Bioskin Indonesi

Bioskin Indonesi
Pelangsing Ampuh, Turun Berat Badan, Diet, Herbal Slim Fruta,

Sabtu, 28 Januari 2017

LIHATLAH SEJENAK HUBUNGAN PERTEMANAN KALIAN


Apakah engkasu memiliki banyak sahabat..? Banyak pertemanan..?

Berapakah jumlah yang engkau miliki..?
5 orang..?
20 orang..?
30 orang..?
Atau 100 orang..?
Atau bahkan hingga lebih 1000 orang..?

๐Ÿ‘คSaudaraku sebanyak apapun teman yang engkau miliki, atau yang engkau akrab dengan mereka, tetapi JIKA :

๐Ÿ”ด Tidak ada satupun yang
       mengajakmu dalam
       kebaikan.

๐Ÿ”ด Tidak satupun yang
       mengajakmu serta
       mengingatkanmu
       "hijrah" kearah yang
       lebih baik.

๐Ÿ”ด Tidak satupun yang
       mengajakmu mengenal
       sunnah-sunnah Nabi
       shalallahu alaihi
       wasallam yang
       disampaikan dalam
       riwayat hadits-hadits
       shohihnya.

๐Ÿ”ด Tidak satupun yang
       mengajakmu berangkat
       ke kajian untuk
       menuntut ilmu agama.

๐Ÿ”ด Tidak satupun
       mengingatkanmu untuk
       menegurmu agar
        menunaikan
       sholat.

๐Ÿ”ด Bahkan tidak satupun
       yang mengajakmu ingat
       kepada Allah.

๐Ÿ“Œ Jika benar demikian, ketahuilah wahai saudaraku bahwa persahabatan kalian sebenarnya dalam kondisi yang tidak baik, meskipun kalian memandangnya baik (baik itu dengan alasan hobi, kesenangan dan lainnya), karena persahabatan tersebut hakikatnya hanya akan menjadikan permusuhan bagi kalian di hari kiamat!
๐Ÿƒ Allah berfirman :

ุงَู„ْุงَุฎِู„َّุงุۤกُ ูŠَูˆْู…َุฆِุฐٍۢ ุจَุนْุถُู‡ُู…ْ ู„ِุจَุนْุถٍ ุนَุฏُูˆٌّ ุงِู„َّุง ุงู„ْู…ُุชَّู‚ِูŠْู†َ

"Teman-teman karib pada hari itu (kiamat) nanti saling bermusuhan satu sama lain, kecuali mereka yang bertakwa." (Qs. Az-Zukhruf 67)

๐Ÿ‘ค Ibnu Katsir rahimahullah berkata :
"Bahwa setiap persahabatan yang dilandasi cinta karena selain Allah, maka pada hari kiamat nanti akan kembali dalam keadaan saling bermusuhan. Kecuali persahabatannya dilandasi cinta karena Allah, inilah yang kekal selamanya." (Tafsir Ibnu Katsir) .

๐Ÿ‘ค. Maka jika hubungan persahabatan yang tidak didasari oleh niat cinta karena Allah, dimana di dalamnya tidak ada saling menasehati karna Allah, tidak ada saling mengajak hijrah kembali dijalan Allah.. maka kelak pada hari kiamat nanti hal itu hanya akan kembali dalam keadaan saling bermusuhan
Karena yang hanya akan kekal sampai hari kiamat kelak adalah persahabatan yang dimana isinya saling menasehati, saling mengingatkan dalam ketakwaan dan saling mengajak kembali ke jalan Allah.

Dan itulah persahabatan yang tidak pernah akan ada kerugian didalamnya.
๐Ÿƒ Allah berfirman :

ูˆَุงู„ْุนَุตْุฑِ (ูก) ุงِู†َّ ุงู„ْุงِู†ْุณَุงู†َ ู„َูِูŠْ ุฎُุณْุฑٍ (ูข) ุงِู„َّุง ุงู„َّุฐِูŠْู†َ ุงٰู…َู†ُูˆْุง ูˆَ ุนَู…ِู„ُูˆุง ุงู„ุตّٰู„ِุญٰุชِ ูˆَุชَูˆَุงุตَูˆْุง ุจِุงู„ْุญَู‚ِّ ูˆَุชَูˆَุงุตَูˆْุง ุจِุงู„ุตَّุจْุฑِ(ูฃ)

"(1) Demi masa. (2) Sungguh, manusia berada dalam kerugian, (3) KECUALI orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran." (Qs. Al-'Asr 1-3)
๐Ÿƒ Saudaraku, mari segera kita perbaiki lingkungan pertemanan kita, carilah lingkungan yang baik (yang sholih dan sholihah)..

✔ Yang selalu mengingatkanmu dan saling menasihati dijalan Allah..

✔ Yang berani menegurmu jika engkau salah..

✔ Yang berani mengajakmu untuk menuntut ilmu agama..

✔ Yang berani 'nge-tag' berisi postingan-postingan yang bermanfaat bagi agamamu..

✔ Bahkan yang berani share tentang peringatan-peringatan yang berisi kebaikan untuk mengajakmu kembali kejalanNya..

✔ Dan yang tidak bosan menegurmu agar senantiasa memperbaiki diri agar lebih baik..

Persahabatan yang sedikit tetapi peduli akan akhiratmu itu amat jauh lebih baik dibandingkan persahabatan yang banyak jumlahnya tetapi tidak ada yang mempedulikan akhiratmu.

๐Ÿ‘ค Imam Syafi'i berkata :
“Jika engkau punya teman (yang selalu membantumu dalam ketaatan kepada Allah) maka peganglah erat-erat dia, jangan pernah kau melepaskannya. Karena mencari 'teman baik' itu susah, tetapi melepaskannya sangat mudah sekali.”

Ingatlah saudaraku, Biasakanlah mengikuti hal yang benar (dalam mensikapi), bukan membenarkan apa yang biasa dilakukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar