฌู†ูˆู†.

Namun ketika Allah ta'ala mengutus nya sebagai Penyeru Kebaikan, kaum nya langsung memusuhinya dengan menggelarinya sebagai Tukang sihir, Pendusta, Gila, dll.

Ibnu Qudamah kemudian menambah kan:

 ู„ุฃู† ุงู„ู…ุตู„ุญ ูŠุตุทุฏู… ุจุตุฎุฑุฉ 
ุฃู‡ูˆุงุก ู…ู† ูŠุฑูŠุฏ ุฃู† ูŠุตู„ุญ ู…ู† ูุณุงุฏู‡ู…

Karena Penyeru Kebaikan 'menyikat' batu besar nafsu angkara dan memperbaikinya dari kerusakan.

Itulah sebabnya kenapa Luqman al Hakim menasihati anaknya agar BERSABAR ketika melakukan perbaikan, karena dia pasti akan menghadapi permusuhan. Disebutkan dalam Al Quran:

ูŠุง ุจู†ูŠ ุฃู‚ู… ุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆุฃู…ุฑ ุจุงู„ู…ุนุฑูˆู ูˆุงู†ู‡َ ุนู† ุงู„ู…ู†ูƒุฑ ูˆุงุตุจุฑ ุนู„ู‰ ู…ุง ุฃุตุงุจูƒ. 

"(Lukman berkata) Hai anakku tegakkan shalat, perintahkan kebaikan, laranglah kemungkaran, dan bersabar lah atas apa yang menimpamu."

Berkata Ahlul Ilmi:

ู…ุตู„ุญٌ ูˆุงุญุฏٌ ุฃุญุจ ุฅู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ู…ู† ุขู„ุงู ุงู„ุตุงู„ุญูŠู†.

"Satu penyeru kebaikan lebih dicintai Allah daripada ribuan orang baik (yang tidak menyerukan kebaikkan)."

Sesungguhnya melalui penyeru kebaikan itulah, Allah menjaga umat ini. Sedang orang baik hanya cukup menjaga dirinya sendiri.

Maka marilah kita berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menjadi penyeru kebaikkan. 

๐ŸŒพDan semoga Allah memberi kita kesabaran dalam perjuangan berat ini.

Sabtu, 27 Januari 2018

3 X ½ MENIT oleh Dr. NARKO, Sp.Syaraf.



Dr. NARKO, Sp.Syaraf.

3 X ½ MENIT

       Dokter Ahli Syaraf sering berpesan, "Setiap orang hrs memperhatikan 
3 x ½ menit." 

Kenapa demikian?

3 x ½ menit adalah sesuatu yg cuma², tetapi akan banyak mengurangi angka kematian secara tiba²! 

Sering kali terjadi seseorang siangnya masih sehat walafiat, tetapi malamnya meninggal. 

Tdk jarang kita mendengar cerita orang, kemarin saya masih ngobrol dgn dia,kenapa tiba² dia meninggal? 

      Penyebabnya adalah ketika bangun malam utk ke kamar mandi sering dilakukan secara terlalu cepat. 
Begitu berdiri, otak kekurangan darah. 

        Mengapa perlu "3x ½ Menit"? Karena pola ECG (Electro Cardiogram) seseorang normal pada siang hari, tetapi bangun tengah malam untuk melaksanakan hajat tiba² gambar ECG itu dpt beda.

Karena dgn tiba² bangun, otak akan menjadi anaemic, dan mengalami gagal jantung karena kekurangan darah. 

       Dianjurkan oleh para ahli utk menjalankan "3 kali ½ menit", yakni:

1. Bila terbangun, jgn langsung turun dari
    tempat tidur, tetapi berbaringlah selama  
    ½ mnt. 

2. Duduk di tempat tidur selama ½ mnt.  

3. Turunkan kaki dan duduk di tepi ranjang
    selama ½ menit.

     Setelah 3 x ½ menit yg dilakukan tanpa harus membayar sesenpun, otak tdk akan anaemic & jantung tdk akan mengalami kegagalan, mengurangi  jatuh & meninggal ketika bangun tengah malam.

Pernah setelah membaca tulisan ini, seorang usia lanjut menangis menyesali kenapa tdk mengetahui hal ini jauh² hari.

2 tahun lalu dia bangun tengah malam utk buang air kecil. 

Di kamar mandi tiba² terasa dunia berputar & jatuh. 

Akibatnya dia sekarang mengalami kelumpuhan & tdk bisa meninggalkan tempat tidur, tulang punggungnya mengalami cedera. 

Kalau saja dia mengetahui hal ini sebelumnya, tentu tdk harus menderita selama ini. 

 ”Share ke org² yg kita kasihi  untuk mencegah terjadinya stroke muda."

*Semoga bermanfaat..
*Salam Sehat
*Tetap semangat, ๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช

Sabtu, 20 Januari 2018

filosofi Kopi untuk Kebahagiaan


Copas sebuah tulisan yg sangat bagus untuk direnungkan.......

Dalam sebuah acara Reuni, beberapa alumni menjumpai guru sekolah mereka dulu.

Mereka menceritakan kisah sukses masing-masing...
Ada yang menjadi direktur BUMN, ada yang menjadi direktur Bank, ada yg menjadi pengusaha sukses, dokter, arsitek, pengacara, konsultan, dll.

Melihat para alumni tersebut ramai-ramai membicarakan kesuksesan mereka, guru tsb segera ke dapur kmdn mengambil seteko kopi panas dan beberapa cangkir kopi yang berbeda-beda. ‎Mulai dari cangkir yang terbuat dari kristal, kaca, melamin dan plastik. 

“Sudah, sudah.. Ngobrolnya berhenti dulu. Ini Bapak sudah siapkan kopi buat kalian,” seru sang guru memecah keasyikan obrolan mereka.

Hampir serempak, mereka kemudian berebut cangkir terbaik yang bisa mereka dapat.
Akhirnya, di meja yang tersisa hanya satu buah cangkir plastik yang paling jelek.

Lantas, setelah semua mendapatkan cangkirnya, sang guru pun mulai menuangi cangkir itu dengan kopi panas dari teko yang telah disiapkannya.

“Mari, silakan diminum,” ajak sang guru, yang kemudian ikut mengisi kopi dan meminum dari cangkir terakhir yang paling jelek.

“Bagaimana rasanya? Nikmat kan? Ini dari kopi hasil kebun keluarga saya sendiri.”

“Wah, enak sekali Pak.. Ini kopi paling sedap yang pernah saya minum,” timpal salah satu murid yang langsung diiyakan oleh teman yang lain.

“Nah, kopinya enak ya? Tapi, apakah kalian tadi memperhatikan. Kalian hampir saja berebut untuk memilih cangkir yang paling bagus hingga hanya menyisakan satu cangkir paling jelek ini?” tanya sang guru.

Murid-murid itu pun saling berpandangan. 

"Perhatikanlah, bahwa kalian semua memilih cangkir yg bagus dan kini yg tersisa hanyalah cangkir yg murah dan tidak menarik.

Memilih hal yg terbaik adalah wajar dan manusiawi. Namun persoalannya, ketika kalian tidak mendapatkan cangkir yg bagus perasaan kalian mulai terganggu.
Kalian secara otomatis melihat cangkir yg dipegang orang lain dan mulai membandingkannya.

Pikiran kalian terfokus pada cangkir, padahal yg kalian nikmati bukanlah cangkirnya melainkan kopinya.‎

Hidup kita, baik kehidupan dunia maupun kehidupan ibadah, seperti kopi dalam analogi tsb di atas, sedangkan cangkirnya adalah sarana, pekerjaan, jabatan, atau harta benda yg kita miliki."

Semua alumni tertegun mendengar penjelasan dari sang guru.
Penjelasan dari sang guru telah menyentak kesadaran mereka.

"Anak-anakku tercinta..."
lanjut sang guru. 

"Jangan pernah membiarkan cangkir mempengaruhi kopi yg kita nikmati.
Cangkir bukanlah yg utama, kualitas kopi itulah yg terpenting.
‎
Jangan berpikir bahwa kekayaan yg melimpah, sarana yg mewah, karier yg bagus dan pekerjaan yg mapan merupakan jaminan kebahagian hidup dan kenikmatan dlm beribadah.
Itu konsep yg sangat keliru.

Kualitas hidup dan ibadah kita ditentukan oleh  "Apa yg ada di dalam" bukan "Apa yg kelihatan dari luar."
‎
Status, pangkat, kedudukan, jabatan, kekayaan, kesuksesan, popularitas, adalah sebuah predikat yang disandang.
Tak salah jika kita mengejarnya.
Tak salah pula bila kita ingin memilikinya.

Namun, semua itu hanya sarana.
Sarana hanya bermanfaat apabila bisa mengantarkan kita pada tujuan.

Apa gunanya  memiliki segala sarana, namun tidak pernah merasakan kedamaian, ketenteraman, ketenangan, dan kebahagian sejati di dalam kehidupan kita?

Itu sangat menyedihkan.
Karena hal itu sama seperti kita menikmati kopi kualitas buruk yg disajikan di sebuah cangkir kristal yg mewah dan mahal..."

Kunci menikmati kopi bukanlah seberapa bagus cangkirnya, tetapi seberapa bagus kualitas kopinya..."

***

Selamat menikmati secangkir kopi kehidupan...warriors....๐Ÿ™☕๐Ÿ˜Š

PESAN INDAH MBAH MAIMUN

K.H Maimun Zubair Dawuh,,,,

Jika engkau melihat seekor semut terpeleset dan jatuh di air,
Maka angkat dan tolonglah...
Barangkali itu menjadi penyebab ampunan bagimu di akherat.

Jika engkau menjumpai batu kecil di jalan yang bisa menggangu jalannya kaum muslimin,
Maka singkirkanlah,
Barangkali itu menjadi penyebab dimudahkannya jalanmu menuju syurga.

Jika engkau menjumpai anak ayam terpisah dari induknya,
Maka ambil dan susulkan ia dengan induknya,
Semoga itu menjadi penyebab Allah mengumpulkan dirimu dan keluargamu di surga.

Jika engkau melihat orang tua membutuhkan tumpangan,
Maka antarkanlah ia...
Barangkali itu mejadi sebab kelapangan rezekimu di dunia.

Jika engkau bukanlah seorang yang mengusai banyak ilmu agama,
Maka ajarkanlah alif ba' ta' kepada anak2 mu,
Setidaknya itu menjadi amal jariyah untukmu..
Yang tak akan terputus pahalanya meski engkau berada di alam kuburmu.

Jika engkau tidak bisa berbuat kebaikan sama sekali,

Maka tahanlah tangan dan lesanmu dari menyakiti sesama makhluk hidup.....

Setidaknya itu akan menjadi sedekah untuk dirimu.

Al-Imam Ibnul Mubarak Rahimahullah berkata:

ุฑُุจَّ ุนَู…َู„ٍ ุตَุบِูŠุฑٍ ุชُุนَุธِّู…ُู‡ُ ุงู„ู†ِّูŠَّุฉُ ، ูˆَุฑُุจَّ ุนَู…َู„ٍ ูƒَุจِูŠุฑٍ ุชُุตَุบِّุฑُู‡ُ ุงู„ู†ِّูŠَّุฉُ

“Berapa banyak amalan kecil, akan tetapi menjadi besar karena niat pelakunya.

Dan berapa banyak amalan besar, menjadi kecil karena niat pelakunya”

Jangan pernah meremehkan kebaikan,
Bisa jadi seseorang itu masuk surga bukan karena puasa sunnahnya,
Bukan karena panjang shalat malamnya.
Tapi bisa jadi karena akhlak baiknya dan sabarnya ia ketika musibah datang melanda.

Rasulullah bersabda:

« ู„ุงَ ุชَุญْู‚ِุฑَู†َّ ู…ِู†َ ุงู„ْู…َุนْุฑُูˆูِ ุดَูŠْุฆًุง ูˆَู„َูˆْ ุฃَู†ْ ุชَู„ْู‚َู‰ ุฃَุฎَุงูƒَ ุจِูˆَุฌْู‡ٍ ุทَู„ْู‚ٍ ».

“Jangan sekali-kali kamu meremehkan kebaikan sedikitpun, meskipun (hanya)bertemu dengan saudaramu dalam keadaan tersenyum".(HR. Muslim)

Mari kita selalu berusaha dg Pikiran dan prilaku positif,

Semangat meraih hasil terbaik serta saling mendoakan akan keberkahan.. Aamiin..

Boleh di share biar lebih bermanfaat buat orang banyak, kalo pelit di simpen sendiri juga gak apa apa =D
Rasulullah S.A.W bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)