Bioskin Indonesi

Bioskin Indonesi
Pelangsing Ampuh, Turun Berat Badan, Diet, Herbal Slim Fruta,
Tampilkan postingan dengan label Muhasabah Diri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muhasabah Diri. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Maret 2017

*_MENGHITUNG DOSA_* (RIBA)


_Anda kagum pada orang yang punya rumah mewah..?_
_Anda takjub pada orang yang punya kantor megah..?_
_Jangan buru-buru kagum, terkesima, kesengsem atau takjub. Kenapa..?_
Pesan Rasulullah :
*_“Janganlah kalian takjub kepada seseorang yang memperoleh harta dari cara yang haram..”_* (HR Thabrani)

Mari kita hitung..!
Jika rumah yang dianggap mewah itu seharga Rp. 1 Milyar (padahal saat ini rumah 1 milyar sudah bukan kategori mewah lagi, apalagi ruko) Maka, berikut adalah itung-itungannya jika seseorang memperolehnya via KPR perbankan ribawi.

Jumlah utang pokok = Rp. 1.000.000.000
Tingkat suku bunga = 13%
Lama pinjaman = 15 tahun
Maka,
Angsuran per bulan (pakai rumus) = Rp. 12.652.422,-
Total selama 180 bulan atau 15 tahun = Rp. 2.277.435.000,-
Artinya total bunga ribanya saja sebesar Rp 1.277.435.000,-
Mari kita hitung besar dosanya..!
Rasulullah bersabda,
*_“Satu dirham harta riba lebih besar dosanya daripada berzina 36x dengan pelacur..”_*
Jika 1 dirham hari ini adalah Rp. 70.000, maka :
Rp. 1.277.435.000 : Rp. 70.000
= 18.249 dirham
Jika 1 dirham riba = 36x zina, maka :
18.249 dirham x 36 zina = 656.966 zina.

*_Jika 15 tahun itu ada 5.475 hari, maka :_*
*_656.966 zina : 5475 hari = 119 zina per hari._*
”Berapa..?”
”119x berzina setiap hari..!”
”Apa..?”
”119x berzina setiap hari..!”
”Dengan siapa..?”
”Dengan ibumu..!”
”Ngapain..?”
”Berzina..!”

*_“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat pemakan riba (rentenir), orang yang menyerahkan riba (nasabah), pencatat riba (sekretaris) dan dua orang saksinya.”_* Beliau mengatakan, “Mereka semua itu sama.”(HR. Muslim no. 1598)

*_“Satu dirham yang dimakan oleh seseorang dari transaksi riba sedangkan dia mengetahui, lebih besar dosanya daripada melakukan perbuatan zina sebanyak 36 kali.”_* (HR. Ahmad dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Syaikh Al Albani dalam Misykatul Mashobih mengatakan bahwa hadits ini shahih)

*_“Riba itu ada 73 pintu (dosa). Yang paling ringan adalah semisal dosa seseorang yang menzinai ibu kandungnya sendiri. Sedangkan riba yang paling besar adalah apabila seseorang melanggar kehormatan saudaranya.”_* (HR. Al Hakim dan Al Baihaqi )

Selasa, 07 Maret 2017

RENUNGAN QOLBU... "Keberuntungan"

sakit, opname, rawat inap
"Keberuntungan" kadang memainkan perannya dalam kehidupan manusia, sekalipun kerap tidak masuk akal. 
Karena itulah takdir mereka. 

Boleh jadi keterlambatanmu dari suatu perjalanan adalah keselamatanmu 

Boleh jadi tertundanya pernikahanmu adalah suatu keberkahan 

Boleh jadi dipecatnya engkau dari pekerjaan adalah suatu maslahat

Boleh jadi sampai sekarang engkau belum dikarunia anak itu adalah kebaikan dalam hidupmu. 

Boleh jadi engkau membenci sesuatu tapi ternyata itu baik untukmu, karena Allah Maha Mengetahui Sedangkan engkau tidak mengetahui. 

Sebab itu, jangan engkau merasa gundah terhadap segala sesuatu yang terjadi padamu, karena semuanya sudah atas izin Allah

Jangan banyak mengeluh karena hanya akan menambah kegelisahan. 

Perbanyaklah Alhamdulillah,  itu yang akan mendatangkan kebahagiaan.
Terus ucap alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah, sampai engkau tak mampu lagi mengucapkannya. 

Selama kita masih bisa tidur tanpa obat tidur, kita masih bisa bangun tidur hanya dengan satu bunyi suara, kita terbangun tanpa melihat adanya alat-alat medis yang menempel di tubuh kita, itu pertanda bahwa kita hidup sejahtera.

Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah, ucapkan sampai engkau tak mampu lagi mengucapkannya.

Jangan selalu melihat ke belakang karena disana ada masa lalu yang menghantuimu.

Jangan selalu melihat ke depan karena terkadang ada masa depan yang membuatmu gelisah.

Namun lihatlah ke atas karena di sana ada Tuhan yang membuatmu bahagia.

Tidak harus banyak teman agar engkau menjadi populer, singa sang raja hutan lebih sering berjalan sendirian. Tapi kawanan domba selalu bergerombol. 

Jari-jari juga demikian; kelingking, jari manis, jari tengah, jari telunjuk, semuanya berjajar bersampingan kecuali jari jempol dia yang paling jauh diantara keempat itu. 

Namun perhatikan engkau akan terkejut kalau semua jari-jari itu tidak akan bisa berfungsi dengan baik tanpa adanya jempol yang sendiri, yang jauh dari mereka.

Karena itu, sebenarnya yang diperhitungkan bukanlah jumlah teman yang ada di sekelilingmu akan tetapi banyaknya *cinta dan manfaat*yang ada di sekitarmu, sekalipun engkau jauh dari mereka.

Menyibukkan diri dalam pekerjaan akan menyelamatkan dirimu dari tiga masalah; yaitu kebosanan, kehinaan, dan kemiskinan

Aku tidak pernah mengetahui adanya rumus kesuksesan, tapi aku menyadari bahwa rumus kegagalan adalah sikap "asal semua orang senang"

Teman itu seperti anak tangga, boleh jadi ia membawamu ke atas atau ternyata sebaliknya membawamu ke bawah, maka hati-hatilah anak tangga mana yang sedang engkau lalui.

Hidup ini akan terus berlanjut baik itu engkau tertawa ataupun menangis, karena itu jangan jadikan hidupmu penuh kesedihan yang tidak bermanfaat sama sekali.

Berlapang dadalah, maafkanlah, dan serahkan urusan manusia kepada Tuhan, karena engkau, mereka, dan kita semua, semuanya akan berpulang kepadaNya. 

Jangan tinggalkan sholatmu sekali pun. Karena di sana, jutaan manusia yang berada di bawah tanah, sedang berharap sekiranya mereka diperbolehkan kembali hidup mereka akan bersujud kepada Allah walau sekali sujud.

Jangan selalu bersandar pada cinta, karena itu jarang terjadi.

Jangan bersandar kepada manusia karena ia akan pergi.

Tapi bersandarlah kepada Allah karena Dialah yang menentukan segala sesuatu.

Subhanallah wa bihamdihi subhanallah hiladzim.

Rabu, 25 Januari 2017

ADAKAH daftar NAMA ANDA didalam Daftar Nama Milik ALLAAH


Assalaamu 'alaikum... saudara ku.. 

๐Ÿ‘‰Alkisah, seorang tukang besi bertanya kepada seorang Ustadz.
"Ustad: Kenapa ya..!Saya merasa bosan dengan hidup saya yang begini2 aja..!Terus hambar,Tak ada arahnya, dan tak ada nikmatnya..!
Bosan saya Ustadz..!Saya ingin bahagia tapi kenapa susah sekali ya ?"
Ustadz pun menjawab : "Oohh..! Mungkin saat ini Allah juga lagi BOSAN dengan tuan." "Allah bosan dengan saya ?. Maksudnya bagaimana Ustadz?" Tanya si tukang besi kembali.. Ustad menjelaskan : "Mungkin Allaah capek mencari tuan,Tapi tuan tak pernah ditemukan
.
Dicari di antara kumpulan Dhuha, tuan tak ada.
Dicari di antara kumpulan Tahajjud juga tak ada.
Dicari di antara kumpulan Puasa Sunah juga tak ada.
Dicari di antara kumpulan sedekah, juga tak kelihatan.
Dicari di antara kumpulan Tadarrus Qur'an, tuan juga tak ada di sana. 
Dicari di antara kumpulan orang orang Umroh, niat pun tuan belum ada.
Dicari di antara orang2 yang Khusyu' Sholatnya, tuan juga tak ada. 
Dicari di antara Ahli Shalawat pun tak ada.
Dicari di antara yang menuntut ilmu apa lagi.
Dicari diantara orang yang mengamalkan ta'addud, tuanpun tidak ada.

Lalu Allah Swt mau mencari tuan di mana lagi...?Coba tuan beritahu..!. Bicaralah jangan diam !

Lalu....
Menangislah si tukang besi tadi sambil mengusap airmatanya ber-Istighfar. Segeralah kembali kepada Allaah.....!
.
DEKATILAH ALLAH Hanya Allah sajalah ZAT yang bisa menenteramkan hidup kita. 
PASTIKAN NAMA KITA ADA DAN SENANTIASA TERTULIS DALAM DAFTAR TERSEBUT.
Selamat Berjuang ,Insyaa Allaah, Allaah SWT akan me-Rahmatimu.
DAFTAR OBAT: GRATIS!
Sering sakit = silahkan puasa
Wajah gelap = sholat tahajjud
Hati sempit = baca alqur'an 
Susah bahagia = sholat tepat waktu
Emosi melulu = wudhu dan istigfar
Gelisah = banyak doa
Tertekan = baca "laahaula walaaquwwata illaa billaah"
Kurang berkah rezekinya = bahagiakan ortu
Miskin melulu = bersedekah
Bingung berbuat baik =Bagikan pesan ini pada sahabat.

Silahkan LIKE & SHARE jika dirasa bermanfaat.....

Senin, 23 Januari 2017

32 M PERSEGI



Tersebutlah sebuah bangunan persegi panjang di atas hamparan Padang pasir gersang. Bangunan yang hanya terbuat dari tanah liat dan diatapi pelepah kurma sederhana. Ukurannya hanyalah 8X4 meter, tidak lebih. Terbagi menjadi dua ruangan. Ruang pertama 5X4 meter berfungsi sebagai ruang istirahat sekaligus ruang serbaguna sedangkan selebihnya digunakan sebagai halaman rumah yaitu 3X4 meter. Totalnya tidak lebih dari 32 Meter persegi. Ya, hanya 32 Meter persegi. Ukuran rumah yang sangat sederhana.

Di dalam ruangan itulah orang paling mulia tinggal. Mari simak penuturan berikut, 

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: Saya pernah tidur di depan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan kedua kakiku berada di arah kiblatnya. Apabila beliau sujud maka beliau menyentuhku lalu sayapun mengangkat kedua kakiku, dan bila beliau berdiri, maka aku membentangkan kedua kakiku seperti semula. (Aisyah) berkata: “Rumah-rumah saat itu masih belum punya lampu” HR. Bukhari

Suatu ketika sahabat mulia Umar Al Faruq menyambangi rumah Baginda nabi hendak menyampaikan suatu perkara, 

“Aku ucapkan salam kepadanya dan duduk di dekatnya. Aku tidak sanggup menahan tangisku,” ujar Umar bin Khattab

Rasulullah yang mulia pun sampai bertanya kepada Umar, "Mengapa Engkau menangis, wahai Umar?" 

“Bagaimana aku tidak menangis, wahai Rasulullah. Tikar ini telah menimbulkan bekas pada tubuh engkau, padahal Engkau ini Nabi Allah dan kekasih-Nya. Kekayaanmu hanya yang aku lihat sekarang ini. Sedangkan Kisra (Raja Persia) dan Kaisar (Raja Romawi) duduk di singgasana emas dan berbantalkan sutera".


Sahabat gagah nan tegar sekaliber Umar pun tak kuat menahan deras air matanya menyaksikan sebuah pemandangan "dahsyat" di depannya.

Ya, tepat sekali di tempat amat sangat sederhana sekali itu Baginda kita, kekasih Allah dan orang paling mulia menghabiskan umurnya. Tidak pernah sedikitpun terdengar kekesalan atau kalimat gerutu. Semuanya beliau hadapi dengan penuh dedikasi akan amanah risalah dan dakwah Islam. Beliau sangat paham arti tawadhu. Beliau juga sangat mengerti akan kekuatan qudwah dan contoh seorang pemimpin terhadap Jundinya. Bukan rosul tidak bisa untuk kaya dan tinggal dalam sebuah bangunan mewah, tapi smw itu adalah pilihan beliau. Semua itu adalah kesempurnaan pemahaman tentang hakikat dunia. 

"Hiduplah di dunia ini seakan anda orang asing atau seperti seorang yang hendak lewat sepintas" H.R. Bukhori.

"Kekayaan sejati  itu ialah kekayaan hati"

Lewat keserdehanaan Baginda besar Muhammad SAW kita bnyk belajar. Belajar arti qonaah. Belajar arti bersyukur. Belajar arti dedikasi. Belajar hakikat kaya. Belajar arti sebuah ketegaran dan totalitas. 

Ya Allah teguhkanlah iman dan Islam di dada kami. Jadikanlah kami pengusung Panji dakwah terdepan dalam membela agama dan Sunnah nabi-MU. sertakan lah kami bersama para nabi dan  orang Soleh di firdaus-MU. Masukkanlah kami kedalam bagian mereka yang menerima syafaat rosul-MU di hari yang penuh dengan penantian.

Amin ya rabbal 'alamin.

HRW
#Disudut kesunyian malam tanah perjuangan.

Kamis, 19 Januari 2017

Kesiangan Sholat Subuh? Ini yang Dilakukan Rasulullah


Pada satu kondisi seseorang bisa saja kesiangan bangun sehingga melewatkan waktu subuh. Sekilas, hal ini adalah ketidaksengajaan. Namun, terlambat bangun tidak serta merta membolehkan kita untuk meninggalkan salat begitu saja.
Ternyata Nabi Muhammad SAW pernah bangun disaat matahari sudah mulai muncul. Saat itu Nabi bersama rombongan sedang melakukan perjalanan jauh. Karena lelah mereka memutuskan untuk beristirahat saat sudah menjelang fajar.

Namun hal ini justru membuat Rasulullah SAW bersama rombongannya terlambat bangun. Akan tetapi Beliau tidak lantas meninggalkan salat ini begitu saja. Namun melakukan hal berikut ini. Apa yang dilakukan Nabi? Berikut ulasannya.

Diriwayatkan dari Abu Qatadah r.a, yang berkata: Pada suatu malam kami menempuh perjalanan bersama Nabi s.a.w, sebagian orang mengatakan: “Ya Rasulullah! Sebaiknya kita beristirahat menjelang pagi ini.”

Rasulullah SAW bersabda: “Aku khawatir kalian tidur nyenyak sehingga melewatkan shalat subuh.” Kata Bilal: “Saya akan membangunkan kalian.”

Disaat semua terlelap, Bilal berusaha tetap terjaga dengan bersandar pada hewan tunggangannya. Namun Ia justru ikut tertidur dengan pulasnya sehingga tidak sadar jika waktu sudah menunjukan lewat Subuh.

Nabi yang bangun duluan kaget bukan kepalangan karena melihat busur tepian matahari sudah muncul. Nabi Muhammad SAW berkata: “Hai Bilal! Mana bukti ucapanmu?”

Bilal menjawab: “Saya tidak pernah tidur sepulas malam ini.”

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah mengambil nyawamu kapanpun Dia mau dan mengembalikannya kapanpun Dia mau. Hai Bilal! bangunlah dan suarakan azan.”

Kemudian Rasul dan rombongan mengambil air wudhu dan melaksanakan shalat meski matahari agak meninggi sedikit dan bersinar putih. (Hadits Shahih Imam Bukhari, nomor 595).

Dari kisah di atas, diketahui jika Nabi Muhammad SAW sudah memberikan teladan bagi umatnya yang kesiangan salat Subuh. Namun hal ini bukan berarti kita tidak mempersiapkan diri untuk bangun lebih pagi.

Jika terpaksa mengalami kondisi ini, maka segeralah untuk mendirikan salat ketika teringat. Diriwayatkan dari Anas bin Malik r.a, bahwa Nabi s.a.w pernah bersabda: “Siapa yang lupa untuk melaksanakan shalat, maka laksanakanlah ketika ingat, tanpa kaffarah [denda] atas lupanya itu kecuali dengan mengerjakan shalat tersebut.” Kemudian Rasulullah s.a.w membaca ayat (yang artinya): “… dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.” (Al-Qur’an surat Thaahaa, ayat 14). (Hadits Shahih Bukhari, nomor 597)

Rasulullah SAW Pernah Shalat Ashar Pada Waktu Maghrib Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah r.a, bahwa pada saat perang Khandaq, Umar bin Khattab datang setelah matahari terbenam. Umar mencaci-maki orang-orang kafir Quraisy.

Kata Umar: “Ya Rasulullah! Saya hampir saja tidak melaksanakan shalat Asar sampai matahari hampir terbenam.”

Nabi SAW bersabda: “Demi Allah! Aku belum melaksanakan shalat Ashar.”

Kata Jabir: “Kami pergi ke Buthhan, kemudian Nabi SAW berwudhu untuk shalat dan kami pun berwudhu, lalu Nabi SAW melaksanakan shalat Asar setelah matahari terbenam, setelah itu beliau melaksanakan shalat Maghrib,” (Hadits Shahih Bukhari, nomor 596).

Berdasarkan kisah-kisah di atas, terlihat bahwa Nabi terlambat mengerjakan salat karena alasan yang masuk akal. Namun hal ini tidak berlaku bagi manusia yang sengaja melalai-lalaikannya. Sudah ingat, namun tetap saja memilih mengerjakan aktivitas duniawi dibanding salat. Semoga informasi ini bermanfaat dan terimakasih sudah membaca. []

Sumber: Infoyunik.com

Kamis, 12 Januari 2017

Waktu berlalu begitu halus...

Renungan Muhasabah Diri

  ุงู„ุณَّู„ุงَู…ُ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ูˆَุฑَุญْู…َุฉُ ุงู„ู„ู‡ِ ูˆَุจَุฑَูƒَุงุชُู‡ُ ~~~~~~~


Menipu kita yang terlena...
Belum sempat 'Berdzikir Pagi' tahu-tahu hari 'Sudah Menjelang Siang',
Belum sempat 'Bersedekah Pagi', tak terasa 'Matahari Sudah Meninggi'...๐Ÿ˜‘

Rencana jam 9 mau 'Shalat Dhuha', tiba-tiba 'Adzan Dzuhur' sudah terdengar...
Kepinginnya setiap pagi membaca '1 Juz ayat-ayat Al-Qur'an', menambah hafalan 'Satu Hari Satu Ayat', tapi yaa itu 'Hanya Kepingin' saja...  ๐Ÿ˜ถ

Komitmen tidak akan melewatkan malam kecuali dengan 'Tahajud dan Witir', sekalipun hanya '3 Raka'at Singkat', namun semua itu 'Hanya Sebuah Rencana'...๐Ÿ˜ฅ

Akan terus beginikah Nasib Hidup menghabiskan umur???...
'Berhura-hura Dengan Usia'???...๐Ÿ˜”

Lalu tiba-tiba masuklah Usia di angka 30, sebentar kemudian menjadi 40, tak lama terasa sudah menjadi 50, dan kemudian orang mulai memanggil kita dengan sebutan "Kek... Nek..." pertanda kita sudah tua dan cucu-cucu kita pun sudah di SD, SMP...๐Ÿ˜ž

Lalu sambil Menunggu Ajal tiba, sejenak mengintip catatan amal yang kita ingat 'Pernah Berbuat Apa' ??? ... ๐Ÿ˜•

Astaghfirullah…
Ternyata Tak Seberapa
Sedekah dan infaq 'Cuma Sekedarnya'...
Mengajarkan ilmu tak pernah ada, Silaturrahmi Rusak Semua...
Apalagi Silaturrahmi kepada Sang Khaliq...๐Ÿ˜จ

Jika sudah demikian, apakah ruh ini tidak akan melolong, meraung, menjerit menahan kesakitan disaat harus berpisah dari tubuh pada waktu Sakaratul Maut...???.๐Ÿ˜ข

Tambahkan usiaku ya Allah,
aku Butuh Waktu untuk beramal dan berbekal sebelum Kau akhiri ajalku...๐Ÿ˜ฉ

Belum cukupkah Menyia-Nyiakan waktu selama 30, 40, 50 atau 60 tahun ???...๐Ÿ˜“

Butuh Berapa Tahun lagikah untuk mengulang pagi, siang sore dan malam hari, butuh berapa minggu, bulan, dan tahun lagi agar bisa 'Mempersiapkan Diri' untuk *Siap Mati???... ๐Ÿ˜ฃ

Tanpa kita pernah merasa kehilangan waktu dan kesempatan untuk menghasilkan pahala di setiap detiknya, maka 1000 tahunpun Tidak Akan Pernah Cukup bagi orang orang yang terlena...๐Ÿ˜ญ

Maka benar katamu wahai Rasul Allah:
ู†ุนู…ุชุงู† ู…ุบุจูˆู† ููŠู‡ู…ุง ูƒุซูŠุฑ ู…ู† ุงู„ู†ุงุณ : ุฃู„ุตุญุฉ ูˆุงู„ูุฑุงุบ...
"Ada 2 nikmat yg membuat kebanyakan manusia lalai atau terperdaya olehnya, yaitu Sehat & Sempat."

Waktu berlalu begitu halus, tak terasa skrng sdh tgl  11 Januari 2017

Yaa Rabb Jadikan sisa umur kami untk ibadah PadaMU. Aamiin

Sebarkan untk Mengingatkan diri dan saudara2 kita..๐Ÿ˜Š