Bioskin Indonesi

Bioskin Indonesi
Pelangsing Ampuh, Turun Berat Badan, Diet, Herbal Slim Fruta,

Sabtu, 30 Desember 2017

"TAHUN BARU BUKAN SESUATU YANG SPESIAL"


1. Yang spesial, bukan jam 12 malam, tapi 1/3 MALAM TERAKHIR.

2. Yang hebat, bukan menunggu detik-detik pergantian tahun, tp menunggu AZAN subuh di mesjid.

*3.*Yang super, bukan begadang berpesta lalu tidur pagi, tapi tidur lebih awal dan BANGUN LEBIH AWAL (baca: subuh) dengan segar.

4. Yang membahagiakan, bukan menghambur-hamburkan harta dengan pesta pora, tapi SEDEKAH esok di pagi hari lalu dirutinkan di hari-hari selanjutnya.

5. Yang menjayakan, bukan ikut di keramaian acara tahun baru, tapi BERJAMAAH SUBUH.

6. Yang luar biasa, bukan mendeklarasikan harapan saat kembang api memuncak, tapi saat ALLAH turun ke langit bumi dan kita bisa memanjatkan doa pada-Nya.

Baarakallahu Fiikum.

PENDETA BERTERIMA KASIH PADA UMMAT ISLAM MENGHADAPI THN BARU MASEHI



#Repost from @islamiposter
(Petik hikmah nya aja,NO DEBAT)
・・・
PENDETA BERTERIMA KASIH PADA UMMAT ISLAM MENGHADAPI THN BARU MASEHI

Pak Kyai:
Maaf Pak Pendeta, sebentar lagi 1 Januari Tahun Baru Masehi akan segera tiba, apa yang dilakukan oleh umat Kristen pada malam tahun baru 1 Januari tersebut?

Pendeta:
Kami di malam tahun baru tersebut tidak ada kegiatan yang istimewa, ya seperti biasa malamnya jam 19.00 sampai jam 20.00 mengadakan kebaktian di Gereja masing-masing lalu pulang, Dan paginya jam 07.00 sampai jam 09.00 ke Gereja kembali. Itu saja kegiatan kami.

Pak Kyai:
Oh jadi itu saja ya gak ada aktifitas yang istimewa.

Pendeta:
Iya itu saja.

Pak Kyai:
Apakah dari umat Kristiani tidak ada yang turun ke jalan untuk memeriahkan tahun baru anda?

Pendeta:
Tidak ada.

Pak Kyai:
Kenapa mereka tidak turun ke jalan memeriahkan tahun barunya?

Pendeta:
Lah buat apa kami turun kejalan, tanpa kami turun ke jalan juga umat Islam sudah memeriahkan tahun baru kami ko.

Pak Kyai:
Maksudnya bagaimana?

Pendeta:
Iya kami tidak perlu turun ke jalan karena kami sangat menghaturkan terimakasih kepada umat Islam yang telah memeriahkan dan meramaikan Tahun Baru kami.

Coba Pak Kyai lihat saat tahun baru kami tiba, yang dagang petasan umat Islam, yang beli petasan umat Islam, yang bakar petasan umat Islam untuk merayakan Tahun Baru kami.

Yang dagang terompet umat Islam, yang beli terompet umat Islam dan yang meniup terompet umat Islam demi memeriahkan tahun baru kami.

Yang dagang kembang api umat Islam, yang beli kembang api umat Islam dan yang membakar kembang api umat Islam untuk memeriahkan tahun baru kami.

Umat Islam berbondong-bondong ke ancol, ke TMII, ke puncak dan tempat tempat hiburan, jalan-jalan tumpah ruah penuh dan macet dalam rangka memeriahkan tahun baru kami.

Jadi buat apa kami turun ke jalan memeriahkan tahun baru kami, tanpa kami turun kejalan umat Islam sudah turun ke jalan memeriahkan tahun baru kami. Terimakasih Pak Kyai sampaikan kepada umat Islam yang telah turut serta memeriahkan tahun baru kami.

Pak Kyai:
Oooh gitu ya, iya nanti kami sampaikan ke umat Islam bahwa orang-orang kristen sangat berterimaksih kepada umat Islam yang telah meramaikan Tahun Baru Masehi 1 Januari.

#satir beud dah...😆
#ironi umat islam tiap tahun..
#hilang nya izzah umat..
#mudah efhoria...

"GERAKAN JUTAAN UMMAT MUSLIM"



BULAN DESEMBER DI TUNGGU OLEH JUTAAN MANUSIA PADA JAM 00:00 WIB PENUTUP AKHIR TAHUN. WASPADALAH !!!
DALAM SEMALAM MENJADI PENGANUT 3 AGAMA SEKALIGUS
DALAM SEMALAM MENJADI PENGANUT 3 AGAMA SEKALIGUS

Nasrani menggunakan lonceng untuk memanggil jama'ahnya ketika beribadah.

Yahudi menggunakan terompet untuk memanggil jama'ahnya ketika beribadah.

Majusi menggunakan api untuk memanggil jama'ahnya ketika beribadah.

Dan pada jam 00.00 WIB malam tahun baru, sebagian umat Islam menggunakan ketiganya dalam satu waktu.

Lonceng berbunyi,
Terompet berbunyi,
Kembang api dinyalakan.

Maka malam itu menjadi penganut tiga agama, Nasharani, Yahudi & Majusi.

Malam itu terompet-terompet ditiup oleh bibir-bibir muslimin sebagai tanda kemenangan bagi kaum kufar. Na'udzubillah..

Maka benarlah apa yg telah disabdakan Rasulullah 14 abad yg lalu,

Dari Abu Sa'id Al Khudri,ia berkata:
Rasululah bersabda,
"Sungguh kalian akan mengikuti jejak umat-umat sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal,sehasta demi sehasta, sehingga kalau mereka masuk ke dalam lubang biawak, niscaya kalianpun akan masuk (mengikuti) ke dalamnya.

Mereka (para sahabat) bertanya:
Wahai Rasulullah, apakah mereka kaum Yahudi dan Nasrani.?
Lalu beliau berkata, Siapa lagi kalau bukan mereka". (HR. Bukhari dan Muslim)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan,
"Tidak diragukan lagi bahwa umat Islam ada yang kelak akan mengikuti jejak Yahudi dan Nashrani dalam sebagian perkara". (Majmu' Al Fatawa, 27:286)

Dari Ibnu 'Umar, Nabi saw bersabda,
"Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka". (HR.Ahmad 2:50 dan Abu Daud no.4031)

Rasulullah saw bersabda,
"Bukan termasuk golongan kami siapa saja yang menyerupai selain kami". 
(HR.Tirmidzi no.2695)

"GERAKAN JUTAAN UMMAT MUSLIM" tidak keluar rumah saat menyambut Tahun Baru Masehi ...MASJID DAN MUSHOLLAA MARI BERZIKIR DAN BERDOA  BERSHOLAWAT DIDALAMNYA KEPADA NABI MUHAMMAD SAW. MARI didik anak-anak kita untuk tidak latah ikut-ikutan perayaan Tahun baru.....karena kebodohan Tanpa Ilmu yang membuat Umat ini Makin terpuruk. Silahkan Share ke saudara Seiman dan Semuslim.

Senin, 27 November 2017

KETIKA HARTA BUKANLAH SEGALANYA

" KETIKA HARTA BUKANLAH SEGALANYA "



Foto ini diambil dirumah sakit Harbin (Tiongkok), seorang pasien kanker membawa tas penuh uang meminta dokter menyelamatkan hidupnya dan dia punya banyak uang untuk membayarnya ...

Tapi dokter bilang dia tak bisa melakukan apapun karena kankernya sudah stadium akhir ..
@akbarfebriant

Dia begitu marah dan frustasi sehingga ia melemparkan uang di seluruh koridor rumah sakit.
Sambil berteriak : " Apa gunanya memiliki uang ....!!! " apa gunanya memiliki uang !!!!.

Uang tidak dapat memiliki kesehatan , uang tidak dapat membeli waktu , uang tidak dapat membeli kehidupan..

Sungguh pelajaran bagi kita untuk selalu menjaga kesehatan, beramal kebaikan demi bekal menuju akhirat dan berdoa, supaya umur kita bermanfaat meskipun pendek ataupun panjang ....

#hartabukansegalanya #cintaallah #bersyukur

Kamis, 09 November 2017

PERASAAN ORANG YANG SUDAH MATI

Shalat Jenazah
"Orang yang mati awalnya tidak menyadari bahwa dirinya mati. Dia merasa dirinya sedang bermimpi mati. Dia melihat dirinya ditangisi, dimandikan, dikafani, disholati hingga diturunkan ke dalam kubur. Dia merasa dirinya sedang bermimpi saat dirinya ditimbun tanah. Dia berteriak-teriak tapi tidak ada yang mendengar teriakannya.

Beberapa waktu kemudian...

Saat semua sudah pulang meninggalkannya sendirian di bawah tanah. Allah kembalikan ruhnya. Dia membuka mata, dan terbangun dari "mimpi" buruknya. Dia senang dan bersyukur, bahwa ternyata apa yang dia alami hanyalah sebuah mimpi buruk, dan kini dia sudah bangun dari tidurnya.

Kemudian dia meraba badannya yang hanya diselimuti kain sambil bertanya kaget "Kemana bajuku? Kemana celanaku?" Lalu dia meraba sekelilingnya yang berupa tanah "Dimanakah aku?" "Tempat apa ini? Kenapa bau tanah dan lumpur?" Kemudian dia mulai menyadari bahwa dia ada di bawah tanah, dan sebenarnya apa yang dialaminya bukanlah mimpi! Ya, dia sadar bahwa dirinya benar-benar telah mati.

Berteriak lah dia sekeras-kerasnya, memanggil orang-orang terdekatnya yang dianggap bisa menyelamatkannya:
"Ibuuuuu....!!!!"
"Ayaaaaaah...!!!!"
"Kakeeeeek!!!"
"Neneeeek!!"
"Kakaaaaak!!!"
"Sahabaaaaat!!!"

Tidak ada seorang pun yang menjawab nya. Dia yang selama ini lupa pada Allah pun ingat bahwa ALLAH adalah satu-satunya harapan.

Menangis lah dia sambil meminta ampun
"Ya, Allaaaaaaah.... Ya Allaaaaaaah.... Ampuni aku ya Allaaaaaaah....!!!"

Dia berteriak dalam ketakutan yang luar biasa yang belum pernah dirasakan sebelumnya sepanjang hidupnya.

Jika dia orang baik, maka muncullah dua malaikat dengan wajah tersenyum akan mendudukkannya dan menenangkannya, menghiburnya dan melayaninya dengan pelayanan yang terbaik.

Jika dia orang buruk, maka dua malaikat akan menambah ketakutannya dan akan menyiksanya sesuai keburukannya.

Ya, Allah... Kami hamba-hambaMu yang lemah.
Berikan kami HUSNUL KHOTIMAH...

Minggu, 29 Oktober 2017

AMALAN PENUNDA KEMATIAN ?


Kematian memang di tangan Allah, tetapi mempercepat dan melewatkan kematian adalah hakNya juga.  Ada satu kisah tentang kematian yang ditunda. Bagaimana caranya dan mengapa bisa terjadi ?

Kisah ini benar-benar terjadi pada masa Nabi Ibrahim a.s.  Suatu hari, malaikat kematian mendatangi Nabi Ibrahim, dan bertanya, “Siapa anak muda yang tadi mendatangimu, wahai Ibrahim ?”

“Anak muda yang tadi itu maksudnya ?”, tanya Ibrahim.

“Dia itu sahabat sekaligus muridku.”

“Ada apa dia datang menemuimu ?”

“Dia menyampaikan bahwa dia akan melangsungkan perkawinannya esok pagi.”

“Wahai Ibrahim, sayang sekali, umur anak itu tidak akan sampai esok pagi.”

Selesai berkata seperti itu, malaikat kematian pergi meninggalkan Nabi Ibrahim.  Hampir saja Nabi Ibrahim tergerak untuk memberitahu anak muda tersebut untuk menyegerakan perkawinannya malam ini, dan memberitahu tentang kematiannya besok.  Tapi langkahnya terhenti karena sadar bahwa kematian tetap menjadi rahasia Allah.

Esok paginya, Nabi Ibrahim ternyata melihat dan menyaksikan bahwa anak muda tersebut tetap bisa melangsungkan perkawinannya.

Hari berganti pekan, pekan berganti bulan, bulan berganti tahun, Nabi Ibrahim melihat "anak muda" itu tetap sehat dan segar bugar hingga berusia 70 tahun.  Nabi Ibrahim bertanya kepada Malaikat Izrail, apakah dia berbohong tempo hari sewaktu memberitakan bahwa anak muda itu umurnya tidak akan sampai besok pagi ?  Malaikat kematian menjawab bahwa dirinya memang akan mencabut nyawa anak muda tersebut, tapi Allah menahannya.

“Apa yang membuat Allah menahan tanganmu untuk tidak mencabut nyawa anak muda itu dulu ?”

“Wahai Ibrahim, di malam menjelang perkawinannya, anak muda tersebut menyedekahkan separuh dari kekayaannya. Dan ini yang membuat Allah memutuskan untuk memanjangkan umur anak muda tersebut, hingga engkau masih melihatnya hidup saat ini.”

Kematian memang di tangan Allah. Justru itu, mempercepat dan melewatkan kematian adalah hak Allah.  Dan Allah memberitahu Rasul-Nya, Muhammad, bahwa sedekah itu dapat memanjangkan umur.

Jadi, sesuatu yang dapat menunda kematian itu adalah SEDEKAH.  Maka, tengoklah kanan-kiri dan sekeliling kita.  Bila menemui ada satu-dua kesusahan di depan mata, jangan-jangan kitalah yang perlu pertolongan. 
Karena siapa tahu kesusahan itu diperlihatkan oleh Allah untuk memperpanjang umur kita.   Tinggal, apakah kita bersedia mengulurkan tangan atau tidak.

Saudara-saudaraku sekalian, tidak ada seorang pun yang mengetahui bila ajalnya akan sampai. Dan, tidak seseorangpun mengetahui dalam keadaan apa ajalnya akan tiba.  

Maka mengeluarkan sedekah bukan saja akan memanjang umur,  tapi juga memungkinkan kita meninggal dalam keadaan baik.  

Bukankah sedekah akan mengundang cinta Allah ?  Sedangkan kalau seseorang sudah dicintai Allah, maka tidak ada masalahnya yang tidak diselesaikan, tidak ada keinginannya yang tidak dikabulkan, tidak ada dosanya yang tidak diampuni, dan tidak pula nyawanya dicabut kecuali dalam keadaan Husnul khatimah.

Mudah-mudahan Allah memanjangkan umur, sehingga kita semua berkesempatan untuk mendapat ampunan Allah dan mengubah segala kelakuan kita, sambil mempersiapkan kematian sebentar lagi.

Mari berSedekah dengan hati yang ikhlas.

“Sebarkanlah ajaranku walaupun hanya satu ayat” (Sabda Rasulullah SAW)

Semoga bermanfa'at.....

Sabtu, 28 Oktober 2017

Kronologis kata AHAD diganti MINGGU


Taukah Kalian ! Sebelum Tahun 1960, tak pernah dijumpai nama hari yg bertuliskan MINGGU selalu tertulis hari AHAD
Begitu juga penanggalan di kalender tempo dulu, masyarakat Indonesia tidak mengenal sebutan Minggu.
Kita semua sepakat bahwa kalender atau penanggalan di Indonesia telah terbiasa dan terbudaya utk menyebut hari AHAD di dalam setiap pekan (7 hari) dan telah berlaku sejak periode yg cukup lama.
Bahkan telah menjadi ketetapan di dalam Bahasa Indonesia.
Lalu mengapa kini sebutan hari Ahad berubah menjadi hari Minggu?
Kelompok dan kekuatan siapakah yang mengubahnya?
Apa dasarnya ?
Resmikah dan ada kesepakatankah?
Kita ketahui bersama bahwa nama hari yang telah resmi dan kokoh tercantum ke dalam penanggalan Indonesia sejak sebelum zaman penjajahan Belanda dahulu adalah dgn sebutan :
1. Ahad (al-Ahad = hari kesatu)
2. Senin (al-Itsnayn=hari kedua)
3. Selasa (al-Tsalaatsa' = hari ketiga)
4. Rabu (al-Arba'aa = hari keempat)
5. Kamis (al-Khamsatun = hari kelima)
6. Jum'at (al-Jumu'ah = hari keenam = hari berkumpul/berjamaah)
7. Sabtu (as-Sabat=hari ketujuh).
Nama hari tersebut sudah menjadi kebiasaan dan terpola di dalam semua kerajaan di Indonesia.
Semua ini adalah karena jasa positif interaksi budaya secara elegan dan damai serta besarnya pengaruh masuknya agama Islam ke Indonesia yang membawa penanggalan Arab.
Sedangkan kata MINGGU diambil dari bahasa Portugis Domingo (dari bahasa Latin Dies Dominicus yang berarti "Dia Do Senhor", atau HARI TUHAN KITA).
Dalam bahasa Melayu yang lebih awal, kata ini dieja sebagai Dominggu dan baru sekitar akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, kata ini dieja sebagai Minggu.
 Jadi, kita pasti paham siapa yang dimaksud TUHAN KITA, bagi yg beribadah di hari minggu.
Bagaimana ini bisa terjadi ?
 Ada yang mengatakan dengan dana yang cukup besar dari luar Indonesia, dibuat membiayai monopoli pencetakan kalendar selama bertahun-tahun di Indonesia.
 Percetakan dibayar agar menggantikan kata AHAD diganti dengan MINGGU.
Setelah kalender jadi, lalu dibagikan secara gratis atau dijual obral (sangat murah).
Dampaknya adalah :
 Masyarakat Muslim Kita secara tak sadar, akhirnya kata Ahad telah terganti menjadi Minggu di dalam penanggalan Indonesia.
Pentingkah ?
Jawabannya :
SANGAT PENTING untuk upaya mengembalikan kata Ahad
Bagi umat Islam adalah penting, karena :
🔑 Kata Ahad mengingatkan kepada nama Allah ta'ala yg Maha Ahad sama dengan MahaTunggal/ Maha Satu / Maha Esa
🔑 Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan
🔑 Kata Ahad dalam Islam adalah sebagai bagian sifat Allah ta'ala yang penting dan mengandung makna utuh melambangkan ke-Maha-Esa-an Allah ta'ala.
Oleh karena itu :
✅ Mari kita ganti MINGGU menjadi AHAD
✅ Apabila dalam 7 (tujuh) hari biasa disebut SEMINGGU, yang tepat adalah disebut dengan SEPEKAN, dan bukan minggu depan, tapi pekan depan.
Semoga hari ini penuh berkah buat kita dan keluarga. Amin Ya Robbal 'Alamin.
 ðŸ˜Š Mari mulai sekarang kembalikanlah hari AHAD. lupakanlah minggu.