ISTRI -ISTRI AKHIR ZAMAN
“Inilah yang terjadi pada istri-istri pada akhir zaman ini.
๐ Ketika mereka berada dirumahnya :
•Dihadapan suaminya mereka berpakaian seadanya
•Rambut acak-acakan dan aroma badannya pun
dibiarkan tak sedap
•Kalo bicara dengan suara keras dan tinggi.
๐ Tetapi ketika keluar dari rumahnya :
•Didepan khalayak ramai bahkan didepan laki-laki lain
mereka memakai pakaian-pakaian yang bagus
•Berdandan cantik dan memakai parfum
•Kalo bicara dengan suara yang dilemah lembutkan.
•Mereka bebas keluar dari rumahnya tanpa ada
keberanian dari sang suami untuk menegur tetapi
kebalikanya ketika suami terlambat pulang sedikit saja
langsung dibentak dan dinterogasi.
Wahai saudariku…
Inilah kenyataan yang terjadi pada rumah tangga kaum muslimin. Dimana yang memegang kendali dalam rumah tangga adalah ISTRI. Bahkan terkadang suaminya adalah seorang yang abid (Ahli 'Ibadah), tapi dia telah membiarkan istrinya durhaka terhadapnya dengan tidak memberikan pendidikan terhadap istri-istrinya.
Dalam hadits Nabi Rasullullah Shollallahu ‘Alaihi Wa sallam bersabda :
“Sebaik-baik istri yaitu yang menyenangkanmu ketika kamu lihat, taat kepadamu ketika kamu suruh, menjaga dirinya dan hartamu ketika kamu pergi.“
(HR.Thabarani)
Siapakah wanita yang paling baik…?
Jawab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam :
“Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci.”
(HR. An-Nasai dan Ahmad)
Abdullah bin Abbas radhiallahuanhu,berkata :
“Sesungguhnya aku selalu berhias untuk istriku seperti berhiasnya dirinya untukku.”
ุงูููู
ุตู ุนูู ุณูุฏูุง ู
ุญู
ุฏ ูุนูู ุขู ุณูุฏูุง ู
ุญู
ุฏ
Allahumma Sholli ‘Ala Sayyidina Muhammadin Wa ‘Ala Ali Sayyidina Muhammad.
KEUTAMAAN_WANITA
1. Doa seorang isteri yg taat memiliki kekuatan 70 wali
2. Isteri yg membuatkan minum suami tanpa diminta, pahalanya 3x khatam Qur'an.
3. Masakan isteri yg dilakukan secara sunah dan dimakan suami beserta keluarga pahalanya semua untuk isteri dan do'a suami yg memakan masakannya menjadi do'a yg diijabah.
4. Isteri yg membangunkan suami untuk sholat atau mengingatkan sholat berjamaah di masjid pahalanya 27+1
5. Isteri yg kelelahan bangun malam karena anaknya minta susu sama dengan pahala 70x haji mabrur
6. Seorang ibu yg menyusui setiap tetes susunya senilai 200x sholat khusyu dan doanya di ijabah' (fadilah wanita)
7. Burung di udara dan malaikat dilangit akan selalu memintakan ampunan kepada Allah selama Isteri dalam keridhoan suami.
8. Bila seorang suami pulang dengan gelisah dan isteri menghiburnya maka isteri mendapatkan 10 pahala jihad.
9. Bila seorang wanita hamil sholatnya dua rekaat adalah lebih baik dari 80 rakaat sholat wanita yg tidak hamil.
10. Bila seorang wanita hamil akan mendapatkan pahala 70 tahun sholat dan 70 tahun puasa.
11. Wanita yg mencuci pakaian suami dan anak-anaknya akan mendapat 1000 kebaikan dan akan diampuni kesalahannya, bahkan segala sesuatu yang disinari matahari memintakan ampun baginya dan Allah SWT mengangkat derajatnya 1000 tingkat.
12. Wanita yg menyusui anaknya, maka setiap tetesan air susu tersebut akan mendapatkan 1 pahala dan apabila cukup 2 tahun menyusui maka malaikat dilangit akan mengabarkan berita bahwa SURGA wajib bagi nya".
13. Apabila sorang wanita kedatangan haid maka haidnya akan menghapus dosa2nya.
14. Apabila ia membaca pada hari pertama keluar haid :
ุงูุญู
ุฏِِّٰููู ุนูู ูู ุญุงู ูุฃุณุชุบูุฑ ๏ทฒ ู
ู ูู ุฐูุจ
"Alhamdulilahi ala kullu halin wa astagfirullaha min kulli zanbi" Maka Allah Swt akan membebaskannya dr jahanam, shirat & adzab.
15. Setiap hari dari haidnya, Allah tinggikan dia dgn pahala 40 orang mati syahid apabila ia berdzikir.
SUBHANALLAAH... betapa sayangnya Allah SWT terhadap kaum wanita.
Dan semoga kita mendapat pasangan hidup yang soleh dan solehah #Amin_Yaa_Robbal_Aalamin
Jika ada orang yang menerima dan mengamalkannya,mengajarkan pada orang lain, anda akan menimba pahala sebagai ilmu yang bermanfaat.
ุงูููู
ุตู ุนูู ุณูุฏูุง ู
ุญู
ุฏ ูุนูู ุขูู ูุตุญุจู ูุจุงุฑู ูุณูู
.
Semoga mendapatkan istri solihah semua sahabat.
Dan yg perempuan bisa menjadi wanita yg solihah dan istri yg baik buat suaminya.
Sobat sekarang anda memiliki dua pilihan ,
1. Membiarkan sedikit pengetahuan ini hanya dibaca disini
2. Membagikan pengetahuan ini kesemua teman facebookmu , insyallah bermanfaat dan akan menjadi pahala bagimu. Aamiin..
Kumpulan Broadcast | Kumpulan BC | Numpang BC | Kumpulan SMS | Comunitas Online Shop | Tukar PIN BB | Add PIN BB | Invite PIN BB | Kumpulan Iklan | Kumpulan Broadcast BBM | Numpang BC BBM | Kumpulan Cerita Lucu | Kumpulan Cerita Inspiratif | BC Cerita Lucu | BC Iklan | Lowongan Kerja
Tampilkan postingan dengan label Dakwah islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dakwah islam. Tampilkan semua postingan
Rabu, 18 Juli 2018
Sabtu, 14 Juli 2018
PROSES KEMATIAN DAN HANCURNYA TUBUH KITA
(Bikin Merinding ...)
"Sesaat sebelum mati"...Anda akan merasakan jantung berhenti berdetak, nafas tertahan dan badan bergetar. Anda merasa dingin ditelinga. Darah berubah menjadi asam 'n tenggorokan berkontraksi..
"0 Menit ..."
Kematian secara medis terjadi ketika otak kehabisan supply oksigen.
"1 Menit ..."
Darah berubah warna n otot kehilangan kontraksi, isi kantung kemih keluar tanpa izin.
"3 Menit ..."
Sel-sel otak tewas secara masal. Saat ini otak benar-benar berhenti berpikir.
"4 – 5 Menit ..."
Pupil mata membesar n berselaput. Bola mata mengkerut krn kehilangan tekanan darah.
"7 – 9 Menit ..."
Penghubung ke otak mulai mati.
"1 – 4 Jam ..."
Rigor Mortis (fase dimana keseluruhan otot di tubuh menjadi kaku) membuat otot kaku n rambut berdiri, kesannya rambut tetap tumbuh setelah mati.
"4 – 6 Jam ..."
Rigor Mortis Terus beraksi. Darah yang berkumpul lalu mati dan warna kulit menghitam.
"6 Jam ..."
Otot masih berkontraksi. Proses penghancuran, seperti efek alkohol masih berjalan.
"8 Jam ..."
Suhu tubuh langsung menurun drastis.
"24 – 72 Jam ..."
Isi perut membusuk oleh mikroba dan pankreas mulai mencerna dirinya sendiri.
"36 – 48 Jam ..."
Rigor Mortis berhenti, tubuh anda selentur penari balerina.
"3 – 5 Hari ..."
Pembusukan mengakibatkan luka skala besar, darah menetes keluar dari mulut dan hidung.
"8 – 10 Hari ...
Warna tubuh berubah dari hijau ke merah sejalan dengan membusuknya darah.
"Beberapa Minggu ..."
Rambut, kuku dan gigi dengan mudahnya terlepas.
"Satu Bulan ..."
Kulit Anda mulai mencair.
"Satu Tahun ..."
Tidak ada lagi yang tersisa dari tubuh Anda. Anda yang sewaktu hidupnya cantik, gagah, ganteng, kaya dan berkuasa, sekarang hanyalah tumpukan tulang-belulang yang menyedihkan. Jadi, apa yg mau disombongkan org sebenarnya ??? ….
"BAGUS UNTUK DIRENUNGKAN"
Kita tak membawa apapun juga saat kita meninggalkan dunia yg fana ini …
"Jadilah manusia se-biasanya saja dan jangan merpersulit hidup orang lain ..."
Oleh sebab itu isilah hidupmu menjadi berkah bagi orang lain... Hidup ini adalah kesempatan jangan sia-siakan waktu, hidup ini harus jadi berkah.
Semoga bermanfaat...
#kematian nasihat terbaik
Wanita sangat istimewa kedudukannya dalam Islam
Ketika dewasa ia menjadi penyempurna setengah agama suaminya
Ketika tua surga di bawah kakinya
Ketika kecil anak perempuan akan menjadi pengalang neraka bagi orang tuanya
Bahkan bisa mnejadi tetangga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di surga. Untuk bisa bertetangga dengan beliau disurga tidaklah mudah. Bertetangga di surga tentu berarti masuk surga yang tertinggi dan derajat tertinggi dengan beliau di surga. Diperlukan amalan yang banyak dan ikhlas, sebagaimana contohkisah sahabat yang ingin bertetangga dengan beliau di surga, tetapi beliau berkata agar sahabat memperbanyak amalannya, yaitu memperbanyak sujud (shalat).
Dari Rabi’ah bin Ka’ab Al Aslamiradhiallahu ‘anhu, ia berkata,
ُْููุชُ ุฃَุจِูุชُ ู َุนَ ุฑَุณُِูู ุงَِّููู -ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู - َูุฃَุชَْูุชُُู ุจَِูุถُูุฆِِู َูุญَุงุฌَุชِِู ََููุงَู ِูู « ุณَْู ». َُْูููุชُ ุฃَุณْุฃََُูู ู ُุฑَุงََููุชََู ِูู ุงْูุฌََّูุฉِ. َูุงَู « ุฃََูุบَْูุฑَ ุฐََِูู ». ُْููุชُ َُูู ุฐَุงَู. َูุงَู « َูุฃَุนِِّูู ุนََูู َْููุณَِู ุจَِูุซْุฑَุฉِ ุงูุณُّุฌُูุฏِ
“Aku pernah bermalam bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Aku mendatangi beliau dengan membawakan air wudhu dan memenuhi hajat beliau. Lantas beliau bersabda, “Mintalah.” Aku berkata, “Aku meminta padamu supaya dapat dekat denganmu di surga (kelak).” Beliau berkata, “Atau ada selain itu?” Aku menjawab, “Itu saja yang aku minta.” Beliau bersabda, “Tolonglah aku dengan engkau memperbanyak sujud.”[1]
Bagi yang sudah dikaruniai dua anak wanita, berbahagialah, karena bisa jadi penghalang api neraka dan bisa menjadi tetangga/dekat dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di surga tertinggi
Beberapa ulama menjelaskan karena:
1. Mendidik agama anak wanita lebih sulit
Maksudnya adalah mendidik ilmu agama dan keteguhan hati. Bukan maksudnya mendidik ilmu dunia karena kita dapati banyak wanita yang lebih pintar dari laki-laki dalam berbagai disiplin ilmu.
2. Wanita memang lebih mudah tergoda/silau dengan dunia
3. Wanita tidak stabil secara emosi dan memang/”bengkok” dalam hadits
4. Sebagian orang merasa anak laki-laki lebih mudah diandalkan dan lebih banyak keuntungannya
Karenanya jika mendidik anak wanita dengan baik, agama, akhlak dan ilmunya serta kehormatannya sampai ia menyerahkan tanggung jawab kepada suaminya, maka balasannya sangat besar sekali sebagaimana dalam hadits berikut.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ู َْู ุนَุงَู ุฌَุงุฑَِูุชَِْูู ุญَุชَّู ุชَุจُْูุบَุง ุฌَุงุกَ َْููู َ ุงَِْูููุงู َุฉِ ุฃََูุง ََُููู َูุถَู َّ ุฃَุตَุงุจِุนَُู
“Barangsiapa yang mengayomi dua anak perempuan hingga dewasa maka ia akan datang pada hari kiamat bersamaku” (Anas bin Malik berkata : Nabi menggabungkan jari-jari jemari beliau).”[2]
dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha, beliau berkata,
ุฌَุงุกَุชِْูู ู ِุณَِْูููุฉٌ ุชَุญْู ُِู ุงุจَْูุชَِْูู ََููุง َูุฃَุทْุนَู ْุชَُูุง ุซَูุงَุซَ ุชَู َุฑَุงุชٍ َูุฃَุนْุทَุชْ َُّูู َูุงุญِุฏَุฉٍ ู ُِْููู َุง ุชَู ْุฑَุฉً َูุฑََูุนَุชْ ุฅَِูู َِูููุง ุชَู ْุฑَุฉً ِูุชَุฃََُْูููุง َูุงุณْุชَุทْุนَู َุชَْูุง ุงุจَْูุชَุงَูุง َูุดََّูุชِ ุงูุชَّู ْุฑَุฉَ ุงَّูุชِู َูุงَูุชْ ุชُุฑِูุฏُ ุฃَْู ุชَุฃََُْูููุง ุจََُْูููู َุง َูุฃَุนْุฌَุจَِูู ุดَุฃَُْููุง َูุฐََูุฑْุชُ ุงَّูุฐِู ุตََูุนَุชْ ِูุฑَุณُِูู ุงَِّููู -ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู - ََููุงَู ุฅَِّู ุงََّููู َูุฏْ ุฃَْูุฌَุจَ ََููุง ุจَِูุง ุงْูุฌََّูุฉَ ุฃَْู ุฃَุนْุชَََููุง ุจَِูุง ู َِู ุงَّููุงุฑِ
“Seorang wanita miskin datang kepadaku dengan membawa dua anak perempuannya, lalu aku memberinya tiga buah kurma. Kemudian dia memberi untuk anaknya masing-masing satu buah kurma, dan satu kurma hendak dia masukkan ke mulutnya untuk dimakan sendiri. Namun kedua anaknya meminta kurma tersebut. Maka si ibu pun membagi dua kurma yang semula hendak dia makan untuk diberikan kepada kedua anaknya. Peristiwa itu membuatku takjub sehingga aku ceritakan perbuatan wanita tadi kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Sesungguhnya Allah telah menetapkan baginya surga dan membebaskannya dari neraka”.[3]
Ketika dewasa ia menjadi penyempurna setengah agama suaminya
Sebagaimana Sabda Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam,
ุฅِุฐَุง ุชَุฒََّูุฌَ ุงูุนَุจْุฏُ ََููุฏْ َูู ََّู َูุตَْู ุงูุฏِِّْูู ، ََْูููุชَِّู ุงَููู ِูู ุงِّููุตِْู ุงูุจَุงِูู
“Jika seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karenanya, bertakwalah pada Allah pada separuh yang lainnya.”[4]
Maksud menyempurnakan agama adalah telah lebih terlindungi dari fitnah ujian syahwat dan zina, karena ia sudah menyalurkannya kepada yang halal, seorang wanita yang ia cintai yaitu istrinya.
Al-Qurthubi menjelaskan maksud hadits,
“Siapa yang menikah berarti telah menyempurnakan setengah agamanya. Karena itu bertaqwalah kepada Allah untuk setengah yang kedua.” Makna hadis ini bahwa nikah akan melindungi orang dari zina. Sementara menjaga kehormatan dari zina termasuk salah satu yang mendapat jaminan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan surga. Beliau mengatakan, ‘Siapa yang dilindungi Allah dari dua bahaya, maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga, yaitu dilindungi dari dampak buruk mulutnya dan kemaluannnya.’[5]
Ketika tua surga di bawah kakinya
Ibu sangat dimuliakan dalam Islam, didahulukan tiga kali daripada bapak. Karena Ibu dengan pengorbanan dan kasih sayangnya tidak akan pernah bisa tergantikan. Seorang ibu mampu merawat sepuluh anak, akan tetapi sepuluh anak belum tentu mampu merawat seorang ibu. Karenanya berbakti kepada orang tua khususnya merupakan pintu surga terbaik. Bahkan surga di bawah telapak kaki ibu.
Kaum muslimin yang kami cintai karena Allah, perlu diketahui bahwa hadits terkenal yang beredar mengenai “surga di bawah telapak kaki Ibu” haditsnya adalah hadits dhaif/lemah, akan tetapi ada hadits lainnya yang lebih baik derajatnya yang menjelaskan hal yang sama, yaitu surga di bawah telapak kaki ibu.
ุงَْูุฌََّูุฉُ ุชَุญْุชَ ุฃَْูุฏَุงู ِ ุงูุฃُู ََّูุงุชِ، ู َْู ุดِุฆَْู ุฃَุฏْุฎََْูู َู ู َْู ุดِุฆَْู ุฃَุฎْุฑَุฌَْู
“Surga itu di bawah telapak kaki ibu, siapa yang ia kehendaki maka akan dimasukkan dan siapa yang ia ingini maka akan dikeluarkan.” (Silsilah al-Ahadits adh-Dha’ifah, no. 593)
Kemudian kita jelaskan bahwa hadits dengan lafazh di atas adalahpalsu. Dan ada juga yang lemah. (lihat: Dha’if al-Jami’ ash-Shaghir, no. 2666)
Hadits dengan sanad hasan dan makna sama yaitu,
ุนَْู ู ُุนَุงَِููุฉَ ุจِْู ุฌَุงِูู َุฉَ ุงูุณََّูู ِِّู ุฃََّู ุฌَุงِูู َุฉَ ุฌَุงุกَ ุฅَِูู ุงَّููุจِِّู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ ََููุงَู: َูุง ุฑَุณَُูู ุงَِّููู ุฃَุฑَุฏْุชُ ุฃَْู ุฃَุบْุฒَُู، ََููุฏْ ุฌِุฆْุชُ ุฃَุณْุชَุดِْูุฑَُู. ََููุงَู: َْูู ََูู ู ِْู ุฃُู ٍّ؟ َูุงَู: َูุนَู ْ. َูุงَู: َูุงْูุฒَู َْูุง، َูุฅَِّู ุงْูุฌََّูุฉَ ุชَุญْุชَ ุฑِุฌََْْูููุง
Dari Mu’wiyah bin Jahimah as-Salami bahwasanya Jahimah pernah datang menemui Nabi lalu berkata: Wahai Rasulullah, aku ingin pergi jihad, dan sungguh aku datang kepadamu untuk meminta pendapatmu. Beliau berkata: “Apakah engkau masih mempunyai ibu?” Ia menjawab: Ya, masih. Beliau bersabda: “Hendaklah engkau tetap berbakti kepadanya, karena sesungguhnya surga itu di bawah kedua kakinya.”
Syaikh al-Albani berkomentar: “Diriwayatkan oleh an-Nasa`i, jilid 2, hlm. 54, dan yang lainnya seperti ath-Thabrani jilid 1, hlm. 225, no. 2.Sanadnya Hasan insyaAllah. Dan telah dishahihkan oleh al-Hakim, jilid 4, hlm. 151, dan disetujui oleh adz-Dzahabi dan juga oleh al-Mundziri, jilid 3, hlm. 214.” (as-Silsilah adh-Dha’ifah wa al-Maudhu’ah, pada penjelasan hadits no. 593)
Penyusun: Raehanul Bahraen
Artikel www.muslimafiyah.com
[1] HR. Muslim no. 489
[2] HR Muslim 2631
[3] H.R Muslim 2630
[4] HR. Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shahihahno. 625
[5] Tafsir al-Qurthubi, 9/327
# Wanita sangat istimewa kedudukannya dalam Islam #perempuan
Minggu, 24 Juni 2018
Tidak Diterima Shalat Wanita yang Kurang Ajar kepada Suaminya
Alhamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulillah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam- keluarga dan para sahabatnya.
Islam menempatkan kedudukan suami begitu sangat istimewa bagi seorang istri. Mentaati suami dan selalu berusaha mendapatkan keridhaan-Nya menjadi sebab baginya untuk masuk surga. Sebagaimana sikap kurang ajar, menentang, dan durhaka kepada suami menjadi sebab seorang istri digiring ke neraka. Ini adalah perkara sangat penting sekali untuk diperhatikan para istri dan wanita muslimah.
Maka wajib bagi istri untuk memperhatikan suaminya.
Bahwa suami adalah satu pintu besar dari pintu surganya. Mematuhi suami dalam kebaikan adalah jalan menuju surga. Karenanya, janganlah seorang istri kurang jaar, menyombongkan diri dan membangkang terhadap suaminya.
Dari al-Husain bin Mihshan Radhiyallahu 'Anhu , bahwa bibinya mendatangi Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam untuk satu keperluan. Setelah selesai, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda kepadanya, “Apakah kamu punya suami?” Ia menjawab, “ya.”
“Bagaimana sikapmu terhadapnya?” tanya Nabi
Shallallahu 'Alaihi Wasallam .
Ia menjawab, “Aku selalu melayaninya, kecuali apa yang tak kumampu.”
Kemudian beliau bersabda,
“ Perhaitkan posisimu terhadapnya, karena dia adalah surgamu dan nerakamu. ” (HR. Ahmad, Ibnu Majah, dan dishahihkan Syaikh Al-Albani)
Sabda Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam kepada bibi Al-Husain juga berlaku kepada setiap muslimah. Berlaku bagi setiap istri. Perhatikan kedudukanmu di sisinya. Apakah engkau sesuai keinginannya, sayang kepadanya, melayaninya, menghiburnya saat sulit, menyambut seruannya? Jika demikian maka keridhaannya menjadi sebab istri masuk surga.
Ataukah engkau jauh dari harapannya, sering membuat jengkel dirinya, menentang dan durhaka kepadanya, dan kufur terhadap kebaikannya,? Jika demikian maka kemurkaan dan kemarahan suami menjadi sebab si istri masuk neraka.
Bahkan di hadits lain, shalat seorang wanita tidak akan diterima dan diangkat kepada Allah karena sebab kemurkaan suami terhadapnya.
Dari Abu Umamah Radhiyallahu 'Anhu , Rasulullah
Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
“ Tiga orang yang shalat mereka tidak melampaui telinga mereka. Yaitu budak yang kabur sampai dia kembali, isteri yang tidur sementara suaminya marah kepadanya, dan pemimpin sebuah kaum dan kaum itu membencinya .” (HR. Al-Tirmidzi dna beliau berkata: hasan gharib. Syaikh Al-Albani menghasankannya di Misykah Al-Mashabih, no. 1122)
Dalam Sunan Ibni Majah dengan isnad hasan, dari Ibnu Abbas, dari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam.
“ Tiga orang yang shalat mereka tidak akan terangkat melebihi kepala mereka walau sejengkal saja: seseorang yang mengimami satu kaum semetara mereka membencinya, wanita yang tidur semetara suaminya marah kepadanya, dan dua saudara yang saling memutuskan hubungan. ”
Dalam hadits ini, dapat juga dipahami, bahwa tanda diterimanya shalat seorang istri adalah dengan ridha suaminya kepadanya. Bahwa shalat seorang istri akan diangkat kepada Allah Subahanahu wa Ta'ala jika suaminya ridha kepadanya.
Sangat aneh, ada seorang wanita selalu mengenakan pakaian shalat, dekat dengan sajadahnya, dan mushaf berada di tangannya. Namun, ia tak peduli kebutuhan suaminya terhadap dirinya. Ia tidak patuh kepada suaminya. Bahkan menyombongkan diri dan menentang suaminya. Sungguh, shalat dan berbagai ibadah wanita ini sangat sulit diterima Allah Subahanahu wa Ta'ala . Wallahu a’lam.
Senin, 11 Juni 2018
MENANGISLAH...
Menangislah ...
Sebelum Ramadhan Pergi ...
Kita pernah berjanji mengkhatamkan Qur'an..
Setelah Ramadhan di akhir hitungan, kita tak jua beranjak dari juz awalan..
Menangislah..
Sebelum Ramadhan Pergi ...
Kita pernah berjanji menyempurnakan qiyamullail yang bolong penuh tambalan ...
Setelah Ramadhan di akhir hitungan, kita tak jua menyempurnakan bilangan ...
Menangislah..
Sebelum Ramadhan Pergi ...
Kita berdoa sejak Rajab dan Sya'ban agar disampaikan ke Ramadhan..
Setelah Ramadhan di akhir hitungan..
Ternyata masih juga tak bisa menahan dari kesia-siaan..
Ternyata masih juga tak bisa menambah ibadah sunnah..
Bahkan..
Hampir terlewat dari menunaikan yang wajib...
Menangislah wahai saudaraku ...
Biar butir bening itu jadi saksi di yaumil akhir..
Bahwa ada satu hamba yang bodoh, lalai, sombong lagi terlena..
Sehingga ramadhan yang mulia pun tersia-sia.
Menangislah..
Dan tuntaskan semuanya malam ini..
atas i'tikaf yang belum juga kita kerjakan..
atas lembaran Qur'an yang menunggu di khatamkan..
atas lembaran mata uang yang menunggu di salurkan..
atas sholat sunnah yang menunggu jadi amal tambahan..
Menangislah..
Lebih keras lagi... ๐ญ
Karena Allah tidak menjanjikan apapun untuk ramadhan tahun depan, apakah kita masih disertakan...
✒ Ditulis oleh Ustadz Abu Fairuz Ahmad Ridwan, MA ุญูุธู ุงููู ุชุนุงูู
Rabu, 21 Februari 2018
Nasehat Bagi Yang Masih "MALAS" atau bahkan "ENGGAN" tuk Datang ke Majelis Ilmu

Pandai-pandailah mengatur waktu yang Allah Ta’ala berikan kepada kita.
Janganlah kalian menjadi "orang-orang yang merugi", seperti yang dikatakan Allah dalam Firman-Nya ๐ [lihat QS. Al-Asr]
๐ Berikanlah bagian untuk menuntut "Ilmu Syar’i".
Sisihkanlah satu atau dua hari dalam seminggu untuk menghadiri Majelis Ilmu jika tidak mampu melakukannya sesering mungkin.
Jangan biarkan hari-hari kita penuh dengan kesibukan, namun kosong dari menuntut Ilmu dan berdzikir kepada Allah Ta’ala.
๐ Ingat, bahwa orang yang tidak meghadiri Majelis Ilmu dan tidak mau menuntut "Ilmu Syar’i", maka ia akan merugi di dunia dan di akhirat.
Rasulullah ๏ทบ bersabda:
“Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu agama, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju Surga...”
๐ [HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi dari Abu Ad-Darda’ radhiyallahu’anhu, Shahihul Jaami’: 6297]
Beliau ๏ทบ juga bersabda:
"Tidaklah suatu kaum berkumpul di satu rumah Allah, mereka membacakan kitabullah dan mempelajarinya, kecuali turun kepada mereka ketenangan, dan rahmat menyelimuti mereka, para malaikat mengelilingi mereka dan Allah memuji mereka di hadapan makhluk yang ada di dekatnya. Barangsiapa yang kurang amalannya, maka nasabnya tidak mengangkatnya."
๐ [Hadits ini merupakan potongan dari hadits yang diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah oleh: HR. Muslim, Abu Daud, dan Ibnu Majah]
Beliau ๏ทบ juga menganjurkan kita untuk menghadiri majelis ilmu dengan sabdanya:
Jika kalian melewati taman syurga maka berhentilah. Mereka bertanya, "Apakah taman syurga itu?" Beliau menjawab, "Halaqoh dzikir (Majelis Ilmu)."
๐ [Riwayat At Tirmidzi dan dishahihkan Syeikh Salim bin Ied Al Hilali dalam Shahih Kitabul Adzkar 4/ 4]
โน Berikut beberapa faidah keutamaan menghadiri Majelis Ilmu:
• Mengamalkan perintah Allah Subhanahu wa Ta'ala, dan Rasulullah ๏ทบ, serta mencontoh jalan hidup para salafusshalih.
• Mendapatkan ketenangan.
• Mendapatkan rahmat Allah Subhanahu wa Ta'ala.
• Dipuji Allah di hadapan para malaikat.
• Mengambil satu jalan mendapatkan warisan para Rasul.
• Mendapatkan ilmu dan adab dari seorang alim.
Seseorang (yang hatinya lurus) akan iri apabila melihat orang-orang yang lebih muda darinya lebih bersemangat dan lebih awal mendatangi Majelis Ilmu.
Ia akan merasa iri pada saat melihat anak-anak kecil dan para pemuda telah hafal Al-Qur'an.
Ia menyesali masa mudanya yang tidak dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menghafal dan menuntut "Ilmu Syar'i".
➡ Akibatnya, ketika ia berkeinginan menghafal dan menuntut ilmu di masa tuanya, banyak kesibukan dan banyak teman-temannya yang menyita waktunya siang dan malam, hanya untuk sesuatu yang tidak membawanya lebih mendekatkan diri kepada Allah Azza wa Jalla.
al-Hasan al-Bashri (wafat th. 110 H) -rahimahullaah- mengatakan,
“Belajar hadits di waktu kecil bagai mengukir di atas batu.”
๐ [Jaami’ Bayaanil ‘Ilmi wa Fadhlihi (I/ 357, no. 482)]
Oleh karena itu, sebelum kita disibukkan oleh orang lain, direpotkan berbagai urusan, dan menyesal seperti orang yang mengalaminya, maka manfaatkanlah masa muda untuk menuntut "Ilmu Syar’i".
Ini bukan berarti orang yang sudah tua boleh berputus asa dalam menuntut ilmu, namun seluruh umur yang kita miliki adalah kesempatan untuk menuntut ilmu karena ia adalah ibadah.
Allah Ta’ala berfirman,
َูุงุนْุจُุฏْ ุฑَุจََّู ุญَุชَّٰู َูุฃْุชََِูู ุงَُِْููููู
“Dan beribadahlah kepada Rabb-mu hingga datangnya keyakinan (kematian).”
๐ [Al-Hijr: 99]
Oleh karena itu, para remaja maupun orang tua, laki-laki maupun wanita, segeralah bertaubat kepada Allah Ta’ala atas segala apa yang telah luput dan berlalu.
Sekarang mulailah menuntut ilmu, menghadiri Majelis Ta’lim (Majelis yang isi kajiannya "Ilmu Syar'i"), belajar dengan benar dan sungguh-sungguh, dan menggunakan kesempatan sebaik-baiknya sebelum ajal tiba.
Ketika ditanyakan kepada Imam Ahmad, “Sampai kapankah seseorang menuntut ilmu?” Beliau pun menjawab, “Sampai meninggal dunia (mati).”
๐ [Al-‘Ilmu Fadhluhu wa Syarafuhu (hal. 77)]
Baarokallohu Fiikum
๐ Admin MCS
•════เฎ✽✿۩❁۩✿✽เฎ════•
๐ Menebar Cahaya Sunnah
【Channel Telegram】
@MenebarCahayaSunnahMCS
Klik ⤵
https://t.me/MenebarCahayaSunnahMCS
•════เฎ✽✿۩❁۩✿✽เฎ════•
๐ Silahkan disebar kiriman ini tanpa merubah isinya. Semoga bermanfaat dan menjadi amal jariyah. Jazaakumullohu Khoyron.
Sabtu, 10 Februari 2018
"ORANG BAIK" ITU BANYAK TEMAN, TETAPI "PENYERU KEBAIKAN" AKAN BANYAK MUSUH ๐พ
Imam Ibnu Qudamah pernah ditanya, "Apa bedanya Orang Baik (Shalih) dan Penyeru Kebaikan (Mushlih)?"
Beliau menjawab:
ุงูุตุงูุญ ุฎูุฑู ูููุณู ูุงูู ุตูุญ ุฎูุฑู ูููุณู ููุบูุฑู.
1.Orang Baik (Shalih), melakukan kebaikan untuk dirinya, sedangkan Penyeru Kebaikan (Muslih) mengerjakan kebaikan untuk dirinya dan untuk orang lain.
ุงูุตุงูุญ ุชุญุจُู ุงููุงุณ. ูุงูู ุตูุญ ุชุนุงุฏูู ุงููุงุณ .
2. Orang Baik, dicintai manusia, Penyeru Kebaikan dimusuhi manusia.
Beliau ditanya lagi oleh muridnya, "Kenapa demikian?"
Jawabnya:
ุงูุญุจูุจ ุงูู ุตุทูู(ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู ) ูุจู ุงูุจุนุซุฉ ุฃุญุจู ููู ู ูุฃูู ุตุงูุญ .
Rasulullah sebelum diutus sebagai Rasul, beliau dicintai oleh kaumnya karena beliau adalah orang baik.
ูููู ูู ุง ุจุนุซู ุงููู ุชุนุงูู ุตุงุฑ ู ุตูุญًุง ูุนุงุฏูู ููุงููุง ุณุงุญุฑ ูุฐุงุจ ู ุฌููู.
Namun ketika Allah ta'ala mengutus nya sebagai Penyeru Kebaikan, kaum nya langsung memusuhinya dengan menggelarinya sebagai Tukang sihir, Pendusta, Gila, dll.
Ibnu Qudamah kemudian menambah kan:
ูุฃู ุงูู ุตูุญ ูุตุทุฏู ุจุตุฎุฑุฉ
ุฃููุงุก ู ู ูุฑูุฏ ุฃู ูุตูุญ ู ู ูุณุงุฏูู
Karena Penyeru Kebaikan 'menyikat' batu besar nafsu angkara dan memperbaikinya dari kerusakan.
Itulah sebabnya kenapa Luqman al Hakim menasihati anaknya agar BERSABAR ketika melakukan perbaikan, karena dia pasti akan menghadapi permusuhan. Disebutkan dalam Al Quran:
ูุง ุจูู ุฃูู ุงูุตูุงุฉ ูุฃู ุฑ ุจุงูู ุนุฑูู ูุงَูู ุนู ุงูู ููุฑ ูุงุตุจุฑ ุนูู ู ุง ุฃุตุงุจู.
"(Lukman berkata) Hai anakku tegakkan shalat, perintahkan kebaikan, laranglah kemungkaran, dan bersabar lah atas apa yang menimpamu."
Berkata Ahlul Ilmi:
ู ุตูุญٌ ูุงุญุฏٌ ุฃุญุจ ุฅูู ุงููู ู ู ุขูุงู ุงูุตุงูุญูู.
"Satu penyeru kebaikan lebih dicintai Allah daripada ribuan orang baik (yang tidak menyerukan kebaikkan)."
Sesungguhnya melalui penyeru kebaikan itulah, Allah menjaga umat ini. Sedang orang baik hanya cukup menjaga dirinya sendiri.
Maka marilah kita berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menjadi penyeru kebaikkan.
๐พDan semoga Allah memberi kita kesabaran dalam perjuangan berat ini.
Kamis, 09 November 2017
PERASAAN ORANG YANG SUDAH MATI
![]() |
| Shalat Jenazah |
Beberapa waktu kemudian...
Saat semua sudah pulang meninggalkannya sendirian di bawah tanah. Allah kembalikan ruhnya. Dia membuka mata, dan terbangun dari "mimpi" buruknya. Dia senang dan bersyukur, bahwa ternyata apa yang dia alami hanyalah sebuah mimpi buruk, dan kini dia sudah bangun dari tidurnya.
Kemudian dia meraba badannya yang hanya diselimuti kain sambil bertanya kaget "Kemana bajuku? Kemana celanaku?" Lalu dia meraba sekelilingnya yang berupa tanah "Dimanakah aku?" "Tempat apa ini? Kenapa bau tanah dan lumpur?" Kemudian dia mulai menyadari bahwa dia ada di bawah tanah, dan sebenarnya apa yang dialaminya bukanlah mimpi! Ya, dia sadar bahwa dirinya benar-benar telah mati.
Berteriak lah dia sekeras-kerasnya, memanggil orang-orang terdekatnya yang dianggap bisa menyelamatkannya:
"Ibuuuuu....!!!!"
"Ayaaaaaah...!!!!"
"Kakeeeeek!!!"
"Neneeeek!!"
"Kakaaaaak!!!"
"Sahabaaaaat!!!"
Tidak ada seorang pun yang menjawab nya. Dia yang selama ini lupa pada Allah pun ingat bahwa ALLAH adalah satu-satunya harapan.
Menangis lah dia sambil meminta ampun
"Ya, Allaaaaaaah.... Ya Allaaaaaaah.... Ampuni aku ya Allaaaaaaah....!!!"
Dia berteriak dalam ketakutan yang luar biasa yang belum pernah dirasakan sebelumnya sepanjang hidupnya.
Jika dia orang baik, maka muncullah dua malaikat dengan wajah tersenyum akan mendudukkannya dan menenangkannya, menghiburnya dan melayaninya dengan pelayanan yang terbaik.
Jika dia orang buruk, maka dua malaikat akan menambah ketakutannya dan akan menyiksanya sesuai keburukannya.
Ya, Allah... Kami hamba-hambaMu yang lemah.
Berikan kami HUSNUL KHOTIMAH...
Sabtu, 28 Oktober 2017
Kronologis kata AHAD diganti MINGGU
Taukah Kalian ! Sebelum Tahun 1960, tak pernah dijumpai nama hari yg bertuliskan MINGGU selalu tertulis hari AHAD
Begitu juga penanggalan di kalender tempo dulu, masyarakat Indonesia tidak mengenal sebutan Minggu.
Kita semua sepakat bahwa kalender atau penanggalan di Indonesia telah terbiasa dan terbudaya utk menyebut hari AHAD di dalam setiap pekan (7 hari) dan telah berlaku sejak periode yg cukup lama.
Bahkan telah menjadi ketetapan di dalam Bahasa Indonesia.
Lalu mengapa kini sebutan hari Ahad berubah menjadi hari Minggu?
Kelompok dan kekuatan siapakah yang mengubahnya?
Apa dasarnya ?
Resmikah dan ada kesepakatankah?
Kita ketahui bersama bahwa nama hari yang telah resmi dan kokoh tercantum ke dalam penanggalan Indonesia sejak sebelum zaman penjajahan Belanda dahulu adalah dgn sebutan :
1. Ahad (al-Ahad = hari kesatu)
2. Senin (al-Itsnayn=hari kedua)
3. Selasa (al-Tsalaatsa' = hari ketiga)
4. Rabu (al-Arba'aa = hari keempat)
5. Kamis (al-Khamsatun = hari kelima)
6. Jum'at (al-Jumu'ah = hari keenam = hari berkumpul/berjamaah)
7. Sabtu (as-Sabat=hari ketujuh).
Nama hari tersebut sudah menjadi kebiasaan dan terpola di dalam semua kerajaan di Indonesia.
Semua ini adalah karena jasa positif interaksi budaya secara elegan dan damai serta besarnya pengaruh masuknya agama Islam ke Indonesia yang membawa penanggalan Arab.
Sedangkan kata MINGGU diambil dari bahasa Portugis Domingo (dari bahasa Latin Dies Dominicus yang berarti "Dia Do Senhor", atau HARI TUHAN KITA).
Dalam bahasa Melayu yang lebih awal, kata ini dieja sebagai Dominggu dan baru sekitar akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, kata ini dieja sebagai Minggu.
Jadi, kita pasti paham siapa yang dimaksud TUHAN KITA, bagi yg beribadah di hari minggu.
Bagaimana ini bisa terjadi ?
Ada yang mengatakan dengan dana yang cukup besar dari luar Indonesia, dibuat membiayai monopoli pencetakan kalendar selama bertahun-tahun di Indonesia.
Percetakan dibayar agar menggantikan kata AHAD diganti dengan MINGGU.
Setelah kalender jadi, lalu dibagikan secara gratis atau dijual obral (sangat murah).
Dampaknya adalah :
Masyarakat Muslim Kita secara tak sadar, akhirnya kata Ahad telah terganti menjadi Minggu di dalam penanggalan Indonesia.
Pentingkah ?
Jawabannya :
SANGAT PENTING untuk upaya mengembalikan kata Ahad
Bagi umat Islam adalah penting, karena :
๐ Kata Ahad mengingatkan kepada nama Allah ta'ala yg Maha Ahad sama dengan MahaTunggal/ Maha Satu / Maha Esa
๐ Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan
๐ Kata Ahad dalam Islam adalah sebagai bagian sifat Allah ta'ala yang penting dan mengandung makna utuh melambangkan ke-Maha-Esa-an Allah ta'ala.
Oleh karena itu :
✅ Mari kita ganti MINGGU menjadi AHAD
✅ Apabila dalam 7 (tujuh) hari biasa disebut SEMINGGU, yang tepat adalah disebut dengan SEPEKAN, dan bukan minggu depan, tapi pekan depan.
Semoga hari ini penuh berkah buat kita dan keluarga. Amin Ya Robbal 'Alamin.
๐ Mari mulai sekarang kembalikanlah hari AHAD. lupakanlah minggu.
Jumat, 27 Oktober 2017
ANCAMAN BAGI YANG MENINGGALKAN SHALAT BERJAMAAH
Assalamu'alaikum wr wb
MENGINGATKAN KEMBALI ANCAMAN BAGI YANG MENINGGALKAN SHALAT BERJAMAAH
Allah SWT berfirman:
ุฎَุงุดِุนَุฉً ุงَุจْุตَุงุฑُُูู ْ ุชَุฑَُُْูููู ْ ุฐَِّูุฉٌ ؕ ََููุฏْ َูุงُْููุง ُูุฏْุนََْูู ุงَِูู ุงูุณُّุฌُْูุฏِ َُููู ْ ุณِٰูู َُْูู
"pandangan mereka tertunduk ke bawah, diliputi kehinaan. Dan sungguh, dahulu (di dunia) mereka telah diseru untuk bersujud waktu mereka sehat (tetapi mereka tidak melakukan)."
(QS. Al-Qalam: Ayat 43)
Dari Ibnu Abbas RA, berkata, Rasulullah SAW bersabda,
" Barang siapa mendengar adzan, dan ia tidak memenuhuinya tanpa ada udzur, maka tidak akan ditrima shalat yang dilakukannya." Para Sahabat
RA bertanya, "Apakah udzurnya?" Rasulullah SAW menjawab , "KETAKUTAN ATAU SAKIT".
(HR. Abu Dawud, Ibnu Majah)
Dari Muadz bin Anas RA,dari Rasulullah SAW, sesungguhnya beliau bersabda, " kebatilan terbesar, kekufuran, dan kemunafikan adalah orang yang mendengar pangilan muadzin(adzan) untuk mendirikan shalat namun dia tidak memenuhinya"
(HR. Ahmad dan Thabrani)
Dari Abu Darda RA berkata, saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, " Tidak ada tiga orang yang tinggal di sebuah desa atau di padang sahara dan mereka tidak mendirikan shalat berjama'ah, kecuali syaitan telah menguasai mereka. Maka hendaklah kalian berjama'ah, karena sesungguhnya srigala hanya memangsa kambing yang terpisah dari kelompoknya".
(HR. Abu Dawud, Nasai, Ibnu Khuzaimah,, Ibnu Hibban)
๐ Rasulullah SAW sangat mengasihi dan menyayangi umatnya sehingga beliau tdk tega umatnya tertimpa kesusahan.
Apakah kita sdh mengamalkan sholat berjama'ah 5 waktu
Anda yg tahu sendiri.
Wassalam
Sri aji joyoboyo
MENGINGATKAN KEMBALI ANCAMAN BAGI YANG MENINGGALKAN SHALAT BERJAMAAH
Allah SWT berfirman:
ุฎَุงุดِุนَุฉً ุงَุจْุตَุงุฑُُูู ْ ุชَุฑَُُْูููู ْ ุฐَِّูุฉٌ ؕ ََููุฏْ َูุงُْููุง ُูุฏْุนََْูู ุงَِูู ุงูุณُّุฌُْูุฏِ َُููู ْ ุณِٰูู َُْูู
"pandangan mereka tertunduk ke bawah, diliputi kehinaan. Dan sungguh, dahulu (di dunia) mereka telah diseru untuk bersujud waktu mereka sehat (tetapi mereka tidak melakukan)."
(QS. Al-Qalam: Ayat 43)
Dari Ibnu Abbas RA, berkata, Rasulullah SAW bersabda,
" Barang siapa mendengar adzan, dan ia tidak memenuhuinya tanpa ada udzur, maka tidak akan ditrima shalat yang dilakukannya." Para Sahabat
RA bertanya, "Apakah udzurnya?" Rasulullah SAW menjawab , "KETAKUTAN ATAU SAKIT".
(HR. Abu Dawud, Ibnu Majah)
Dari Muadz bin Anas RA,dari Rasulullah SAW, sesungguhnya beliau bersabda, " kebatilan terbesar, kekufuran, dan kemunafikan adalah orang yang mendengar pangilan muadzin(adzan) untuk mendirikan shalat namun dia tidak memenuhinya"
(HR. Ahmad dan Thabrani)
Dari Abu Darda RA berkata, saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, " Tidak ada tiga orang yang tinggal di sebuah desa atau di padang sahara dan mereka tidak mendirikan shalat berjama'ah, kecuali syaitan telah menguasai mereka. Maka hendaklah kalian berjama'ah, karena sesungguhnya srigala hanya memangsa kambing yang terpisah dari kelompoknya".
(HR. Abu Dawud, Nasai, Ibnu Khuzaimah,, Ibnu Hibban)
๐ Rasulullah SAW sangat mengasihi dan menyayangi umatnya sehingga beliau tdk tega umatnya tertimpa kesusahan.
Apakah kita sdh mengamalkan sholat berjama'ah 5 waktu
Anda yg tahu sendiri.
Wassalam
Sri aji joyoboyo
Kamis, 19 Oktober 2017
SEBAIK-BAIK BEKAL ADALAH TAQWA
Allah Subhaanahu wata aa'ala berfirman
َูุชَุฒََّูุฏُูุง َูุฅَِّู ุฎَْูุฑَ ุงูุฒَّุงุฏِ ุงูุชََّْٰููู ۚ َูุงุชَُِّููู َูุง ุฃُِููู ุงْูุฃَْูุจَุงุจِ
Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.
(Q.S.AlBaqarah 197).
Allah Subhaanahu wata aa'la berfirman
ู َْู ََููุฑَ َูุนََِْููู ُْููุฑُُู ۖ َูู َْู ุนَู َِู ุตَุงِูุญًุง َِููุฃَُْููุณِِูู ْ َูู َْูุฏَُูู
Barangsiapa yang kafir maka dia sendirilah yang menanggung (akibat) kekafirannya itu, dan barangsiapa yang beramal saleh maka untuk diri mereka sendirilah mereka menyiapkan (tempat yang menyenangkan)
(Q.S.Ar-Ruum 44).
Didalam Kitab Badai’ul Fawa’id disebutkan bahwa “Semut selalu mempersiapkan bekal pada musim panas untuk musim hujan yang akan datang. Seekor burung, jika telah mengetahui bahwa istrinya hamil maka dia segera mencari dan mengumpulkan jerami untuk membangun sarang sebelum istrinya bertelur.
Lalu apa pendapatmu jika engkau sudah mengetahui tentang kedekatan perpindahanmu dari dunia ke alam kubur. Apakah engkau akan membawa tempat tidurmu tanpa persiapan amal. Na’udzubillah.
Muhasabah
Shobahulkheir
Assakum thayyibiin wa jamii'in ahlukum inshaaAllah
َูุชَุฒََّูุฏُูุง َูุฅَِّู ุฎَْูุฑَ ุงูุฒَّุงุฏِ ุงูุชََّْٰููู ۚ َูุงุชَُِّููู َูุง ุฃُِููู ุงْูุฃَْูุจَุงุจِ
Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.
(Q.S.AlBaqarah 197).
Allah Subhaanahu wata aa'la berfirman
ู َْู ََููุฑَ َูุนََِْููู ُْููุฑُُู ۖ َูู َْู ุนَู َِู ุตَุงِูุญًุง َِููุฃَُْููุณِِูู ْ َูู َْูุฏَُูู
Barangsiapa yang kafir maka dia sendirilah yang menanggung (akibat) kekafirannya itu, dan barangsiapa yang beramal saleh maka untuk diri mereka sendirilah mereka menyiapkan (tempat yang menyenangkan)
(Q.S.Ar-Ruum 44).
Didalam Kitab Badai’ul Fawa’id disebutkan bahwa “Semut selalu mempersiapkan bekal pada musim panas untuk musim hujan yang akan datang. Seekor burung, jika telah mengetahui bahwa istrinya hamil maka dia segera mencari dan mengumpulkan jerami untuk membangun sarang sebelum istrinya bertelur.
Lalu apa pendapatmu jika engkau sudah mengetahui tentang kedekatan perpindahanmu dari dunia ke alam kubur. Apakah engkau akan membawa tempat tidurmu tanpa persiapan amal. Na’udzubillah.
Muhasabah
Shobahulkheir
Assakum thayyibiin wa jamii'in ahlukum inshaaAllah
Rabu, 18 Oktober 2017
'SIAPA BILANG HARTA TIDAK DIBAWA MATI ??'
Haji Usman, pemilik salah satu usaha batik dan olahan texstil terkemuka di Yogyakarta, memang dikenal masyarakat atas kedermawanannya, seakan harta telah begitu tak berharga baginya.
Seakan dunia telah begitu hina dimatanya.
Inilah mungkin sosok nyata orang yg dunia di tangannya dan akhirat di hatinya.
Maka beberapa orang pengusaha muda yg bersemangat mendatangi beliau.
'Ajarkan pada kami Ji, bagaimana caranya agar kami seperti haji Usman.
Bisa bisnis maju sukses, tidak cinta pada harta dan tidak sayang pada kekayaan..hingga seperti haji Usman, bersadaqah terasa ringan'.
'Wah', sahut Haji Usman tertawa, 'Antum salah alamat' !
'Lho ?'
'Lha iya...kalian datang pada orang yg salah.
Lha saya ini SANGAT SAYANG JG MENCINTAI HARTA SAYA.
Saya ini sangat mencintai Aset yg saya miliki '.
'Lho ?'
'Kok lho. Lha sebab saking cinta dan sayangnya saya pada harta, SAMPAI-SAMPAI SAYA TIDAK RELA MENINGGALKAN HARTA SAYA DI DUNIA INI.
AKAN SAYA BAWA MATI DIKUBUR DENGAN HARTA BISNIS SAYA..
Saya itu TIDAK MAU BERPISAH dengan kekayaan saya.
Makanya sementara ini saya titip-titipkan dulu :
TITIP pada Masjid.
TITIP pada anak Yatim.
TITIP pada Fakir miskin.
TITIP pada Madrasah.
TITIP pada Pesantren.
TITIP pada pejuang fii sabilillah.
TITIP pada Guru2 Agama.
TITIP pada Karyawan yg rajin Ibadah.
TITIP pada sodara dan karyawan yg dirawat sakit.
Alhamdulillah ada yg berkenan mau dititipi, saya senang sekali.
Alhamdulillah ada yg sudi diamanati, saya bahagia sekali.
Insya Allah DI AKHIRAT NANTI SAYA BISA AMBIL LAGI, TITIPAN SAYA.
Saya ingin kekayaan saya itu dapat saya nikmati berlipat-lipat dialam kubur dan diakhirat'.
Jadi..! Siapa bilang harta tdk dibawa mati ?
Harta itu dibawa mati !!
Caranya ?
JANGAN BAWA SENDIRI...minta tolong dibawakan oleh anak Yatim, Fakir miskin, orang-orang yg berjuang di jalanNYA dll..dll.
Karena anak dan keluarga sy cuma kasih kain kafan putih saja ketika sy sdh meninggal nanti.
Semoga menjadi renungan kita para sahabat yg soleh dan solehah.
Share jika memang bermanfa'at !
Kamis, 05 Oktober 2017
Inilah Manfaat Membaca Al-Qur'an bagi Kesehatan
Menurut sebuah survey yang dilakukan oleh dr. Al-Qodhi di Klinik Besar Florida, Amerika Serikat, berhasil membuktikan hanya dengan mendengarkan ayat suci Al-Qur'an, baik mereka yg mengerti bahasa Arab atau tidak, ternyata memberikan perubahan fisiologis yang sangat besar. Termasuk salah satunya dapat menangkal berbagai macam penyakit.
Hal tsb dikuatkan lagi oleh Penemuan Muhammad Salim yang dipublikasikan Universitas Boston.
Mengapa di dalam Islam, ketika kita mengaji disarankan untuk bersuara? Minimal untuk diri sendiri alias terdengar oleh telinga kita.
Berikut penjelasanya :
Setiap sel di dalam tubuh kita bergetar di dalam sebuah sistem yang seksama, dan perubahan sekecil apapun dalam getaran ini akan menimbulkan potensi penyakit di berbagai bagian tubuh...
Nah... Sel-sel yang rusak ini harus digetarkan kembali untuk mengembalikan keseimbangannya.
Hal tersebut artinya harus dengan suara. Maka munculah TERAPI SUARA yang ditemukan oleh dr. Alfred Tomatis, seorang dokter di Perancis.
Sementara dr. Al-Qodhi menemukan, bahwa
MEMBACA AL-QUR'AN DENGAN BERSUARA, Memberikan pengaruh yang luar biasa terhadap sel-sel otak untuk mengembalikan keseimbangannya.
Penelitian berikutnya membuktikan Sel Kanker dapat hancur dengan menggunakan FREKUENSI SUARA saja.
Dan kembali terbukti bahwa, Membaca Al-Qur'an memiliki dampak hebat dalam proses penyembuhan penyakit sekaliber kanker.
Virus dan kuman berhenti bergetar saat dibacakan ayat suci Al-Qur'an, dan di saat yang sama , sel-sel sehat menjadi aktif.
Mengembalikan keseimbangan program yang terganggu tadi.
Silakan dilihat QS. Al-Isro' ayat 82
Dan yang lebih menguatkan supaya diri ini semakin rajin dan giat membaca Al-Qur'an adalah karena menurut survei :
SUARA YANG PALING MEMILIKI PENGARUH KUAT TERHADAP SEL-SEL TUBUH, ADALAH SUARA SI PEMILIK TUBUH ITU SENDIRI.
Lihat QS. 7 ayat 55 dan QS. 17 ayat 10.
Mengapa Sholat berjama'ah lebih di anjurkan?.
Karena ada do'a yg dilantunkan dengan keras, sehingga terdengar oleh telinga, dan ini bisa mengembalikan sistem yang seharian rusak.
Mengapa dalam Islam mendengarkan lagu hingar bingar tidak dianjurkan?
Karena survei membuktikan, bahwa getaran suara hingar bingar MEMBUAT TUBUH TIDAK SEIMBANG.
Maka kesimpulannya adalah :
1. Bacalah Al-Qur'an di pagi hari dan malam hari sebelum tidur untuk mengembalikan sistem tubuh kembali normal.
2. Kurangi mendengarkan musik hingar bingar, ganti saja dengan murotal yang jelas-jelas memberikan efek menyembuhkan.
Siapa tau kita punya potensi terkena kanker, tapi karena rajin mendengarkan murotal, penyakit tersebut bisa hancur sebelum terdeteksi.
3. Perbaiki baca Al-Qur'an (baca dengan tartil, penuhi Hukum Tajwid), karena efek suara kita sendirilah yang paling dasyat dalam penyembuhan.
Silakan disebarkan. Semoga menjadi wasilah amal kebaikan.
Selasa, 03 Oktober 2017
MALU ADALAH AKHLAK ISLAM
![]() |
| Selfie |
Mau mandi... CEKREK
Dandan dikit... CEKREK
Dapat bonus... CEKREK
Buka puasa... CEKREK
Lagi kajian... CEKREK
Baju baru... CEKREK
Habis masak enak... CEKREK
Pakek cadar... CEKREK
Imut dikit...CEKREK
Monyong dikit...CEKREK
Di tempat tidur...CEKREK
Di Toilet Mall...CEKREK
.
(Hayooo yg merasa jgn senyam senyum ๐ )
.
Boleh2 saja kita mendokumentasikan momen2 indah atau peristiwa tertentu dlm hidup kita lewat foto atau video, nmn kita harus tau mana yang layak di publikasikan dan mana yang tidak layak di publikasikan, kita harus tau batasannya jgn sampai berlebihan atau menimbulkan sesuatu yg negatif seperti fitnah, iri hati dan prasangka buruk.
.
Saudara-saudari ku tak terasa waktu berganti, hari berlalu, umur kita jg bertambah terus, dgn begitu jg menandakan kita semakin tua, jatah hidup kita jg semakin berkurang dan kita jg semakin dekat dgn kematian, apakah kita mau hidup seperti itu terus,
.
Oleh karna itu ayo rubah kebiasaan kita di bulan-bulan kemaren yg tidak baik dan tdk bermanfaat kita tinggalkan, kini kita harus berusaha menjadi pribadi yang sholeh dan sholehah, salah satunya dengan usaha belajar memiliki rasa malu,
.
Dlm konteks syariat, malu adlh perasaan enggan melakukan perbuatan yg mengakibatkan buruk, sehingga menahan diri untuk tdk melakukannya. Malu adalah satu kata yang mencakup perbuatan menjauhi segala apa yang dibenci. [Lihat Raudhatul ‘Uqala wa Nuzhatul Fudhala' (hal. 53)]
.
Dlm Islam malu adlh sifat terpuji karena ia adlh akhlak para Nabi dan yg di ajarkan Rasul-Nya. Rasulullah saw adlh sosok yg sgt pemalu dan digambarkan lbh pemalu dari pada gadis yg dipingit.
.
Sungguh sifat Malu pada hakikatnya tidak mendatangkan sesuatu kecuali kebaikan. Malu mengajak pemiliknya agar menghias diri dengan yang mulia dan menjauhkan diri dari sifat-sifat yang hina.
.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Malu itu tidak mendatangkan sesuatu melainkan kebaikan semata-mata.” (Muttafaq ‘alaihi)
.
Malu adalah cabang keimanan.
.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Iman memiliki lebih dari tujuh puluh atau enam puluh cabang. Cabang yang paling tinggi adalah perkataan ‘La ilaha illallah,’ dan yang paling rendah adalah menyingkirkan duri (gangguan) dari jalan. Dan malu adalah salah satu cabang Iman.”
[HR. Bukhari dalam al-Adabul Mufrad (no. 598), Muslim (no. 35), Abรป Dรขwud (no. 4676)
.
Malu adalah akhlak Islam.
.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
“Sesungguhnya setiap agama memiliki akhlak, dan akhlak Islam adalah malu.” [HR. Ibnu Majah dan ath-Thabrani]
.
Malu juga sebagai pencegah pemiliknya dari melakukan maksiat.
.
Ada salah seorang Shahabat Radhiyallahu 'anhu yang mengecam saudaranya dalam masalah malu dan ia berkata kepadanya, “Sungguh, malu telah merugikanmu.” Kemudian Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda. “Biarkan dia, karena malu termasuk iman.” [HR. Bukhari- Muslim Ahmad- Abu Dawud dan at-Tirmidzi]
.
Abu ‘Ubaid al-Harawi rahimahullah berkata, “Maknanya adalah, bahwa orang itu berhenti dari perbuatan maksiatnya karena rasa malunya, sehingga rasa malu itu seperti iman yang mencegah antara dia dengan perbuatan maksiat.” [Lihat Fathul Bari (X/522)]
.
Malu senantiasa seiring dengan iman, bila salah satunya tercabut hilanglah yang lainnya.
.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
“Malu dan iman senantiasa bersama. Apabila salah satunya dicabut, maka hilanglah yang lainnya.” [HR. Hakim dan ath-Thabrani ]
Langganan:
Postingan (Atom)











