Bioskin Indonesi

Bioskin Indonesi
Pelangsing Ampuh, Turun Berat Badan, Diet, Herbal Slim Fruta,
Tampilkan postingan dengan label Kajian Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian Islam. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Juli 2018

Surat Cinta Tentang Shalat


Bila engkau anggap shalat itu hanya sebagai penggugur kewajiban, maka kau akan terburu-buru mengerjakannya.

Bila engkau anggap shalat hanya sebagai sebuah kewajiban, maka kau tak akan menikmati hadirnya Allah saat kau mengerjakannya.

Anggaplah shalat itu pertemuan yang kau nanti dengan Tuhanmu.

Anggaplah shalat itu sebagai cara terbaik kau bercerita dengan Allah SWT.

Anggaplah shalat itu sebagai kondisi terbaik untuk kau berkeluh kesah dengan Allah SWT.

Anggaplah shalat itu sebagai seriusnya kamu dalam bermimpi.

Bayangkan ketika "adzan berkumandang," tangan Allah melambai kepadamu untuk mengajak kau lebih dekat denganNya

Bayangkan ketika kau "takbir," Allah melihatmu, Allah tersenyum untukmu dan Allah bangga terhadapmu.

Bayangkanlah ketika "rukuk," Allah menopang badanmu hingga kau tak terjatuh, hingga kau merasakan damai dalam sentuhan-Nya.

Bayangkan ketika "sujud," Allah mengelus kepalamu. Lalu Dia berbisik lembut di kedua telingamu: Aku mencintaimu wahai hambaKu."

Bayangkan ketika kau "duduk di antara dua sujud," Allah berdiri gagah di depanmu, lalu mengatakan:
"Aku tak akan diam apabila ada yang mengusikmu."

Bayangkan ketika kau memberi "salam," Allah menjawabnya, lalu kau seperti manusia berhati bersih setelah itu.

Subhanallah sungguh nikmat shalat yang kita lakukan. Tidak akan sia-sia yang menyebarkannya, tidak akan rugi orang yang membacanya.

Beruntunglah  orang-orang yang mengamalkannya.

Barakallahu fiikum, Wassalamualaikum

Maafkanlah aku ya Allah  yg tak pernah memperhatikan kesempurnaan sholatku

Sabtu, 14 Juli 2018

Wanita sangat istimewa kedudukannya dalam Islam


Ketika kecil ia menjadi penghalang neraka bagi orang tuanya

Ketika dewasa ia menjadi penyempurna setengah agama suaminya

Ketika tua surga di bawah kakinya

Ketika kecil anak perempuan akan menjadi pengalang neraka bagi orang tuanya

Bahkan bisa mnejadi tetangga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di surga. Untuk bisa bertetangga dengan beliau disurga tidaklah mudah. Bertetangga di surga tentu berarti masuk surga yang tertinggi dan derajat tertinggi dengan beliau di surga. Diperlukan amalan yang banyak dan ikhlas, sebagaimana contohkisah sahabat yang ingin bertetangga dengan beliau di surga, tetapi beliau berkata agar sahabat memperbanyak amalannya, yaitu memperbanyak sujud (shalat).

Dari Rabi’ah bin Ka’ab Al Aslamiradhiallahu ‘anhu, ia berkata,
كُنْتُ أَبِيتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَأَتَيْتُهُ بِوَضُوئِهِ وَحَاجَتِهِ فَقَالَ لِى « سَلْ ». فَقُلْتُ أَسْأَلُكَ مُرَافَقَتَكَ فِى الْجَنَّةِ. قَالَ « أَوَغَيْرَ ذَلِكَ ». قُلْتُ هُوَ ذَاكَ. قَالَ « فَأَعِنِّى عَلَى نَفْسِكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ
“Aku pernah bermalam bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Aku mendatangi beliau dengan membawakan air wudhu dan memenuhi hajat beliau. Lantas beliau bersabda, “Mintalah.” Aku berkata, “Aku meminta padamu supaya dapat dekat denganmu di surga (kelak).” Beliau berkata, “Atau ada selain itu?” Aku menjawab, “Itu saja yang aku minta.” Beliau bersabda, “Tolonglah aku dengan engkau memperbanyak sujud.”[1]

Bagi yang sudah dikaruniai dua anak wanita, berbahagialah, karena bisa jadi penghalang api neraka dan bisa menjadi tetangga/dekat dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di surga tertinggi

Beberapa ulama menjelaskan karena:

1. Mendidik agama anak wanita lebih sulit

Maksudnya adalah mendidik ilmu agama dan keteguhan hati.  Bukan maksudnya mendidik ilmu dunia karena kita dapati banyak wanita yang lebih pintar dari laki-laki dalam berbagai disiplin ilmu.

2. Wanita memang lebih mudah tergoda/silau dengan dunia

3. Wanita tidak stabil secara emosi dan memang/”bengkok” dalam hadits

4. Sebagian orang merasa anak laki-laki lebih mudah diandalkan dan lebih banyak keuntungannya

Karenanya jika mendidik anak wanita dengan baik, agama, akhlak dan ilmunya serta kehormatannya sampai ia menyerahkan tanggung jawab kepada suaminya, maka balasannya sangat besar sekali sebagaimana dalam hadits berikut.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ عَالَ جَارِيَتَيْنِ حَتَّى تَبْلُغَا جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَنَا وَهُوَ وَضَمَّ أَصَابِعَهُ
“Barangsiapa yang mengayomi dua anak perempuan hingga dewasa maka ia akan datang pada hari kiamat bersamaku” (Anas bin Malik berkata : Nabi menggabungkan jari-jari jemari beliau).”[2]

dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha, beliau berkata,
جَاءَتْنِى مِسْكِينَةٌ تَحْمِلُ ابْنَتَيْنِ لَهَا فَأَطْعَمْتُهَا ثَلاَثَ تَمَرَاتٍ فَأَعْطَتْ كُلَّ وَاحِدَةٍ مِنْهُمَا تَمْرَةً وَرَفَعَتْ إِلَى فِيهَا تَمْرَةً لِتَأْكُلَهَا فَاسْتَطْعَمَتْهَا ابْنَتَاهَا فَشَقَّتِ التَّمْرَةَ الَّتِى كَانَتْ تُرِيدُ أَنْ تَأْكُلَهَا بَيْنَهُمَا فَأَعْجَبَنِى شَأْنُهَا فَذَكَرْتُ الَّذِى صَنَعَتْ لِرَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ  إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَوْجَبَ لَهَا بِهَا الْجَنَّةَ أَوْ أَعْتَقَهَا بِهَا مِنَ النَّارِ
“Seorang wanita miskin datang kepadaku dengan membawa dua anak perempuannya, lalu aku memberinya tiga buah kurma. Kemudian dia memberi untuk anaknya masing-masing satu buah kurma, dan satu kurma hendak dia masukkan ke mulutnya untuk dimakan sendiri. Namun kedua anaknya meminta kurma tersebut. Maka si ibu pun membagi dua kurma yang semula hendak dia makan untuk diberikan kepada kedua anaknya. Peristiwa itu membuatku takjub sehingga aku ceritakan perbuatan wanita tadi kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Sesungguhnya Allah telah menetapkan baginya surga dan membebaskannya dari neraka”.[3]



Ketika dewasa ia menjadi penyempurna setengah agama suaminya

Sebagaimana Sabda Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam,

إِذَا تَزَوَّجَ العَبْدُ فَقَدْ كَمَّلَ نَصْفَ الدِّيْنِ ، فَلْيَتَّقِ اللهَ فِي النِّصْفِ البَاقِي

“Jika seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karenanya, bertakwalah pada Allah pada separuh yang lainnya.”[4]

Maksud menyempurnakan agama adalah telah lebih terlindungi dari fitnah ujian syahwat dan zina, karena ia sudah menyalurkannya kepada yang halal, seorang wanita yang ia cintai yaitu istrinya.

Al-Qurthubi menjelaskan maksud hadits,

“Siapa yang menikah berarti telah menyempurnakan setengah agamanya. Karena itu bertaqwalah kepada Allah untuk setengah yang kedua.” Makna hadis ini bahwa nikah akan melindungi orang dari zina. Sementara menjaga kehormatan dari zina termasuk salah satu yang mendapat jaminan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan surga. Beliau mengatakan, ‘Siapa yang dilindungi Allah dari dua bahaya, maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga, yaitu dilindungi dari dampak buruk mulutnya dan kemaluannnya.’[5]

Ketika tua surga di bawah kakinya

Ibu sangat dimuliakan dalam Islam, didahulukan tiga kali daripada bapak. Karena Ibu dengan pengorbanan dan kasih sayangnya tidak akan pernah bisa tergantikan. Seorang ibu mampu merawat sepuluh anak, akan tetapi sepuluh anak belum tentu mampu merawat seorang ibu. Karenanya berbakti kepada orang tua khususnya merupakan pintu surga terbaik. Bahkan surga di bawah telapak kaki ibu.

Kaum muslimin yang kami cintai karena Allah, perlu diketahui bahwa hadits terkenal yang beredar mengenai “surga di bawah telapak kaki Ibu” haditsnya adalah hadits dhaif/lemah, akan tetapi ada hadits lainnya yang lebih baik derajatnya yang menjelaskan hal yang sama, yaitu surga di bawah telapak kaki ibu.

اَلْجَنَّةُ تَحْتَ أَقْدَامِ الأُمَّهَاتِ، مَنْ شِئْنَ أَدْخَلْنَ وَ مَنْ شِئْنَ أَخْرَجْنَ

“Surga itu di bawah telapak kaki ibu, siapa yang ia kehendaki maka akan dimasukkan dan siapa yang ia ingini maka akan dikeluarkan.” (Silsilah al-Ahadits adh-Dha’ifah, no. 593)

Kemudian kita jelaskan bahwa hadits dengan lafazh di atas adalahpalsu. Dan ada juga yang lemah. (lihat: Dha’if al-Jami’ ash-Shaghir, no. 2666)

Hadits dengan sanad hasan dan makna sama yaitu,

عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ جَاهِمَةَ السَّلَمِيِّ أَنَّ جَاهِمَةَ جَاءَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَدْتُ أَنْ أَغْزُوَ، وَقَدْ جِئْتُ أَسْتَشِيْرُكَ. فَقَالَ: هَلْ لَكَ مِنْ أُمٍّ؟ قَالَ: نَعَمْ. قَالَ: فَالْزَمْهَا، فَإِنَّ الْجَنَّةَ تَحْتَ رِجْلَيْهَا

Dari Mu’wiyah bin Jahimah as-Salami bahwasanya Jahimah pernah datang menemui Nabi lalu berkata: Wahai Rasulullah, aku ingin pergi jihad, dan sungguh aku datang kepadamu untuk meminta pendapatmu. Beliau berkata: “Apakah engkau masih mempunyai ibu?” Ia menjawab: Ya, masih. Beliau bersabda: “Hendaklah engkau tetap berbakti kepadanya, karena sesungguhnya surga itu di bawah kedua kakinya.”

Syaikh al-Albani berkomentar: “Diriwayatkan oleh an-Nasa`i, jilid 2, hlm. 54, dan yang lainnya seperti ath-Thabrani jilid 1, hlm. 225, no. 2.Sanadnya Hasan insyaAllah. Dan telah dishahihkan oleh al-Hakim, jilid 4, hlm. 151, dan disetujui oleh adz-Dzahabi dan juga oleh al-Mundziri, jilid 3, hlm. 214.” (as-Silsilah adh-Dha’ifah wa al-Maudhu’ah, pada penjelasan hadits no. 593)



Penyusun: Raehanul Bahraen

Artikel www.muslimafiyah.com

[1]  HR. Muslim no. 489

[2] HR Muslim 2631

[3] H.R Muslim 2630

[4] HR. Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shahihahno. 625

[5]  Tafsir al-Qurthubi, 9/327

# Wanita sangat istimewa kedudukannya dalam Islam #perempuan

Selasa, 19 Juni 2018

Tata Cara Puasa Syawal




Puasa Syawal kita tahu memiliki keutamaan yang besar yaitu mendapat pahala puasa setahun penuh. Namun bagaimanakah tata cara melakukan puasa Syawal?

Keutamaan Puasa Syawal

Kita tahu bersama bahwa puasa Syawal itul punya keutamaan, bagi yang berpuasa Ramadhan dengan sempurna lantas mengikutkan puasa 6 hari di bulan Syawal, maka ia akan mendapatkan pahala puasa setahun penuh. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim no. 1164).

Itulah dalil dari jumhur atau mayoritas ulama yag menunjukkan sunnahnya puasa Syawal. Yang berpendapat puasa tersebut sunnah adalah madzhab Abu Hanifah, Syafi’i dan Imam Ahmad. Adapun Imam Malik memakruhkannya. Namun sebagaimana kata Imam Nawawi rahimahullah, “Pendapat dalam madzhab Syafi’i yang menyunnahkan puasa Syawal didukung dengan dalil tegas ini. Jika telah terbukti adanya dukungan dalil dari hadits, maka pendapat tersebut tidaklah ditinggalkan hanya karena perkataan sebagian orang. Bahkan ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah ditinggalkan walau mayoritas atau seluruh manusia menyelisihinya. Sedangkan ulama yang khawatir jika puasa Syawal sampai disangka wajib, maka itu sangkaan yang sama saja bisa membatalkan anjuran puasa ‘Arafah, puasa ‘Asyura’ dan puasa sunnah lainnya.” (Syarh Shahih Muslim, 8: 51)

Seperti Berpuasa Setahun Penuh

Kenapa puasa Syawal bisa dinilai berpuasa setahun? Mari kita lihat pada hadits Tsauban berikut ini,

عَنْ ثَوْبَانَ مَوْلَى رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَنَّهُ قَالَ « مَنْ صَامَ سِتَّةَ أَيَّامٍ بَعْدَ الْفِطْرِ كَانَ تَمَامَ السَّنَةِ (مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا) »

Dari Tsauban, bekas budak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Barangsiapa berpuasa enam hari di bulan Syawal setelah Idul Fithri, maka ia telah menyempurnakan puasa setahun penuh. Karena siapa saja yang melakukan kebaikan, maka akan dibalas sepuluh kebaikan semisal.”  (HR. Ibnu Majah no. 1715. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Disebutkan bahwa setiap kebaikan akan dibalas minimal dengan sepuluh kebaikan yang semisal. Ini menunjukkan bahwa puasa Ramadhan sebulan penuh akan dibalas dengan 10 bulan kebaikan puasa. Sedangkan puasa enam hari di bulan Syawal akan dibalas minimal dengan 60 hari (2 bulan) kebaikan puasa. Jika dijumlah, seseorang sama saja melaksanakan puasa 10 bulan + 2 bulan sama dengan 12 bulan. Itulah mengapa orang yang melakukan puasa Syawal bisa mendapatkan ganjaran puasa setahun penuh.

Tata Cara Puasa Syawal

1- Puasa sunnah Syawal dilakukan selama enam hari

Sebagaimana disebutkan dalam hadits bahwa puasa Syawal itu dilakukan selama enam hari. Lafazh hadits di atas adalah: “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim no. 1164).
Dari hadits tersebut, Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin berkata, “Yang disunnahkan adalah berpuasa enam hari di bulan Syawal.” (Syarhul Mumti’, 6: 464).

2- Lebih utama dilaksanakan sehari setelah Idul Fithri, namun tidak mengapa jika diakhirkan asalkan masih di bulan Syawal.

Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Para fuqoha berkata bahwa yang lebih utama, enam hari di atas dilakukan setelah Idul Fithri (1 Syawal) secara langsung. Ini menunjukkan bersegera dalam melakukan kebaikan.” (Syarhul Mumti’, 6: 465).

3- Lebih utama dilakukan secara berurutan namun tidak mengapa jika dilakukan tidak berurutan.

Syaikh Ibnu ‘Utsaimin juga berkata, “Lebih utama puasa Syawal dilakukan secara berurutan karena itulah yang umumnya lebih mudah. Itu pun tanda berlomba-lomba dalam hal yang diperintahkan.” (Idem)

4- Usahakan untuk menunaikan qodho’ puasa terlebih dahulu agar mendapatkan ganjaran puasa Syawal yaitu puasa setahun penuh.

Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah berkata, “Siapa yang mempunyai kewajiban qodho’ puasa Ramadhan, hendaklah ia memulai puasa qodho’nya di bulan Syawal. Hal itu lebih akan membuat kewajiban seorang muslim menjadi gugur. Bahkan puasa qodho’ itu lebih utama dari puasa enam hari Syawal.” (Lathoiful Ma’arif, hal. 391).

Begitu pula beliau mengatakan, “Siapa yang memulai qodho’ puasa Ramadhan terlebih dahulu dari puasa Syawal, lalu ia menginginkan puasa enam hari di bulan Syawal setelah qodho’nya sempurna, maka itu lebih baik. Inilah yang dimaksud dalam hadits yaitu bagi yang menjalani ibadah puasa Ramadhan lalu mengikuti puasa enam hari di bulan Syawal. Namun pahala puasa Syawal itu tidak bisa digapai jika menunaikan qodho’ puasanya di bulan Syawal. Karena puasa enam hari di bulan Syawal tetap harus dilakukan setelah qodho’ itu dilakukan.” (Lathoiful Ma’arif, hal. 392).

5- Boleh melakukan puasa Syawal pada hari Jum’at dan hari Sabtu.

Imam Nawawi rahimahullahmengatakan, “Ulama Syafi’iyah berpendapat bahwa dimakruhkan berpuasa pada hari Jum’at secara bersendirian. Namun jika diikuti puasa sebelum atau sesudahnya atau bertepatan dengan kebiasaan puasa seperti berpuasa nadzar karena sembuh dari sakit dan bertepatan dengan hari Jum’at, maka tidaklah makruh.” (Al Majmu’ Syarh Al Muhaddzab, 6: 309).

Hal ini menunjukkan masih bolehnya berpuasa Syawal pada hari Jum’at karena bertepatan dengan kebiasaan.

Adapun berpuasa Syawal pada hari Sabtu juga masih dibolehkan sebagaimana puasa lainnya yang memiliki sebab masih dibolehkan dilakukan pada hari Sabtu, misalnya jika melakukan puasa Arafah pada hari Sabtu. Ada fatwa dari Komisi Fatwa Kerajaan Saudi Arabia berikut ini.

Soal:

Kebanyakan orang di negeri kami berselisih pendapat tentang puasa di hari Arafah yang jatuh pada hari Sabtu untuk tahun ini. Di antara kami ada  yang berpendapat bahwa ini adalah hari Arafah dan kami berpuasa karena bertemu hari Arafah bukan karena hari Sabtu yang terdapat larangan berpuasa ketika itu. Ada pula sebagian kami yang enggan berpuasa ketika itu karena hari Sabtu adalah hari yang terlarang untuk diagungkan untuk menyelisihi kaum Yahudi. Aku sendiri tidak berpuasa ketika itu karena pilihanku sendiri. Aku pun tidak mengetahui hukum syar’i mengenai hari tersebut. Aku pun belum menemukan hukum yang jelas  mengenai hal ini. Mohon penjelasannya.

Jawab:

Boleh berpuasa Arafah pada hari Sabtu atau hari lainnya, walaupun tidak ada puasa pada hari sebelum atau sesudahnya, karena tidak ada beda dengan hari-hari lainnya. Alasannya karena puasa Arafah adalah puasa yang berdiri sendiri. Sedangkan hadits yang melarang puasa pada hari Sabtu adalah hadits yang lemah karena mudhtorib dan menyelisihi hadits yang lebih shahih. (Fatwa no. 11747. Ditandatangani oleh Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz, Syaikh ‘Abdurrozaq ‘Afifi dan Syaikh ‘Abdullah bin Ghudayan).

Semoga Allah memudahkan kita untuk melakukan puasa Syawal ini setelah sebelumnya berusaha menunaikan puasa qodho’ Ramadhan. Hanya Allah yang memberi hidayah untuk terus beramal sholih.

—

Disusun di pagi hari penuh berkah, 2 Syawal 1434 H @ Pesantren Darush Sholihin, Warak, Girisekar, Panggang, Gunungkidul, D. I. Yogyakarta

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Muslim.Or.Id

Sabtu, 24 Februari 2018

ADZAN tak perlu TERIAK TERIAK DAN PAKAI PENGERAS ? Jwbn cerdas


Mengapa adzan harus dikumandangkan keras-keras? Pakai speaker pula. Apa tidak mengganggu yang lain yang bukan orang muslim?
Ada sebuah cerita menarik yang diceritakan seorang teman melalui aplikasi perbincangan di grup WhatsApp. Berikut kisahnya.
*
Adalah teman saya, yang kebetulan non muslim, bertanya kepada saya, “Kenapa kalau adzan harus dibunyikan keras-keras dengan speaker pula?”.
Saya yang bukan ahli agama kemudian berpikir sejenak mencari jawaban yang mudah dicernanya, menjawab seperti ini “Bro, adzan itu adalah panggilan sholat, pasti dong namanya panggilan tidak mungkin dengan cara yang sama seperti berbicara atau berbisik-bisik”.

Teman saya membalas “Tapi kan di orang-orang sekitar tidak semuanya muslim?”.
Saya jawab lagi “Benar. Bro, kita sekarang sedang ada di bandara, dengar kan announcement bandara selalu memberikan panggilan boarding? Apakah kamu juga mempertanyakan ke mereka mengapa melakukan panggilan boarding pesawat YANG LAIN keras-keras padahal bukan panggilan pesawatmu?”
Dia tersenyum namun membalas lagi “Tapi kan hari gini semua orang sudah tahu dengan teknologi jam berapa waktu sholat apa, apa masih harus adzan keras-keras?”.
Saya pun kemudian menjawab “Ya setiap penumpang juga kan sudah tau jadwal penerbangannya sejak pesan dan memegang tiket, kemudian check-in, sudah tercetak jadwal keberangkatannya di boarding pass, sudah masuk ruang tunggu, tapi tetap bandara melakukan panggilan boarding bukan?
Dan ada satu hal lagi mengapa adzan harus dikumandangkan, itu bukan hanya sebagai penanda sudah masuk waktu sholat tapi benar2 panggilan sholat, karena kami harus menyegerakan sholat.
Sama halnya semua penumpang harus menyegerakan masuk pesawat setelah panggilan boarding, walaupun masih ada waktu naik pesawat sampai pesawat tutup pintu”.
Kali ini senyumnya bertambah lebar, lalu dia setengah memeluk aku sambil menepuk-nepuk bahuku dan berkata “Super .. I got it bro“

Nb.
Masih bnyk orng tdk rela ketinggalan Pesawat dibanding ketinggalan Sholat

Bahkan lebih rela menunggu pesawat yg belum datang dibandingkan menunggu Azan datang.ayo kita share rame2 di wall biar yg kepanasaan dengar adzan mudah2n mata hatix terbuka

Rabu, 21 Februari 2018

Nasehat Bagi Yang Masih "MALAS" atau bahkan "ENGGAN" tuk Datang ke Majelis Ilmu






Pandai-pandailah mengatur waktu yang Allah Ta’ala berikan kepada kita.

Janganlah kalian menjadi "orang-orang yang merugi", seperti yang dikatakan Allah dalam Firman-Nya 📖 [lihat QS. Al-Asr]

👉 Berikanlah bagian untuk menuntut "Ilmu Syar’i".

Sisihkanlah satu atau dua hari dalam seminggu untuk menghadiri Majelis Ilmu jika tidak mampu melakukannya sesering mungkin.

Jangan biarkan hari-hari kita penuh dengan kesibukan, namun kosong dari menuntut Ilmu dan berdzikir kepada Allah Ta’ala.

👉 Ingat, bahwa orang yang tidak meghadiri Majelis Ilmu dan tidak mau menuntut "Ilmu Syar’i", maka ia akan merugi di dunia dan di akhirat.

Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu agama, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju Surga...”
📜 [HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi dari Abu Ad-Darda’ radhiyallahu’anhu, Shahihul Jaami’: 6297]

Beliau ﷺ juga bersabda:
"Tidaklah suatu kaum berkumpul di satu rumah Allah, mereka membacakan kitabullah dan mempelajarinya, kecuali turun kepada mereka ketenangan, dan rahmat menyelimuti mereka, para malaikat mengelilingi mereka dan Allah memuji mereka di hadapan makhluk yang ada di dekatnya. Barangsiapa yang kurang amalannya, maka nasabnya tidak mengangkatnya."
📜 [Hadits ini merupakan potongan dari hadits yang diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah oleh: HR. Muslim, Abu Daud, dan Ibnu Majah]

Beliau ﷺ juga menganjurkan kita untuk menghadiri majelis ilmu dengan sabdanya:
Jika kalian melewati taman syurga maka berhentilah. Mereka bertanya, "Apakah taman syurga itu?" Beliau menjawab, "Halaqoh dzikir (Majelis Ilmu)."
📜 [Riwayat At Tirmidzi dan dishahihkan Syeikh Salim bin Ied Al Hilali dalam Shahih Kitabul Adzkar 4/ 4]



ℹ Berikut beberapa faidah keutamaan  menghadiri Majelis Ilmu:

• Mengamalkan perintah Allah Subhanahu wa Ta'ala, dan Rasulullah ﷺ, serta mencontoh jalan hidup para salafusshalih.
• Mendapatkan ketenangan.
• Mendapatkan rahmat Allah Subhanahu wa Ta'ala.
• Dipuji Allah di hadapan para malaikat.
• Mengambil satu jalan mendapatkan warisan para Rasul.
• Mendapatkan ilmu dan adab dari seorang alim.



Seseorang (yang hatinya lurus) akan iri apabila melihat orang-orang yang lebih muda darinya lebih bersemangat dan lebih awal mendatangi Majelis Ilmu.

Ia akan merasa iri pada saat melihat anak-anak kecil dan para pemuda telah hafal Al-Qur'an.

Ia menyesali masa mudanya yang tidak dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menghafal dan menuntut "Ilmu Syar'i".

➡ Akibatnya, ketika ia berkeinginan menghafal dan menuntut ilmu di masa tuanya, banyak kesibukan dan banyak teman-temannya yang menyita waktunya siang dan malam, hanya untuk sesuatu yang tidak membawanya lebih mendekatkan diri kepada Allah Azza wa Jalla.

al-Hasan al-Bashri (wafat th. 110 H) -rahimahullaah- mengatakan,
“Belajar hadits di waktu kecil bagai mengukir di atas batu.”
📃 [Jaami’ Bayaanil ‘Ilmi wa Fadhlihi (I/ 357, no. 482)]

Oleh karena itu, sebelum kita disibukkan oleh orang lain, direpotkan berbagai urusan, dan menyesal seperti orang yang mengalaminya, maka manfaatkanlah masa muda untuk menuntut "Ilmu Syar’i".



Ini bukan berarti orang yang sudah tua boleh berputus asa dalam menuntut ilmu, namun seluruh umur yang kita miliki adalah kesempatan untuk menuntut ilmu karena ia adalah ibadah.

Allah Ta’ala berfirman,

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

“Dan beribadahlah kepada Rabb-mu hingga datangnya keyakinan (kematian).”
📖 [Al-Hijr: 99]

Oleh karena itu, para remaja maupun orang tua, laki-laki maupun wanita, segeralah bertaubat kepada Allah Ta’ala atas segala apa yang telah luput dan berlalu.

Sekarang mulailah menuntut ilmu, menghadiri Majelis Ta’lim (Majelis yang isi kajiannya "Ilmu Syar'i"), belajar dengan benar dan sungguh-sungguh, dan menggunakan kesempatan sebaik-baiknya sebelum ajal tiba.

Ketika ditanyakan kepada Imam Ahmad, “Sampai kapankah seseorang menuntut ilmu?” Beliau pun menjawab, “Sampai meninggal dunia (mati).”
📃 [Al-‘Ilmu Fadhluhu wa Syarafuhu (hal. 77)]

Baarokallohu Fiikum



📝 Admin MCS

•════ஜ✽✿۩❁۩✿✽ஜ════•

🕋 Menebar Cahaya Sunnah

【Channel Telegram】

@MenebarCahayaSunnahMCS
Klik ⤵
https://t.me/MenebarCahayaSunnahMCS

•════ஜ✽✿۩❁۩✿✽ஜ════•

🔈 Silahkan disebar kiriman ini tanpa merubah isinya. Semoga bermanfaat dan menjadi amal jariyah. Jazaakumullohu Khoyron.

Sabtu, 10 Februari 2018

"ORANG BAIK" ITU BANYAK TEMAN, TETAPI "PENYERU KEBAIKAN" AKAN BANYAK MUSUH 🌾


Imam Ibnu Qudamah pernah ditanya, "Apa bedanya Orang Baik (Shalih) dan Penyeru Kebaikan (Mushlih)?"

Beliau menjawab:

 الصالح خيره لنفسه والمصلح خيره لنفسه ولغيره.

1.Orang Baik (Shalih), melakukan kebaikan untuk dirinya, sedangkan Penyeru Kebaikan (Muslih) mengerjakan kebaikan untuk dirinya dan untuk orang lain.

الصالح  تحبُه الناس. والمصلح تعاديه الناس .

2. Orang Baik, dicintai manusia, Penyeru Kebaikan dimusuhi manusia.

Beliau ditanya lagi oleh muridnya, "Kenapa demikian?"

Jawabnya:

الحبيب المصطفى(صلى الله عليه وسلم) قبل البعثة أحبه قومه  لأنه صالح .

Rasulullah sebelum diutus sebagai Rasul, beliau dicintai oleh kaumnya karena beliau adalah orang baik.

ولكن لما بعثه الله تعالى صار مصلحًا فعادوه وقالوا ساحر كذاب مجنون.

Namun ketika Allah ta'ala mengutus nya sebagai Penyeru Kebaikan, kaum nya langsung memusuhinya dengan menggelarinya sebagai Tukang sihir, Pendusta, Gila, dll.

Ibnu Qudamah kemudian menambah kan:

 لأن المصلح يصطدم بصخرة 
أهواء من يريد أن يصلح من فسادهم

Karena Penyeru Kebaikan 'menyikat' batu besar nafsu angkara dan memperbaikinya dari kerusakan.

Itulah sebabnya kenapa Luqman al Hakim menasihati anaknya agar BERSABAR ketika melakukan perbaikan, karena dia pasti akan menghadapi permusuhan. Disebutkan dalam Al Quran:

يا بني أقم الصلاة وأمر بالمعروف وانهَ عن المنكر واصبر على ما أصابك. 

"(Lukman berkata) Hai anakku tegakkan shalat, perintahkan kebaikan, laranglah kemungkaran, dan bersabar lah atas apa yang menimpamu."

Berkata Ahlul Ilmi:

مصلحٌ واحدٌ أحب إلى الله من آلاف الصالحين.

"Satu penyeru kebaikan lebih dicintai Allah daripada ribuan orang baik (yang tidak menyerukan kebaikkan)."

Sesungguhnya melalui penyeru kebaikan itulah, Allah menjaga umat ini. Sedang orang baik hanya cukup menjaga dirinya sendiri.

Maka marilah kita berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menjadi penyeru kebaikkan. 

🌾Dan semoga Allah memberi kita kesabaran dalam perjuangan berat ini.

Sabtu, 28 Oktober 2017

Kronologis kata AHAD diganti MINGGU


Taukah Kalian ! Sebelum Tahun 1960, tak pernah dijumpai nama hari yg bertuliskan MINGGU selalu tertulis hari AHAD
Begitu juga penanggalan di kalender tempo dulu, masyarakat Indonesia tidak mengenal sebutan Minggu.
Kita semua sepakat bahwa kalender atau penanggalan di Indonesia telah terbiasa dan terbudaya utk menyebut hari AHAD di dalam setiap pekan (7 hari) dan telah berlaku sejak periode yg cukup lama.
Bahkan telah menjadi ketetapan di dalam Bahasa Indonesia.
Lalu mengapa kini sebutan hari Ahad berubah menjadi hari Minggu?
Kelompok dan kekuatan siapakah yang mengubahnya?
Apa dasarnya ?
Resmikah dan ada kesepakatankah?
Kita ketahui bersama bahwa nama hari yang telah resmi dan kokoh tercantum ke dalam penanggalan Indonesia sejak sebelum zaman penjajahan Belanda dahulu adalah dgn sebutan :
1. Ahad (al-Ahad = hari kesatu)
2. Senin (al-Itsnayn=hari kedua)
3. Selasa (al-Tsalaatsa' = hari ketiga)
4. Rabu (al-Arba'aa = hari keempat)
5. Kamis (al-Khamsatun = hari kelima)
6. Jum'at (al-Jumu'ah = hari keenam = hari berkumpul/berjamaah)
7. Sabtu (as-Sabat=hari ketujuh).
Nama hari tersebut sudah menjadi kebiasaan dan terpola di dalam semua kerajaan di Indonesia.
Semua ini adalah karena jasa positif interaksi budaya secara elegan dan damai serta besarnya pengaruh masuknya agama Islam ke Indonesia yang membawa penanggalan Arab.
Sedangkan kata MINGGU diambil dari bahasa Portugis Domingo (dari bahasa Latin Dies Dominicus yang berarti "Dia Do Senhor", atau HARI TUHAN KITA).
Dalam bahasa Melayu yang lebih awal, kata ini dieja sebagai Dominggu dan baru sekitar akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, kata ini dieja sebagai Minggu.
 Jadi, kita pasti paham siapa yang dimaksud TUHAN KITA, bagi yg beribadah di hari minggu.
Bagaimana ini bisa terjadi ?
 Ada yang mengatakan dengan dana yang cukup besar dari luar Indonesia, dibuat membiayai monopoli pencetakan kalendar selama bertahun-tahun di Indonesia.
 Percetakan dibayar agar menggantikan kata AHAD diganti dengan MINGGU.
Setelah kalender jadi, lalu dibagikan secara gratis atau dijual obral (sangat murah).
Dampaknya adalah :
 Masyarakat Muslim Kita secara tak sadar, akhirnya kata Ahad telah terganti menjadi Minggu di dalam penanggalan Indonesia.
Pentingkah ?
Jawabannya :
SANGAT PENTING untuk upaya mengembalikan kata Ahad
Bagi umat Islam adalah penting, karena :
🔑 Kata Ahad mengingatkan kepada nama Allah ta'ala yg Maha Ahad sama dengan MahaTunggal/ Maha Satu / Maha Esa
🔑 Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan
🔑 Kata Ahad dalam Islam adalah sebagai bagian sifat Allah ta'ala yang penting dan mengandung makna utuh melambangkan ke-Maha-Esa-an Allah ta'ala.
Oleh karena itu :
✅ Mari kita ganti MINGGU menjadi AHAD
✅ Apabila dalam 7 (tujuh) hari biasa disebut SEMINGGU, yang tepat adalah disebut dengan SEPEKAN, dan bukan minggu depan, tapi pekan depan.
Semoga hari ini penuh berkah buat kita dan keluarga. Amin Ya Robbal 'Alamin.
 😊 Mari mulai sekarang kembalikanlah hari AHAD. lupakanlah minggu.

Kamis, 19 Oktober 2017

SEBAIK-BAIK BEKAL ADALAH TAQWA

Allah Subhaanahu wata aa'ala berfirman

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ ۚ وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ

Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.
(Q.S.AlBaqarah 197).

Allah Subhaanahu wata aa'la berfirman

مَنْ كَفَرَ فَعَلَيْهِ كُفْرُهُ ۖ وَمَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِأَنْفُسِهِمْ يَمْهَدُونَ

Barangsiapa yang kafir maka dia sendirilah yang menanggung (akibat) kekafirannya itu, dan barangsiapa yang beramal saleh maka untuk diri mereka sendirilah mereka menyiapkan (tempat yang menyenangkan)
(Q.S.Ar-Ruum 44).

Didalam Kitab Badai’ul Fawa’id disebutkan bahwa  “Semut selalu mempersiapkan bekal pada musim panas untuk musim hujan yang akan datang. Seekor burung, jika telah mengetahui bahwa istrinya hamil maka dia segera  mencari dan mengumpulkan jerami untuk membangun sarang sebelum istrinya bertelur. 
Lalu apa pendapatmu jika engkau sudah mengetahui tentang kedekatan perpindahanmu dari dunia ke alam kubur. Apakah engkau akan membawa tempat tidurmu tanpa persiapan amal. Na’udzubillah.

Muhasabah

Shobahulkheir 
Assakum thayyibiin wa jamii'in ahlukum inshaaAllah

Rabu, 18 Oktober 2017

'SIAPA BILANG HARTA TIDAK DIBAWA MATI ??'



Haji Usman, pemilik salah satu usaha batik dan olahan texstil terkemuka di Yogyakarta, memang dikenal masyarakat atas kedermawanannya, seakan harta telah begitu tak berharga baginya.
Seakan dunia telah begitu hina dimatanya.
Inilah mungkin sosok nyata orang yg dunia di tangannya dan akhirat di hatinya.
Maka beberapa orang pengusaha muda yg bersemangat mendatangi beliau.
'Ajarkan pada kami Ji, bagaimana caranya agar kami seperti haji Usman.
Bisa bisnis maju sukses, tidak cinta pada harta dan tidak sayang pada kekayaan..hingga seperti haji Usman, bersadaqah terasa ringan'.
'Wah', sahut Haji Usman tertawa, 'Antum salah alamat' !
'Lho ?'
'Lha iya...kalian datang pada orang yg salah.
Lha saya ini SANGAT SAYANG JG MENCINTAI HARTA SAYA.
Saya ini sangat mencintai Aset yg saya miliki '.
'Lho ?'
'Kok lho. Lha sebab saking cinta dan sayangnya saya pada harta, SAMPAI-SAMPAI SAYA TIDAK RELA MENINGGALKAN HARTA SAYA DI DUNIA INI.
AKAN SAYA BAWA MATI DIKUBUR DENGAN HARTA BISNIS SAYA..
Saya itu TIDAK MAU BERPISAH dengan kekayaan saya.
Makanya sementara ini saya titip-titipkan dulu :
TITIP pada Masjid.
TITIP pada anak Yatim.
TITIP pada Fakir miskin.
TITIP pada Madrasah.
TITIP pada Pesantren.
TITIP pada pejuang fii sabilillah.
TITIP pada Guru2 Agama.
TITIP pada Karyawan yg rajin Ibadah.
TITIP pada sodara dan karyawan yg dirawat sakit.

Alhamdulillah ada yg berkenan mau dititipi, saya senang sekali.
Alhamdulillah ada yg sudi diamanati, saya bahagia sekali.
Insya Allah DI AKHIRAT NANTI SAYA BISA AMBIL LAGI, TITIPAN SAYA.
Saya ingin kekayaan saya itu dapat saya nikmati berlipat-lipat dialam kubur dan diakhirat'.
Jadi..! Siapa bilang harta tdk dibawa mati ?
Harta itu dibawa mati !!
Caranya ?
JANGAN BAWA SENDIRI...minta tolong dibawakan oleh anak Yatim, Fakir miskin, orang-orang yg berjuang di jalanNYA dll..dll.
Karena anak dan keluarga sy cuma kasih kain kafan putih saja ketika sy sdh meninggal nanti.
Semoga menjadi renungan kita para sahabat yg soleh dan solehah.

Share jika memang bermanfa'at !

Selasa, 03 Oktober 2017

MALU ADALAH AKHLAK ISLAM

Selfie

Mau mandi... CEKREK
Dandan dikit... CEKREK
Dapat bonus... CEKREK
Buka puasa... CEKREK
Lagi kajian... CEKREK
Baju baru... CEKREK
Habis masak enak... CEKREK
Pakek cadar... CEKREK
Imut dikit...CEKREK
Monyong dikit...CEKREK
Di tempat tidur...CEKREK
Di Toilet Mall...CEKREK
.
(Hayooo yg merasa jgn senyam senyum 😁 )
.
Boleh2 saja kita mendokumentasikan momen2 indah atau peristiwa tertentu dlm hidup kita lewat foto atau video, nmn kita harus tau mana yang layak di publikasikan dan mana yang tidak layak di publikasikan, kita harus tau batasannya jgn sampai berlebihan atau menimbulkan sesuatu yg negatif seperti fitnah, iri hati dan prasangka buruk. 
.
Saudara-saudari ku tak terasa waktu berganti, hari berlalu, umur kita jg bertambah terus, dgn begitu jg menandakan kita semakin tua, jatah hidup kita jg semakin berkurang dan kita jg semakin dekat dgn kematian, apakah kita mau hidup seperti itu terus,
.
Oleh karna itu ayo rubah kebiasaan kita di bulan-bulan kemaren yg tidak baik dan tdk bermanfaat kita tinggalkan, kini kita harus berusaha menjadi pribadi yang sholeh dan sholehah, salah satunya dengan usaha belajar memiliki rasa malu,
.
Dlm konteks syariat, malu adlh perasaan enggan melakukan perbuatan yg mengakibatkan buruk, sehingga menahan diri untuk tdk melakukannya. Malu adalah satu kata yang mencakup perbuatan menjauhi segala apa yang dibenci. [Lihat Raudhatul ‘Uqala wa Nuzhatul Fudhala' (hal. 53)]
.
Dlm Islam malu adlh sifat terpuji karena ia adlh akhlak para Nabi dan yg di ajarkan Rasul-Nya. Rasulullah saw adlh sosok yg sgt pemalu dan digambarkan lbh pemalu dari pada gadis yg dipingit. 
.
Sungguh sifat Malu pada hakikatnya tidak mendatangkan sesuatu kecuali kebaikan. Malu mengajak pemiliknya agar menghias diri dengan yang mulia dan menjauhkan diri dari sifat-sifat yang hina.
.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Malu itu tidak mendatangkan sesuatu melainkan kebaikan semata-mata.” (Muttafaq ‘alaihi)
.
Malu adalah cabang keimanan.
. 
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Iman memiliki lebih dari tujuh puluh atau enam puluh cabang. Cabang yang paling tinggi adalah perkataan ‘La ilaha illallah,’ dan yang paling rendah adalah menyingkirkan duri (gangguan) dari jalan. Dan malu adalah salah satu cabang Iman.” 
[HR. Bukhari dalam al-Adabul Mufrad (no. 598), Muslim (no. 35), Abû Dâwud (no. 4676)
.
Malu adalah akhlak Islam.
.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
“Sesungguhnya setiap agama memiliki akhlak, dan akhlak Islam adalah malu.” [HR. Ibnu Majah dan ath-Thabrani]
.
Malu juga sebagai pencegah pemiliknya dari melakukan maksiat.
.
Ada salah seorang Shahabat Radhiyallahu 'anhu yang mengecam saudaranya dalam masalah malu dan ia berkata kepadanya, “Sungguh, malu telah merugikanmu.” Kemudian Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda. “Biarkan dia, karena malu termasuk iman.” [HR.  Bukhari- Muslim  Ahmad- Abu Dawud dan  at-Tirmidzi]
.
Abu ‘Ubaid al-Harawi rahimahullah berkata, “Maknanya adalah, bahwa orang itu berhenti dari perbuatan maksiatnya karena rasa malunya, sehingga rasa malu itu seperti iman yang mencegah antara dia dengan perbuatan maksiat.” [Lihat Fathul Bari (X/522)] 
.
Malu senantiasa seiring dengan iman, bila salah satunya tercabut hilanglah yang lainnya.
.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
“Malu dan iman senantiasa bersama. Apabila salah satunya dicabut, maka hilanglah yang lainnya.” [HR. Hakim dan ath-Thabrani ]

Senin, 04 September 2017

Hidup itu hanya 3 hari & 3 hal saja

Assalamu'alaikum Warohmatulloohi Wabarokaatuh..

Hidup itu hanya 3 hari & 3 hal saja

Ada 3 hari dalam hidup
          1. Hari kemaren 
          2. Hari ini
          3. Hari esok
Manfatkan dg baik sisa hari-harimu

Ada 3 hal dalam hidup yang tidak bisa kembali:
          *1. Waktu        *   
          *2. Ucapan     *  
          *3. Kesempatan    *     
Jagalah itu, jangan sampai kau menyesal karenanya. 

Ada 3 hal yang dapat menghancurkan hidup seseorang:
          *1. Amarah      *  
          *2. Keangkuhan    *    
          *3. Dendam   * 
Hindarilah ia. 

Ada 3 hal yang tidak boleh hilang :
          *1. Harapan    *      
          *2. Keikhlasan    *      
          *3. Kejujuran      *    
Peliharalah ketiganya. 

Ada 3 hal yang paling berharga :  
          *1. Kasih Sayang *     
          *2. Cinta   *        
          *3. Kebaikan   *       
Pupuklah itu semua. 

Ada 3 hal dalam hidup yang tidak pernah pasti:
          1. Kekayaan   
          2. Kejayaan  
          3. Mimpi     
Jangan terobsesi karenanya. 

Ada 3 hal yang dapat membentuk watak seseorang :          
          1. Komitmen          
          2. Ketulusan          
          3. Kerja Keras         
Upayakanlah. 

Ada 3 hal yang membuat kita sukses :
          1. Tekad          
          2. Kemauan         
          3. Fokus
Usahakan dengan sungguh-sungguh

Ada 3 hal yang tidak pernah kita tahu : 
          1. Rejeki          
          *2. Umur *        
          *3. Jodoh *          
Mintalah pada Allah. 

Tapi, ada 3 hal dalam hidup yang PASTI:      
          *1. Tua     *      
          *2. Sakit   *        
          *3. Kematian  *
Persiapkanlah dengan sebaik-baiknya....

Selamat Pagi

Rabu, 23 Agustus 2017

🌋Kenapa Manusia Takut Mati🌋

Assalamualaikum Wr Wb. 


🌋Kenapa Manusia Taku
t Mati🌋
🌋🌋🌋🌋🌋🌋🌋🌋🌋🌋🌋
Shalat Jenazah
DATANG seorang lelaki kepada sahabat Nabi yang bernama Abu Dzar Al-ghifari. Ia pun bertanya, Wahai Abu Dzar, kenapa kami takut mati?

Abu Dzar menjawab, Karena kalian memakmurkan (bangunan) di dunia dan meruntuhkan (bangunan) kalian di akhirat. Bagaimana kalian akan senang untuk berpindah dari (bangunan) yang makmur menuju (bangunan) yang runtuh?

Bagaimana pandanganmu tentang pertemuan kita dengan Allah? tanya lelaki itu. Adapun seorang yang berbuat baik maka ia seperti orang hilang yang kembali kepada keluarganya. Sementara orang yang berbuat buruk maka ia seperti budak yang kabur kemudian dikembalikan kepada majikannya. jawabnya.

Lelaki ini kembali bertanya, Lalu bagaimana pendapatmu tentang nasib kita di sisi Allah swt?

Abu Dzar ini pun menjawab, Periksalah amal-amal kalian dalam Al-Quran, Allah Berfirman Sesungguhnya orang-orang yang berbakti benar-benar berada dalam (surga yang penuh) kenikmatan, dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka. (QS.Al-Infithar:13-14)

Lalu dimana rahmat Allah? kata lelaki itu.

Abu Dzar pun menjawab dengan satu ayat, Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan. (QS.Al-Araf:56)

Mari kita koreksi diri masing-masing. Sampai kapan kita akan fokus untuk memakmurkan kehidupan dunia dan melupakan kehidupan di akhirat? Sampai kapan kita akan membangun rumah dengan megah dan melupakan tempat tinggal abadi kita nanti?

Ingat ! Semua manusia akan berpindah. Tak seorang pun yang akan tinggal di kehidupan sementara ini. Dan kita pun sedang menunggu.

Makmurkan rumah di akhirat tapi jangan lupakan kehidupan dunia. Mulailah membangun rumah abadi kita dengan kebaikan dan ibadah. Jadikan rumah kita disana lebih makmur dari bangunan-bangunan dunia.

Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah Dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia. (Al-Qashas:77)

Sehingga kita tak lagi takut dengan kematian tapi malah merindukan perjumpaan dengan Allah swt. Seperti  orang hilang yang rindu berjumpa kembali dengan keluarganya.

Semoga kita termasuk orang-orang yang tersenyum di Hari Perhitungan kelak.

http://masjidbabussalammalakajaya.blogspot.co.id/2017/08/kenapa-manusia-takut-mati.html